DENPASAR, OborDewata.com – Universitas Terbuka (UT) Denpasar menyerahkan kembali lahan milik Pemerintah Provinsi Bali sekaligus menghibahkan bangunan beserta peralatan dan mesin yang berada di atasnya. Aset tersebut memiliki total nilai perolehan mencapai Rp4,89 miliar.
Serah terima aset ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Baru UT Denpasar, Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis (17/9/2026).
Lahan yang dikembalikan tersebut berada di Jalan Gurita, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, dengan luas 1.975 meter persegi. Sebelumnya, lahan milik Pemprov Bali itu digunakan sebagai Sekretariat Unit Pelayanan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Denpasar.
Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto menjelaskan, pemanfaatan lahan Pemprov Bali tersebut bermula dari izin pemerintah daerah pada 2007 melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 863/01-F/HK/2007. Selanjutnya, pemanfaatan lahan dituangkan dalam Perjanjian Pinjam Pakai Nomor 028/2518/PPA.Aset tertanggal 21 April 2015.
Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun hingga 21 April 2020 dan kemudian dilanjutkan melalui perpanjangan kerja sama pada 2021. Di atas lahan itu, UT membangun gedung seluas sekitar 1.106 meter persegi pada 2008.
“Di tempat inilah pelayanan pendidikan jarak jauh UT tumbuh bersama masyarakat Bali dan ikut memperluas akses pendidikan tinggi,” ujar Prof. Ali.
Menurutnya, pengembalian aset dilakukan sebagai bagian dari penataan tata kelola Barang Milik Universitas Terbuka. Terlebih, sejak 2024 UT Denpasar telah menempati gedung baru di Jalan Raya Sesetan.
Dengan perpindahan tersebut, UT kemudian menata penyelesaian administrasi dan pengelolaan aset agar berlangsung tertib, transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seiring berakhirnya pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, UT mengambil langkah untuk mengembalikan hak pemanfaatan tanah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bali dan melalui mekanisme hibah, menyerahkan gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin milik UT yang berada di dalamnya,” jelasnya.
Adapun aset yang dihibahkan terdiri atas satu unit gedung dan bangunan dengan nilai perolehan Rp4.148.127.000. Selain itu, terdapat 169 unit peralatan dan mesin senilai Rp746.159.250. Dengan demikian, total nilai perolehan aset yang diserahkan mencapai Rp4.894.286.250.
Peralatan yang ikut diserahkan antara lain perangkat pendingin ruangan (AC), backdrop, exhaust fan, layar proyektor, lemari, meja dan workstation, meja resepsionis, perkakas, rak kayu hingga sketsel ruangan. Berdasarkan hasil inventarisasi, sebagian besar aset dalam kondisi baik dan sebagian lainnya mengalami kerusakan ringan.
Masih Layak Dimanfaatkan
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik penyerahan aset tersebut. Sebelum prosesi serah terima, Koster melihat langsung kondisi gedung di Jalan Gurita. Menurutnya, bangunan tersebut masih layak dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemerintahan.
“Tadi saya sudah melihat gedungnya, itu masih sangat layak, tinggal rapi-rapi sedikit, sudah bisa dipakai lagi. Jadi nilainya tadi kalau tidak salah Rp4,89 miliar,” kata Koster.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor UT atas hibah aset tersebut. Koster menilai keberadaan gedung dan peralatan itu dapat memberikan manfaat bagi Pemprov Bali, terutama untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat maupun pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Terima kasih kepada Bapak Rektor atas hibah asetnya yang akan sangat bermanfaat bagi Pemprov Bali di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun juga menjalankan organisasi pemerintahan,” ujarnya.
Koster juga mengungkapkan memiliki ikatan emosional dengan Universitas Terbuka. Saat mengawali karier di Balitbang Kemendikbud RI pada 1988, ia mengaku banyak melakukan riset terkait kebijakan peningkatan kualitas dan model pelayanan pendidikan.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk besar membutuhkan model pendidikan yang mampu menjangkau masyarakat hingga daerah terpencil.
“Dari situlah kami terus mematangkan dan mengembangkan model layanan pendidikan untuk daerah yang sulit terjangkau, satu di antaranya adalah UT,” tuturnya.
Koster menilai UT saat ini telah berkembang dengan dukungan teknologi dan sistem pembelajaran yang semakin maju. Karena itu, ia berharap UT dapat mengambil peran dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Bali yang saat ini masih berada di bawah 40 persen.
UT juga diharapkan turut mendukung program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat Bali terhadap pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala BPKAD Bali I Ketut Maduyasa mengatakan Pemprov Bali akan segera menindaklanjuti pemanfaatan gedung tersebut. Sebelum difungsikan, bangunan akan terlebih dahulu ditata dan dilakukan perbaikan sesuai kebutuhan.
“Nanti akan kami bahas apa yang akan kita tugaskan di situ. Apakah perangkat daerah atau badan milik Pemprov bisa ditempatkan di sana untuk menjalankan tugas pemerintahan Provinsi Bali,” ungkapnya. (rls/tim)





















