TABANAN, OborDewata.com – Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot kembali menghadirkan Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus mendatang. Festival tahunan ini akan menyuguhkan perpaduan seni, budaya, dan kuliner khas Bali sebagai upaya memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan.
Berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern akan mewarnai pelaksanaan festival, mulai dari penampilan musisi lokal Bali, tari tradisional, parade seni budaya, hingga beragam hiburan rakyat. Selain itu, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan turut ambil bagian dengan menghadirkan aneka kuliner khas Bali dan produk ekonomi kreatif unggulan.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan penyelenggaraan festival yang memasuki tahun ketujuh ini merupakan wujud komitmen pengelola dalam menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung. Tidak hanya menikmati panorama dan nilai spiritual kawasan Tanah Lot, wisatawan juga diajak mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya Bali.
“Tanah Lot Art and Food Festival telah menjadi agenda yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan. Tahun ini kami kembali menghadirkan berbagai pertunjukan berkualitas sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi para seniman dan pelaku UMKM lokal untuk menampilkan karya terbaiknya,” ujar Wayan Sudiana.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.
Keberhasilan pelaksanaan festival pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting bagi panitia untuk menyusun konsep yang lebih menarik tanpa meninggalkan identitas budaya lokal sebagai daya tarik utama. Berbagai inovasi akan disiapkan agar pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih berkesan selama berada di kawasan wisata Tanah Lot.
Penyelenggaraan festival juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah, desa adat, pelaku pariwisata, sponsor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan kegiatan yang aman, nyaman, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Melalui Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026, pengelola berharap citra Tanah Lot sebagai destinasi wisata kelas dunia semakin kuat. Tidak hanya dikenal karena panorama alam dan nilai spiritualnya, kawasan ini juga diharapkan semakin diakui sebagai pusat pelestarian seni, budaya, serta kuliner khas Bali.
Festival tahunan tersebut diyakini akan kembali menjadi salah satu magnet kunjungan wisatawan ke Tabanan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut. (rls/tim)

















