Hukum

Konflik Asmara Berakhir Tragis, Pria Nekat Tembak Mahasiswi

724 Views

NASIONAL, Obordewata.com – Seorang mahasiswi berusia 20 tahun, menjadi korban penembakan menggunakan senapan angin saat berada di kawasan Perumahan Graha Indah, Jalan P. Suryanata, Samarinda, pada Jumat (12/6/2026) malam.

Pelaku berhasil polisi amankan, hanya dalam waktu kurang dari empat jam setelah kejadian. Korban berinisial LA baru pulang kuliah, dan hendak memarkirkan sepeda motornya di rumah sekitar pukul 22.25 Wita.

Iklan

Saat itu, korban mendengar suara letusan yang dugaan berasal dari senapan angin sebelum akhirnya terjatuh sambil memegang bagian belakang kepalanya.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka tembak di bagian belakang kepala sebelah kiri dan segera terbawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ayah korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Samarinda Ulu.

Iklan

Menerima laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Polisi mengumpulkan keterangan saksi serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial MZF (22), warga Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tim kepolisian kemudian berhasil mengamankan terduga pelaku pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 Wita di kawasan Jalan Ahmad Yani, Tenggarong Seberang.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senapan angin rakitan jenis CPC 4000, amunisi, proyektil bekas tembakan, sarung tangan medis, pakaian saat kejadian, serta dokumen hasil visum korban.

Sementara itu Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan mengatakan korban tertembak menggunakan senapan angin saat baru pulang kuliah di sekitar rumahnya.

“Untuk motifnya itu dia sakit hati. Mereka sempat menjalin hubungan kekasih. Kemudian si cewek minta putus karena mau fokus kuliah, tetapi cowoknya tidak mau. Ada juga kata-kata dari korban yang membuat pelaku sakit hati,” katanya. (*)