• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Jin dan Pandangan Hindu Akan Keberadaannya

Obor Dewata by Obor Dewata
Selasa, 8 Oktober 2024
in Berita
0
Jin dan Pandangan Hindu Akan Keberadaannya
ilutrasi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR, OborDewata.com – Dalam kitab Manusmrti I.22 tertulis bahwa Tuhan telah menciptakan berbagai tingkat dewa, yang memiliki sifat karma.
Kemudian juga tercipta berbagai tingkat sadhya yang bersifat gaib (halus) dan yajna yang abadi.
Sehingga jika rentangan secara vertikal, akan tampak bahwa makhluk ciptaan Tuhan tertinggi, adalah para dewa lalu para pitara atau roh suci leluhur.
Kemudian tingkatan selanjutnya adalah preta, atau calon pitara. Baru kemudian makhluk hidup yang bernama manusia. Namun di dunia, ada manusia yang konon menjadi makhluk paling sempurna.

Setelah manusia, ada makhluk sadhya, yang konon posisinya lebih rendah dari manusia. Termasuk ke dalam kelompok sadhya ini, adalah bhuta (bhutani) dengan sifat pemarah serta sering menganggu. Termasuk pula di dalamnya adalah raksasa, yaksa, naga, yathudana, dan pisaca.
Raksasa maupun bhuta konon menyeramkan atau menakutkan. Pisaca adalah raksasa namun ukurannya lebih kecil.
Ada pula kelompok asura, yaitu kelompok untuk semua jenis roh. Memiliki sifat bertentangan dengan para dewa.

Baca Juga :  Groundbreaking Kantor Pusat, Gubernur Tekankan Bank BPD Bali Harus Jadi Kebanggaan Orang Bali

Yang termasuk ke dalam kelompok asura adalah danawa dan daitya. Sehingga jika di daerah lain terkenal dengan istilah jin, maka di Bali juga memiliki istilah tersendiri.
Umumnya orang Bali mengenal makhluk halus ini, dengan sebutan wong samar, kemangmang, regek tunggek, tonya, memedi dan lain sebagainya.
Semua makhluk ini memiliki peringai berbeda-beda, sesuai dengan jenisnya. Dan jin di Bali, terkenal dengan sebutan makhluk hana tan hana, atau ada dan tiada.
Namun mereka pula merupakan ciptaan Tuhan, untuk memenuhi keseimbangan alam semesta.

Sehingga manusia sebagai makhluk paling sempurna, harapannya memberi sedekah kepada mereka yang tak sempurna berupa yadnya sesa seperti saiban dan segehan.
Selain itu, ini juga termasuk ke dalam bagian ajaran Tri Hita Karana. Bagaimana menjaga hubungan baik manusia dengan Tuhan.
Manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam semesta beserta isinya. sha/dx

Baca Juga :  Penjabat Bupati Klungkung Tinjau Lomba Cerdas Cermat Konservasi di Nusa Penida Festival 2024
Previous Post

Promosikan Judol Selebgram Cantik Asal Jakarta Dituntut 1 Tahun Penjara

Next Post

DJP Catat Pajak Usaha Ekonomia Digital Capai Rp28,91 Triliun

Next Post
DJP Catat Pajak Usaha Ekonomi Capai Rp27,85 Triliun

DJP Catat Pajak Usaha Ekonomia Digital Capai Rp28,91 Triliun

Sorry, there was a YouTube error.
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.