• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Pura Agung Tirta Bhuana, Oase Spiritualitas dan Ikon Toleransi Kota Bekasi

Redaksi1 by Redaksi1
Kamis, 21 Agustus 2025
in Berita
0
Pura Agung Tirta Bhuana, Oase Spiritualitas dan Ikon Toleransi Kota Bekasi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BEKASI, OborDewata.com – Di tengah deru aktivitas perkotaan yang padat, keberadaan Pura Agung Tirta Bhuana (PATB) di Jalan Jatiluhur Raya, Jakasampurna, menjadi oase spiritual sekaligus simbol kerukunan umat beragama di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pura yang dibangun dengan arsitektur khas Bali ini tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Hindu, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat jalinan persaudaraan lintas agama.

 

Hal itu kembali terlihat pada Rabu (20/8/2025), ketika tokoh dari enam agama di Kota Bekasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berkunjung dan bersilaturahmi ke PATB. Hadir Ketua FKUB Kota Bekasi, KH Abdul Manan, bersama tokoh-tokoh agama: KH Madinah (Islam), Pdt. Pati S. Ginting (Kristen), Romo Siprianus Agung (Katolik), Bong Ji Phin (Buddha), dan Soegandi (Kong Hu Cu).

 

Rombongan disambut hangat oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bekasi, I Gusti Made Rudhita, jajaran pengurus PHDI dari 12 kecamatan se-Kota Bekasi, serta Pengurus Banjar Bekasi selaku pengelola PATB.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali di Pura Pengubengan Besakih

 

Dalam penjelasannya kepada rombongan lintas umat, I Gusti Made Rudhita menegaskan bahwa Pura Agung Tirta Bhuana telah lama menjadi pusat kegiatan spiritual dan budaya umat Hindu di Bekasi. Setiap perayaan besar, seperti Piodalan Tumpek Landep, Tawur Agung Kesanga, Galungan, Kuningan, Purnama, hingga Tilem, selalu dipadati umat.

 

Tidak hanya untuk ritual keagamaan, wantilan yang berada di sisi luar pura juga aktif dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Selain sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, khususnya pengembangan seni budaya, tempat ini juga digunakan untuk kegiatan rohani dan kesehatan seperti yoga, serta berbagai aktivitas pemberdayaan umat lainnya.

 

“Setiap Minggu, pura ini menjadi tempat belajar agama bagi anak-anak Hindu dari tingkat PAUD, SD hingga SMA/SMK. Kehadirannya bukan hanya memperkuat sradha bhakti umat, tetapi juga memperkaya khazanah budaya di Kota Bekasi,” ujar I Gusti Made Rudhita.

 

Rudhita menambahkan, Pura Agung Tirta Bhuana juga rutin membuka diri bagi kunjungan lintas agama, termasuk pelajar dan tokoh masyarakat. Dialog, silaturahmi, serta kegiatan budaya yang berlangsung di pura ini menjadi jembatan untuk saling memahami perbedaan. “Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan kerukunan antarumat beragama, harmoni bukan sekadar cita-cita, tetapi bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Baca Juga :  Sempat ditunda karena demo, PNBK 3 resmi digelar 7 Desember

 

Ikon Kerukunan dan Toleransi

Rombongan lintas umat yang hadir pun tertegun dan memuji keanggunan arsitektur setiap sudut areal pura. Mereka menikmati suasana asri, tenang, dan teduh mulai dari sisi luar (kanista mandala), sisi tengah (madya mandala), hingga sisi utama (utama mandala).

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FKUB Kota Bekasi, KH Abdul Manan, mengaku gembira dan memberi apresiasi atas antusiasme umat Hindu menerima kehadiran rombongan. KH Abdul Manan menekankan bahwa kerukunan yang tercermin di Pura Agung Tirta Bhuana adalah cermin “Kota Bekasi Keren”, yakni kota yang berkembang pesat, penuh inovasi, memiliki daya tarik, serta membanggakan bagi warganya yang majemuk namun tetap harmonis. Menurutnya, perbedaan agama dan keyakinan justru menjadi kekayaan yang harus disyukuri bersama.

 

“Silaturahmi lintas iman seperti yang kita lakukan hari ini, perayaan hari besar, hingga kegiatan sosial adalah cara kita merawat persaudaraan. FKUB hadir sebagai wadah komunikasi antarumat di Kota Bekasi, mendukung berbagai program yang memperkuat solidaritas sosial,” jelas KH Abdul Manan.

Baca Juga :  Pengenalan Tempat Ibadah Hindu, 169 Anak KB & TK Strada Budi Luhur Kunjungi Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi. 

 

Ia juga berharap, harmoni yang terjalin dapat terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. “Bekasi harus menjadi contoh kota yang maju dalam pembangunan, sekaligus kuat dalam menjunjung toleransi dan keberagaman,” tegasnya.

 

Kunjungan para tokoh lintas agama ke Pura Agung Tirta Bhuana menegaskan bahwa rumah ibadah semua agama bukan hanya milik satu komunitas, tetapi juga aset bersama dalam membangun keharmonisan sosial. Dengan perannya yang strategis, Pura Agung Tirta Bhuana kini bukan hanya tempat sembahyang umat Hindu, melainkan ikon kerukunan dan toleransi yang menginspirasi kehidupan beragama di Kota Bekasi khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. mas/pril

Tags: #Oase#Pura Agung Tirta BhuanaBekasi
Previous Post

Dahan Pohon Lapuk Timpa Pikap di Pekutatan, Kerugian Ditaksir Rp 2 Juta

Next Post

Ibu Putri Koster Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal di Lomba Cipta Menu Jembrana 2025

Next Post
Ibu Putri Koster Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal di Lomba Cipta Menu Jembrana 2025

Ibu Putri Koster Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal di Lomba Cipta Menu Jembrana 2025

«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
play
28 Agustus 2023
play
Swacam Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile dengan fitur OCR jadi lebih cepat dan gampang
play
Persiapan odalan Pura Goa Lawah
play
Paskibra Kabupaten Tabanan, Bali.
play
Rahajeng Galungan Semeton.
play
Rahajeng Galungan Semeton
play
29 Juli 2023
play
Pemkab Karangasem lakukan Studi Banding Penguatan Media dan Komunikasi, Kabupaten Subang.
play
Rapimprov Kadin Bali Berkomitmen majukan industri pertanian di Bali.
play
Kadin Bali Komitmen Majukan Pertanian di Bali
play
Armada - Pergi Pagi Pulang Pagi (Official Karaoke)
play
Efek Cuaca Ekstrim, sebabkan tanah longsor.
play
putih sampai mati (karaoke version) tanpa vokal
play
Karaoke Lagu Wali_Emang Dasar No Vocal
«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.