• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Dikagumi Akademisi Jepang, Kampung Bali Bekasi Cocok Menjadi Destinasi Study Tour di Jawa Barat

Obor Dewata by Obor Dewata
03/04/2025
in Berita
0
ket foto: turis Jepang foto bersama dengan warga Kampung Bali Bekasi.

165
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030

Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya

JAKARTA, OborDewata.com – Mengulik keberagaman di Kota Bekasi memang tidak ada habisnya. Cerminan sebagai kota harmoni (toleran) terbaik kedua se-Indonesia, tak hanya menjadi perbincangan nasional namun juga di kalangan internasional. Salah satunya adalah Yukako, peneliti dari Tokyo University of Foreign Studies. Bersama akademisi lain, Cie, dosen musik tradisional dari Jepang, mereka secara khusus menghadiri ritual Pengerupukan di Kampung Bali Bekasi (KBB), pada Jumat, (28/03/2025).

Menurut keterangan dari Wakil Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) KBB, Ketut Budiasa, ritual Pengerupukan atau Ngerupuk merupakan kegiatan yang rutin di lingkungannya. Tepatnya sehari menjelang Hari Raya Nyepi, setiap tahun. “Pengerupukan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, esensinya menetralisir (menyeimbangkan) kekuatan semesta,” ungkapnya.

Budiasa menambahkan, kegiatan Ngerupuk ini melibatkan warga Kampung Bali Bekasi mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Ketika hari memasuki malam (Sandhya Kala) mereka berbondong-bondong membawa obor atau prakpak dan kentongan. Selain itu, warga juga memainkan musik Baleganjur khas Bali. Saat Ngerupuk, beberapa perlengkapan ritual turut digunakan, seperti ogoh-ogoh mini, sapu lidi, bambu, nasi caru, tirta caru, dan tirta amrta. Tampilnya berbagai elemen tersebut menambah keunikan prosesi dan menggambarkan kekayaan tradisi Hindu Bali yang tetap lestari meski berada di perantauan.

Kekaguman Yukako Terhadap Harmoni Budaya di Kampung Bali Bekasi

Sementara itu, sebagai seorang peneliti, Yukako mengaku kagum dengan bagaimana masyarakat Bali di Bekasi tetap menjaga tradisi dan budayanya di tengah kehidupan urban yang modern.

Kehadirannya bukan hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai bagian dari penelitian yang tengah ia susun.  Dosen Tokyo University of Foreign Studies tersebut mengaku akan menulis buku tentang kehidupan warga Bali yang tinggal di Jakarta, Bekasi, termasuk di Kampung Bali Bekasi.

“Ini adalah pengalaman luar biasa, saya sangat senang. Saya kagum melihat bagaimana tradisi Bali dapat bertahan dan beradaptasi, menyatu di lingkungan yang berbeda, ini unik banget,” ujar Yukako.

Hal senada diungkapkan oleh Cie, Ia mengaku sudah pernah ke Bali dua kali, namun tak pernah berpikir bisa merasakan adanya Bali di Jakarta dan sekitarnya.

“Dua hari lagi saya akan kembali ke Jepang, setelah menyelesaikan urusan kerja sama kampus di beberapa kota di Indonesia, dan hari ini luar biasa pengalaman di Kampung Bali Bekasi, saya terkesan merasa seperti sedang ada di Bali,” ungkap Cie, dosen musik tradisional Jepang.

Selain akademisi dari Jepang, acara sakral Pengerupukan di KBB juga didokumentasikan oleh mahasiswa dari beberapa kampus untuk kepentingan penelitian dan penulisan tugas akhir. Diantaranya, Nur Safitri, Mahasiswi Antropologi Budaya dari  Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Elbitta Fatima, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan Rangga Putra Segara, Mahasiswa Ilmu Komunikasi STIKOM Inter Studi Jakarta.

Turut hadir dalam acara ini Ketua RT. 11, Ibu Puji Lestari, serta perwakilan keamanan setempat seperti Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Harapan Jaya. Kehadiran mereka menegaskan dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan tradisi adi luhung warisan nusantara serta memastikan jalannya ritual tetap aman dan tertib.

Pesona Kampung Bali Bekasi

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pokdarwis KBB, I Wayan Widana, memaparkan tentang pesona Kampung Bali Bekasi (KBB). Menempati lokasi di Kavling Harapan Kita, RT. 11, RW. 09, Jalan Merpati Bali, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. KBB memiliki sejarah yang menarik.

Sejak tahun 1986, kawasan ini mulai dihuni oleh tiga keluarga Bali, yaitu I Ketut Kana, I Made Suma, dan I Wayan Widana atas rekomendasi dari Alm. I Ketut Konek. Keberadaan mereka menjadi cikal bakal berkembangnya komunitas Hindu Bali di daerah ini.

Pada tahun 1990-an, jumlah warga Bali di Kampung ini semakin bertambah berkat sistem rekomendasi dari mulut ke mulut. Kini warga Bali berjumlah 20 KK (Kepala Keluarga) dari total 64 KK di RT. 11. Mayoritas dari mereka memiliki latar belakang sebagai seniman. Oleh karena itu, mereka kerap mendapat kepercayaan untuk mengisi berbagai acara seni dan budaya di lingkungan sekitar.

Bahkan, nama Jalan Merpati 21 terkenal dengan sebutan “Merpati Bali”. Ini karena seringnya warga Bali berjalan kaki atau menaiki becak dengan pakaian adat Bali saat beribadah ke Pura.

Turut menambahkan, I Wayan Agus Sumarjaya selaku Sekretaris Pokdarwis KBB mengatakan, Pada 6 September 2020, atas informasi yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi oleh Isma Yusliyanti (Sekretaris Kelurahan Harapan Jaya saat itu), Wakil Wali Kota Bekasi saat itu, Tri Adhianto (yang kini menjadi Wali Kota) beserta jajarannya, bersama tim media, mengunjungi Kampung Bali Bekasi untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, kampung tersebut diberi nama Kampung Bali Bekasi, kemudian dikenal luas dan dipromosikan sebagai calon destinasi wisata budaya baru di Bekasi.

“Keberadaan Kampung Bali Bekasi sudah pernah mendapatkan kunjungan dari Sekretaris Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani. Kemudian, Gubernur Jawa Barat periode sebelumnya, Ridwan Kamil, Anggota DPRD Kota Bekasi Eni Widhiastuti, Pangdam Jaya saat itu, Mayjen TNI Untung Budiharjo, hingga Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija” ujar Wayan Agus.

Serupa, sebagai bentuk dukungannya, Kodim 0507/Bekasi memberi julukan “Kampung Pancasila Bernuansa Bali” kepada Kampung Bali Bekasi. Sedangkan Polres Bekasi menamakannya sebagai “Kampung Tangguh.”

“Julukan ini diberikan karena masyarakatnya dinilai berhasil menjaga harmoni. Wujudkan toleransi antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Wayan Agus.

Kampung Bali Bekasi Sebagai Destinasi Wisata Edukasi dan Budaya

Merespon antusiasme Yukako dan Cie dari Jepang, serta kehadiran mahasiswa tingkat akhir dari berbagai kampus ternama di Indonesia, membuat akademisi warga Hindu Bali dari Bekasi ikut angkat bicara. Dosen manajemen yang juga Analis Ahli Madya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), I Dewa Gede, menyebutnya sebagai momentum KBB untuk semakin maju.

Dalam keterangannya pada Selasa, (1/4/2025) Dewa menilai keberadaan KBB dapat menjadi alternatif destinasi wisata edukasi dan budaya. Apalagi di tengah kebijakan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar outing class dilakukan di dalam kota di wilayah Jawa Barat dan bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Provinsi Jawa Barat.

“Adanya apresiasi dari kalangan internasional, menempatkan Kampung Bali Bekasi layak menjadi destinasi wisata edukasi. Baik bagi anak-anak sekolah di Bekasi Raya maupun Jawa Barat, untuk outing class atau study tour. Siswa-siswa yang mengunjungi KBB bisa mendapatkan pengalaman seperti berkunjung ke Pulau Dewata, Bali,” ujar Dewa.

Aktivis organisasi keagamaan Hindu di Kota Bekasi tersebut menggaris-bawahi perlunya dukungan pemimpin daerah. Baik itu dari Wali Kota maupun Gubernur Jawa Barat memberikan dukungan nyata. Dewa menambahkan, fasilitas dari pemerintah akan menjadi daya dukung dari potensi wisata budaya dan wisata edukasi. Ia menyebut seperti keberadaan tempat parkir.  Tidak kalah pentingnya menghadirkan store untuk berjualan pernak-pernik khas Bali dan khas lokal Bekasi serta khas nusantara lainnya.

“Dengan dukungan pemerintah, KBB berpotensi untuk berkembang. Pengunjung tak hanya bisa melihat suasana ala Bali seperti hiasan dan suguhan budaya lainnya. Namun para wisatawan dalam hal ini anak-anak sekolah bisa ikut merasakan.  Ikut terjun praktik bagaimana cara mejejahitan (menghias janur khas Bali), workshop tari Bali, dan bahkan suasana belanja oleh-oleh persis seperti di Bali,” imbuhnya.

Dewa lalu menyambung, selain bermanfaat bagi generasi muda dalam memahami keberagaman dan mencintai budaya nusantara, jika pemerintah daerah serius menggarap potensi KKB, tentu bisa memunculkan efek multiplier yang berdampak bagi pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat setempat. gus/sathya

 

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati
Berita

Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati

17/09/2026
Berita

Ketimpangan UMP Mengancam Pariwisata Bali: Arun Bali Peringatkan Potensi Penurunan Kelas Wisatawan

16/09/2026
Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD
Berita

Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD

20/08/2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka
Berita

Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

15/08/2026
Dukung Belanja Infrastruktur 59,8 Persen DPRD Badung Ingatkan Soal Kemampuan Fiskal Daerah
Berita

Dukung Belanja Infrastruktur 59,8 Persen DPRD Badung Ingatkan Soal Kemampuan Fiskal Daerah

13/08/2026
Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama
Berita

Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama

07/08/2026
Next Post
BEM Unud Akan Konsolidasi Perihal Kerjasama Unud dengan Militer

BEM Unud Akan Konsolidasi Perihal Kerjasama Unud dengan Militer

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030

OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030

04/10/2026
Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya

Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya

04/10/2026
PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

03/10/2026
Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

01/10/2026
Currently Playing
OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030

OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030

04/10/2026
Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya

Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya

04/10/2026
PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

03/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d