• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Rabu, September 30, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

Redaksi Obor Dewata by Redaksi Obor Dewata
15/08/2026
in Berita, Nasional
0

180
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Pemkab Tabanan Lepas 20 Peserta KSPAN Tabanan Ikuti Muspa Bali 2026

DTW Tanah Lot Perkuat Layanan Sambut Momentum Libur Akhir Tahun

JAKARTA, OborDewata.com – Angka pengangguran terdidik masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Indonesia di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Anggota DPR RI I Nyoman Parta menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2026 yang mencatat sekitar 7,22 juta penganggur, dengan sekitar 1,03 juta di antaranya merupakan lulusan pendidikan tinggi dari jenjang D4 hingga S3.

Menurut Nyoman Parta, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan, pertumbuhan ekonomi, hingga penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Negara dan keluarga mengeluarkan biaya besar untuk menghasilkan sarjana. Tetapi setelah mereka lulus, perekonomian kita belum mampu menyediakan cukup banyak pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka,” ujar Parta dalam catatan kritisnya menyambut 81 tahun Indonesia merdeka.

Sorotan terhadap pengangguran terdidik tersebut muncul bersamaan dengan adanya peluang kerja bagi sekitar 100 ribu warga Indonesia setiap tahun di Jepang. Pemerintah pun menyiapkan langkah untuk memanfaatkan peluang tersebut, termasuk melalui pembentukan satuan tugas dan pelibatan career center perguruan tinggi.

Parta menilai kesempatan bekerja di luar negeri merupakan peluang positif yang patut dimanfaatkan generasi muda. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya solusi atas persoalan pengangguran terdidik di dalam negeri.

“Peluang 100 ribu pekerjaan di Jepang harus kita lihat dari dua sisi. Ini peluang yang harus dimanfaatkan, tetapi sekaligus menjadi alarm,” katanya.

Ia menguraikan sedikitnya enam persoalan yang berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi.

Pertama, orientasi kurikulum pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi dinilai masih lebih banyak diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi pekerja, bukan mendorong lahirnya pengusaha atau pencipta lapangan kerja.

Kedua, pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran lima persen dinilai belum sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja dan jumlah lulusan pendidikan setiap tahunnya.

Ketiga, masih terdapat ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan berbagai disiplin ilmu dengan kebutuhan dunia industri. Keempat, perkembangan teknologi seperti robotik dan kecerdasan buatan (AI) turut mengubah struktur pekerjaan dan mendorong peralihan sebagian pekerjaan manusia ke mesin maupun teknologi.

Persoalan kelima berkaitan dengan iklim investasi. Menurut Parta, birokrasi yang berbelit, biaya perizinan dan tingginya biaya ekonomi dapat menghambat pertumbuhan investasi serta penciptaan lapangan kerja.

Sedangkan persoalan keenam adalah masih adanya praktik pungutan liar, korupsi, serta persoalan kepastian hukum yang dapat memengaruhi kenyamanan investor dalam menanamkan modal di Indonesia.

“Enam persoalan tersebut memiliki kontribusi terhadap besarnya jumlah sarjana yang menganggur. Namun, saya tidak setuju kalau jawaban terhadap persoalan pengangguran terdidik akhirnya berhenti pada mengirim tenaga produktif kita ke negara lain, walaupun saya memahami ini sebagai langkah solusi taktis,” tegasnya.

Parta menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah. Pendidikan tinggi harus memastikan lulusan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan sehingga mampu bertahan, berkembang, dan berkontribusi dalam dunia kerja.

Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi memperkuat hubungan dengan dunia industri, mulai dari penyelarasan kurikulum, kegiatan riset, program magang hingga penguatan career center.

“Kampus harus bertanggung jawab mengajarkan sesuatu yang dibutuhkan dan berguna ketika mahasiswanya lulus,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga dituntut menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mampu menghasilkan lapangan kerja berkualitas. Menurut Parta, ukuran keberhasilan pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata dilihat dari persentasenya, tetapi juga dari sektor yang tumbuh dan jenis pekerjaan yang tercipta.

Ia mendorong penguatan sektor produktif, khususnya industri manufaktur dan industri bernilai tambah, yang mampu menyerap tenaga kerja sekaligus membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan tinggi.

“Pertumbuhan ekonomi tentu sangat penting. Tetapi angka pertumbuhan saja tidak cukup. Pertanyaan berikutnya harus selalu kita ajukan: sektor apa yang tumbuh dan pekerjaan seperti apa yang diciptakannya?” katanya.

Parta juga menekankan pentingnya iklim usaha yang sehat melalui regulasi yang mendukung, kepastian hukum, kemudahan investasi pada sektor produktif, serta pemberian insentif fiskal yang diarahkan pada kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah dan lapangan pekerjaan.

Parta menegaskan dirinya tidak mempersoalkan generasi muda Indonesia memilih bekerja di luar negeri. Menurutnya, bekerja di Jepang, Australia, Eropa maupun negara lain dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, membangun jaringan dan meningkatkan kemampuan.

Namun, ia mengingatkan agar Indonesia tidak sampai hanya menjadi pemasok tenaga produktif bagi negara-negara yang mengalami kekurangan penduduk usia kerja.

“Yang saya persoalkan adalah apabila bekerja ke luar negeri menjadi jalan keluar karena kita gagal menyediakan kesempatan yang cukup di negeri sendiri,” ujarnya.

Karena itu, kebijakan penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri menurutnya harus berjalan beriringan dengan strategi penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

“Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pemasok tenaga produktif bagi negara-negara yang kekurangan penduduk usia kerja, sementara kita sendiri belum berhasil memanfaatkan kemampuan generasi terbaik kita untuk membangun industri nasional,” tegas Parta.

Ia berharap Indonesia ke depan menjadi negara yang mampu menarik dan mempertahankan sumber daya manusia terdidik untuk bekerja, melakukan penelitian, membangun usaha, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Indonesia harus menjadi negeri yang menarik bagi orang-orang terdidik untuk bekerja, meneliti, berkarya, membangun perusahaan, dan menciptakan pekerjaan baru,” pungkasnya. (tim)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
Redaksi Obor Dewata

Redaksi Obor Dewata

Related Posts

Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati
Berita

Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati

17/09/2026
Berita

Ketimpangan UMP Mengancam Pariwisata Bali: Arun Bali Peringatkan Potensi Penurunan Kelas Wisatawan

16/09/2026
Peserta JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Fokus Tingkatkan Mutu Layanan
Nasional

Peserta JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Fokus Tingkatkan Mutu Layanan

15/09/2026
Ketika Flores Berduka, Keluarga Besar PLN UID Bali Bergerak
Nasional

Ketika Flores Berduka, Keluarga Besar PLN UID Bali Bergerak

12/09/2026
BPJS Kesehatan Perkuat Standar Layanan Peserta JKN Lewat CX126
Nasional

BPJS Kesehatan Perkuat Standar Layanan Peserta JKN Lewat CX126

07/09/2026
Pegadaian Kembali Bantu Korban Kebakaran Sade, Dukungan Berlanjut hingga Masa Pemulihan
Nasional

Pegadaian Kembali Bantu Korban Kebakaran Sade, Dukungan Berlanjut hingga Masa Pemulihan

28/08/2026
Next Post
Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Pemkab Tabanan Lepas 20 Peserta KSPAN Tabanan Ikuti Muspa Bali 2026

Pemkab Tabanan Lepas 20 Peserta KSPAN Tabanan Ikuti Muspa Bali 2026

28/09/2026
DTW Tanah Lot Perkuat Layanan Sambut Momentum Libur Akhir Tahun

DTW Tanah Lot Perkuat Layanan Sambut Momentum Libur Akhir Tahun

28/09/2026
Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

27/09/2026
Perkuat Keseimbangan Spiritual Bali, Giri Prasta Ikuti Prosesi Mendem Pedagingan di Pura Lempuyang Madya

Perkuat Keseimbangan Spiritual Bali, Giri Prasta Ikuti Prosesi Mendem Pedagingan di Pura Lempuyang Madya

27/09/2026
Currently Playing
Pemkab Tabanan Lepas 20 Peserta KSPAN Tabanan Ikuti Muspa Bali 2026

Pemkab Tabanan Lepas 20 Peserta KSPAN Tabanan Ikuti Muspa Bali 2026

28/09/2026
DTW Tanah Lot Perkuat Layanan Sambut Momentum Libur Akhir Tahun

DTW Tanah Lot Perkuat Layanan Sambut Momentum Libur Akhir Tahun

28/09/2026
Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

27/09/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d