• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Sakralnya Pura Segara Rupek & Kisah Angker Laut Utara Bali

Astra by Astra
09/06/2025
in Sosial Budaya
0
Selat Bali merupakan teritorial Bali Utara yang merupakan tempat yang mistis atau angker. Bahasa kerennya bahwa daerah selat Bali itu keramat, karena merupakan tatanan daerah tempat suci yaitu adanya Pura Segara Rupek

182
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kisah Mistis Laut Bali Utara yang Kerap Makan Korban Jiwa

Kecelakaan Tunggal di Tol Bali Mandara, WNA Ausie Dibawa ke RS

BALI,OborDewata.com  – Berbicara laut dan samudera, khususnya di Bali memang mengandung banyak misteri.

Cerita rakyat dan mitos ihwal mistisnya laut Bali Utara pun masih melegenda hingga saat ini. Di mana laut Bali Utara, tekenal juga sebagai batas pemisah Pulau Jawa dan Bali.

“Pada awalnya dalam cerita rakyat, bahwa Pulau Jawa dengan Pulau Bali merupakan teritorial satu- kesatuan dan tidak terpisah seperti saat ini,” kata Jero Mangku Ketut Maliarsa

Dengan terpisahnya antara kedua pulau ini, maka di antara pemisahan itu dapat sebutan selat Bali.

“Selat Bali merupakan teritorial Bali Utara yang merupakan tempat yang mistis atau angker. Bahasa kerennya bahwa daerah selat Bali itu keramat, karena merupakan tatanan daerah tempat suci yaitu adanya Pura Segara Rupek,” sebutnya.

Pura Segara Rupek berada tepat di ujung hidung Pulau Bali, yang merupakan daerah teritorial kabupaten Buleleng.

Menurut Babad Arya Bang Pinatih, Mpu Siddhi Mantra beryoga semadi memohon kemuliaan dan kerahayuan jagat kepada Bhatara Siwa dan Sang Hyang Baruna Geni.

“Beliau (Mpu Siddhi Mantra) dapat titah untuk menorehkan tongkat saktinya sebanyak tiga kali, dan terjadilah keajaiban yaitu air laut pasang yang mengakibatkan Jawa dan Bali menjadi terpisah seperti sekarang ini,” jelas pemangku asli Bon Dalem ini.

Dan cerita mistisnya ini, kata dia, yang menjadikan daerah selat Bali menjadi daerah perairan yang angker.

“Makanya secara spiritual, di daerah ini setiap tahun ada upacara dan upakara pakelem dengan sarana banten dirgayusa bumi dan tawur gentuh pada hari suci Anggara (Selasa), Umanis, Wuku Uye,” katanya.

Segara Rupek, secara arfiah maknanya adalah lautan sempit dengan nama Selat Bali. Hal ini tidak bisa lepas dengan mitologi, bahwa ada seorang brahmana yang sangat sakti mandraguna, kaya raya dengan istrinya cantik dari kerajaan Daha. Nama brahmana ini, tidak lain Mpu Siddhi Mantra.

“Sekali pun kehidupan beliau seperti itu, terusik dengan ulah anak semata wayangnya Manik Angkeran yang sehari-harinya sebagai penjudi. Dalam cerita itu, dikatakan bahwa Manik Angkeran kehidupan sehari-harinya terliputi dengan kegelapan karena suka berjudi,” jelasnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan hingga banyak hutang.

Bahkan membuat kekayaan ayahnya nyaris habis. “Tetapi beliau ini tidak pernah tobat, bahkan sampai kekayaan Mpu Siddhi Mantra habis,” tegasnya.

Dalam keadaan terjepit dan terpuruk seperti ini, sang mpu bertapa dan beryoga semadi, memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk mohon pertolongan-Nya agar bisa membayar utang anaknya.

Dan pada saat itu, beliau mendapat pawisik atau wahyu agar sang mpu datang ke kawah Gunung Agung. Sebab di sana ada harta karun yang bisa membatu kesulitannya.

“Dengan kesaktianya sang mpu cepat sampai di kawah Gunung Agung, dan Beliau duduk sambil merapalkan mantra-mantra dengan uncaran suara genta yang bertalu-talu,” kisahnya.

Maka muncullah Sang Naga Basuki dari persembunyiannya dan menanyakan tentang keperluannya datang kesana.

Lalu berceritalah Mpu Siddhi Mantra tentang kesulitannya, sehingga ada anugerah emas dan intan yang begitu melimpah serta mengabil serta cukup bahkan melebihi untuk membayar utang anaknya.

“Tetapi ingat dengan syarat agar sang anak ternasehati untuk mengubah perilakunya agar tidak lagi melakukan kegiatan berjudi lagi,” katanya.

Mpu Siddhi Mantra, kembali ke Daha dan langsung menyuruh sang anak untuk membayar utang- utangnya. Setelah terbayar ternyata betul masih ada sisa, dan di sanalah Manik Angkeran tergoda imannya untuk berjudi lagi.

Bahkan sampai kembali punya utang yang begitu banyak. Pada saat ini sang mpu kehabisan akal, lalu anak ini tidak hirau lagi.

Lalu kemudian pergilah sang anak tanpa tujuan, hingga akhirnya dia ingat bahwa sang ayah memperoleh emas dan intan dari kawah Gunung Agung.

Muncul niatnya untuk pergi ke tempat itu, sambil mencuri genta sang ayah dan ke kawah tersebut. Sesampainya di sana, Manik Angkeran mengumandangkan uncaran bunyi genta tanpa mantra.

Walaupun begitu Sang Naga Basuki akhirnya, juga menemui Sang Manik Angkeran. Begitu sang naga berbalik, terlihat lah di ekornya banyak emas dan permata. Lalu ia mengambil keris dan memotong ekor sang naga itu.

Sang Naga Basuki kesakitan dan akhirnya marah. Maka kemudian Manik Angkeran terbakar dengan kesaktiannya hingga akhirnya habis menjadi abu.

Hal ini membuat Mpu Siddhi Mantra sedih, karena anaknya hilang tidak pulang semenjak kepergiannya. “Oleh karena saktinya maka mpu memperkirakan anaknya datang ke kawah Gunung Agung,” sebutnya.

Ternyata benar saja, lalu sang mpu menanyakan pada Naga Basuki tentang keberadaan anaknya. Beliau kemudian dapat kabar bahwa sang anak telah jadi abu.

“Dengan rasa terharu dan sedih, mpu memohon pada Sang Naga Basuki agar anaknya hidup kembali,” ucapnya.

Tetapi sang naga juga memohon agar sang mpu mengembalikan ekornya untuk bisa tersambung lagi.

Dengan kesaktiannya masing – masing, akhirnya ekor sang naga bisa tersambung dan sang anak telah hidup kembali.

Seperti cerita sebelumnya, bahwa Mpu Siddhi Mantra beryoga semadi dan yang terpuja adalah Bhatara Siwa dan Sang Hyang Baruna Geni.

Lalu beliau mendapat anugerah, dan Mpu Siddhi Mantra menorehkan tongkat saktinya sebanyak tiga kali. Hingga terbelahlah Pulau Jawa dan pulau Bali sehingga memunculkan Selat Bali. Seperti saat ini. Demikian kisahnya.

Pensiunan kepala sekolah ini, mengatakan secara rasa dan keyakinan di sinilah letak kemistisannya dan keangkerannya.

Tentang eksistensi Selat Bali yang juga dapat penuh dengan hal- hal mistis dan keramat. “Hal ini perlu teryakini, oleh karena tempat ini benar- benar angker sehingga secara niskala perlu mohon izin,” katanya.

Sehingga jika ingin lewat atau melakukan kegiatan, pada areal itu atau wilayah Bali lainnya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak baik.

“Mengapa Mpu Siddhi Mantra Mantra mendapatkan anugerah untuk menorehkan tongkat saktinya? Ini tujuannya untuk menjaga tatanan teritorial pulau Bali tetap asri dan lestari,” jelasnya.

Dan yang tidak kalah pentingnya, agar anak Mpu Siddhi Mantra tidak dapat bebas pulang pergi ke Jawa. Sebab sedang dalam pendidikan dan gemblengan untuk mengubah perilaku suka berjudi. Hingga akhirnya sang anak menjadi Dang Hyang Manik Angkeran. (SHA)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: angkerbalihinduJawalautManik AngkeranmistisSegara Rupekuatarautara
spot_img
Astra

Astra

Related Posts

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu
Sosial Budaya

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu

23/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Sosial Budaya

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk
Sosial Budaya

Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk

11/10/2026
Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali
Sosial Budaya

Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali

11/10/2026
Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi  Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan
Nasional

Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

10/10/2026
Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia
Sosial Budaya

Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia

09/10/2026
Next Post
Baru 3 Bulan di Amerika, Mahasiswi Magang Asal Buleleng Tewas Kecelakaan

Tewas di Rutan, Kasus AI Berbuntut Panjang, Polda Turun Tangan

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

04/06/2025
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Pemprov Bali Finalisasi Aturan Pengadaan BUMD, Fleksibilitas Bisnis Tetap Dijaga

Pemprov Bali Finalisasi Aturan Pengadaan BUMD, Fleksibilitas Bisnis Tetap Dijaga

29/10/2026
PLN Peduli Dorong Kemandirian Energi Petani Tabanan, Kotoran Sapi Diolah Jadi Biogas

PLN Peduli Dorong Kemandirian Energi Petani Tabanan, Kotoran Sapi Diolah Jadi Biogas

29/10/2026
Kemiskinan  Proporsional Turun, Jumlah Penduduk Miskin Tetap Tinggi

Reshuffle Kabinet: Untuk Tujuan Apa?

29/10/2026
Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas di Region XI Bali & Nusa Tenggara melalui Layanan Terintegrasi Livin’ by Mandiri  

Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas di Region XI Bali & Nusa Tenggara melalui Layanan Terintegrasi Livin’ by Mandiri  

29/10/2026
Currently Playing
Pemprov Bali Finalisasi Aturan Pengadaan BUMD, Fleksibilitas Bisnis Tetap Dijaga

Pemprov Bali Finalisasi Aturan Pengadaan BUMD, Fleksibilitas Bisnis Tetap Dijaga

29/10/2026
PLN Peduli Dorong Kemandirian Energi Petani Tabanan, Kotoran Sapi Diolah Jadi Biogas

PLN Peduli Dorong Kemandirian Energi Petani Tabanan, Kotoran Sapi Diolah Jadi Biogas

29/10/2026
Kemiskinan  Proporsional Turun, Jumlah Penduduk Miskin Tetap Tinggi

Reshuffle Kabinet: Untuk Tujuan Apa?

29/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d