• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

Redaksi Obor Dewata by Redaksi Obor Dewata
15/08/2026
in Berita, Nasional
0

170
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Smartfren Jagoan Sinyal, Hadirkan Unlimited 5G

Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

JAKARTA, OborDewata.com – Angka pengangguran terdidik masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Indonesia di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Anggota DPR RI I Nyoman Parta menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2026 yang mencatat sekitar 7,22 juta penganggur, dengan sekitar 1,03 juta di antaranya merupakan lulusan pendidikan tinggi dari jenjang D4 hingga S3.

Menurut Nyoman Parta, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan, pertumbuhan ekonomi, hingga penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Negara dan keluarga mengeluarkan biaya besar untuk menghasilkan sarjana. Tetapi setelah mereka lulus, perekonomian kita belum mampu menyediakan cukup banyak pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka,” ujar Parta dalam catatan kritisnya menyambut 81 tahun Indonesia merdeka.

Sorotan terhadap pengangguran terdidik tersebut muncul bersamaan dengan adanya peluang kerja bagi sekitar 100 ribu warga Indonesia setiap tahun di Jepang. Pemerintah pun menyiapkan langkah untuk memanfaatkan peluang tersebut, termasuk melalui pembentukan satuan tugas dan pelibatan career center perguruan tinggi.

Parta menilai kesempatan bekerja di luar negeri merupakan peluang positif yang patut dimanfaatkan generasi muda. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya solusi atas persoalan pengangguran terdidik di dalam negeri.

“Peluang 100 ribu pekerjaan di Jepang harus kita lihat dari dua sisi. Ini peluang yang harus dimanfaatkan, tetapi sekaligus menjadi alarm,” katanya.

Ia menguraikan sedikitnya enam persoalan yang berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi.

Pertama, orientasi kurikulum pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi dinilai masih lebih banyak diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi pekerja, bukan mendorong lahirnya pengusaha atau pencipta lapangan kerja.

Kedua, pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran lima persen dinilai belum sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja dan jumlah lulusan pendidikan setiap tahunnya.

Ketiga, masih terdapat ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan berbagai disiplin ilmu dengan kebutuhan dunia industri. Keempat, perkembangan teknologi seperti robotik dan kecerdasan buatan (AI) turut mengubah struktur pekerjaan dan mendorong peralihan sebagian pekerjaan manusia ke mesin maupun teknologi.

Persoalan kelima berkaitan dengan iklim investasi. Menurut Parta, birokrasi yang berbelit, biaya perizinan dan tingginya biaya ekonomi dapat menghambat pertumbuhan investasi serta penciptaan lapangan kerja.

Sedangkan persoalan keenam adalah masih adanya praktik pungutan liar, korupsi, serta persoalan kepastian hukum yang dapat memengaruhi kenyamanan investor dalam menanamkan modal di Indonesia.

“Enam persoalan tersebut memiliki kontribusi terhadap besarnya jumlah sarjana yang menganggur. Namun, saya tidak setuju kalau jawaban terhadap persoalan pengangguran terdidik akhirnya berhenti pada mengirim tenaga produktif kita ke negara lain, walaupun saya memahami ini sebagai langkah solusi taktis,” tegasnya.

Parta menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah. Pendidikan tinggi harus memastikan lulusan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan sehingga mampu bertahan, berkembang, dan berkontribusi dalam dunia kerja.

Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi memperkuat hubungan dengan dunia industri, mulai dari penyelarasan kurikulum, kegiatan riset, program magang hingga penguatan career center.

“Kampus harus bertanggung jawab mengajarkan sesuatu yang dibutuhkan dan berguna ketika mahasiswanya lulus,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga dituntut menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mampu menghasilkan lapangan kerja berkualitas. Menurut Parta, ukuran keberhasilan pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata dilihat dari persentasenya, tetapi juga dari sektor yang tumbuh dan jenis pekerjaan yang tercipta.

Ia mendorong penguatan sektor produktif, khususnya industri manufaktur dan industri bernilai tambah, yang mampu menyerap tenaga kerja sekaligus membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan tinggi.

“Pertumbuhan ekonomi tentu sangat penting. Tetapi angka pertumbuhan saja tidak cukup. Pertanyaan berikutnya harus selalu kita ajukan: sektor apa yang tumbuh dan pekerjaan seperti apa yang diciptakannya?” katanya.

Parta juga menekankan pentingnya iklim usaha yang sehat melalui regulasi yang mendukung, kepastian hukum, kemudahan investasi pada sektor produktif, serta pemberian insentif fiskal yang diarahkan pada kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah dan lapangan pekerjaan.

Parta menegaskan dirinya tidak mempersoalkan generasi muda Indonesia memilih bekerja di luar negeri. Menurutnya, bekerja di Jepang, Australia, Eropa maupun negara lain dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, membangun jaringan dan meningkatkan kemampuan.

Namun, ia mengingatkan agar Indonesia tidak sampai hanya menjadi pemasok tenaga produktif bagi negara-negara yang mengalami kekurangan penduduk usia kerja.

“Yang saya persoalkan adalah apabila bekerja ke luar negeri menjadi jalan keluar karena kita gagal menyediakan kesempatan yang cukup di negeri sendiri,” ujarnya.

Karena itu, kebijakan penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri menurutnya harus berjalan beriringan dengan strategi penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

“Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pemasok tenaga produktif bagi negara-negara yang kekurangan penduduk usia kerja, sementara kita sendiri belum berhasil memanfaatkan kemampuan generasi terbaik kita untuk membangun industri nasional,” tegas Parta.

Ia berharap Indonesia ke depan menjadi negara yang mampu menarik dan mempertahankan sumber daya manusia terdidik untuk bekerja, melakukan penelitian, membangun usaha, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Indonesia harus menjadi negeri yang menarik bagi orang-orang terdidik untuk bekerja, meneliti, berkarya, membangun perusahaan, dan menciptakan pekerjaan baru,” pungkasnya. (tim)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
Redaksi Obor Dewata

Redaksi Obor Dewata

Related Posts

Gempa NTT M7,7 Pelabuhan Pelindo Flores Alami Kerusakan
Nasional

Gempa NTT M7,7 Pelabuhan Pelindo Flores Alami Kerusakan

15/08/2026
Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama
Berita

Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama

07/08/2026
Bakar Kandang Sapi Camer, karena Hubungannya Tak Direstui
Berita

Kebakaran Rumah 2 Lantai di Seririt Diduga Akibat Gas Bocor

02/08/2026
ARUN Bali Soroti Izin Toko Emas Kohinoor di Sempadan Sungai, Desak APH Periksa Pemkot Denpasar
Nasional

ARUN Bali Ngotot Minta UMP Sejahterakan Buruh, Ini Pertimbangannya

02/08/2026
Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan
Berita

Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan

28/07/2026
Genta yang Bertalu dan Air Mata Bahagia Eka Gita Kirana Menuju Pelaminan
Berita

Chiming Bells and Happy Tears: Ni Putu Eka Gita Kirani Steps Into Married Life

27/07/2026
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Lawan Kanker di Usia Dini, Penyintas Kanker Ketut Cica Bersama YKI Bali Berikan Edukasi ke SMAN 1 Blahbatuh

Lawan Kanker di Usia Dini, Penyintas Kanker Ketut Cica Bersama YKI Bali Berikan Edukasi ke SMAN 1 Blahbatuh

08/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

15/08/2026
Smartfren Jagoan Sinyal, Hadirkan Unlimited 5G

Smartfren Jagoan Sinyal, Hadirkan Unlimited 5G

15/08/2026
Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

15/08/2026
Rapat Paripurna DPRD Tabanan Bupati Sanjaya Tegaskan Kolaborasi Eksekutif-Legislatif dalam Penyusunan KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026

Rapat Paripurna DPRD Tabanan Bupati Sanjaya Tegaskan Kolaborasi Eksekutif-Legislatif dalam Penyusunan KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026

15/08/2026
Currently Playing
Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

15/08/2026
Smartfren Jagoan Sinyal, Hadirkan Unlimited 5G

Smartfren Jagoan Sinyal, Hadirkan Unlimited 5G

15/08/2026
Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

15/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d