BALI, OborDewata.com – Tangis seorang anak pecah di hadapan jasad ayahnya, menjadi saksi pilu tragedi memilukan di Baturiti, Tabanan.
Seorang pria tewas jadi bulanan massa, setelah dugaan melakukan pencurian ayam di wilayah Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (24/7) dini hari.

Peristiwa maling memicu keresahan, sekaligus kemarahan warga setempat. Situasi sempat memanas hingga massa membakar sepeda motor yang dugaan pelaku pakai.
Aparat berwenang kini masih mendalami kronologi serta motif di balik kejadian tersebut. Aksi main hakim sendiri yang menewaskan seorang warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, usai dugaan mencuri ayam di wilayah Kabupaten Tabanan menuai keprihatinan dari Perbekel Sidetapa, I Made Sutama.
Ia menilai kemarahan warga tidak seharusnya berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang. Korban tewas setelah aksi keroyokan massa, usai kepergok mencuri seekor ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi kepolisian, aksi massa itu karena keresahan warga yang belakangan kerap kehilangan ayam aduan. Namun pro kontra terjadi, banyak warganet yang menyayangkan main hakim sendiri. Mereka berharap penyerahan pelaku ke polisi, bukan main hakim sendiri. (*)

