• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Makna Penjor di Penampahan Galungan, Tegakkan Dharma

Astra by Astra
22/04/2025
in Sosial Budaya
0
Penjor sebagai lambang wujud gunung tertinggi yang merupakan tempat berstananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasiNya.

167
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kalender Rahinan & Piodalan Hindu Selama Bulan Juli 2026

Netralisir Bhuta Amengkurat & Persiapan Sambut Roh Leluhur

BALI, OborDewata,com  – 23 April 2025, umat Hindu kembali merayakan hari suci Galungan. Salah satu ciri khas Galungan di Bali, adalah dengan pendirian penjor.

Biasanya penjor terpasang sehari sebelum Galungan, alias saat penampahan. Penjor termasuk perlengkapan upacara dan upakara Hari Suci Galungan, yang memiliki posisi sakral dan suci.

Oleh karena itu, pembuatan dan pemasangannya tidak boleh sembarangan dengan tujuan agar penjor yang bernilai suci ini tetap suci.

Serta sebagai salah satu bagian upacara dan upakara, dalam mengagungkan kekuatan dan kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasiNya.

Hari suci Galungan, menurut tradisi umat Hindu di Bali setiap 6 bulan sekali atau rerainan jagat (piodalan gumi). Salah satu sebagai perlengkapan merayakan hari suci Galungan, para umat Hindu di Bali membuat penjor.

Oleh karena itu, penjor sebagai lambang wujud gunung tertinggi yang merupakan tempat berstananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasiNya.

Di samping itu, gunung juga memberi kesejahteraan, kesuburan dan sumber kebahagiaan bagi hidup umat manusia. Sarana upacara penjor terdiri sebatang bambu, sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ujungnya melengkung ke bawah. Hal itu, sebagai simbol Rwa Bhineda yaitu ada Dharma dan Adharma, atau baik dan tidak baik.

“Hal tersebut dari wujud bambu itu sendiri, ada yang lurus sebagai simbol kebenaran dan ada yang melengkung ke bawah sebagai simbol ketidakbenaran,” ucap Jero Mangku Ketut Maliarsa.

Selain itu, bahwa bambu sebagai sarana membuat penjor karena bambu sebagai lambang atma dan paramaatma yang merupakan satu- kesatuan dalam menjiwai kehidupan manusia.

Dengan simbol itu, umat Hindu harapannya membangkitkan semangat Dharma untuk mampu mengalahkan sifat- sifat Adharma.

Sehingga dengan menancapkan penjor ke tanah, sebagai kebangkitan Dharma melawan Adharma. Dan mampu memperoleh kemenangan Dharma.

Selain itu, penjor terhiasi dengan janur, plawa(campuran dari daun cemara, daun endong ,pakis aji, dan lain sebagainya).

Sebagai wujud syukur dan terima kasih atas kemurahan limpahan kesejahteraan, dan kesuburan juga berupa hasil bumi berupa pala gantung dan pala bungkah, seperti buah jagung, mentimun, kelapa, pisang, jaje begina, jaje uli, umbi-umbian seperti umbi ketela, keladi dan lainnya.

“Penjor Galungan sakral, karena berfilosofi sebagai lambang keagungan dan kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa beserta prabhawaNya. Sehingga umat Hindu di Bali mengekspresikan rasa syukur, dan rasa terimakasih serta mengagungkan kebesaran Tuhan, pada saat hari suci Galungan dengan salah satunya membuat penjor,” ucap Pemangku Pura Campuhan Windhu Segara.

Pemasangan penjor Galungan mulai pada hari penampahan Galungan, sebagai simbol mulai para umat Hindu membangkitkan pikiran, tingkah laku, dan kata-kata menuju kebenaran (Dharma). Sehingga memulai membangkitkan dan memegang teguh prinsip Dharma untuk melawan Adharma.

Selain itu, penjor terpasang di depan rumah tempat keluar (lebuh) sebelah kanan sebagai simbol pemegang dan pelaksana kebenaran (Dharma).

Posisi ini tergantung pada lokasi rumah, yaitu jika rumah menghadap ke timur berarti pemasangan penjor di sebelah selatan menghadap ke jalan. Begitu seterusnya yang penting di sebelah janan pintu keluar rumah.

Pencabutan penjor hari suci Galungan yaitu 35 hari dari saat Anggara Dungulan ( hari penampahan Galungan) sampai pada hari Pegatwakan atau Hari Suci Buda Kliwon Pahang.

“Yang tidak kalah pentingnya, bahwa penjor Galungan juga perwujudan Naga Basuki dan Naga Anata Boga sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan,” sebutnya.

Untuk itulah, penjor di depan di pasang sanggah cucuk melengkung. Sebagai simbol Ardha Candra dan juga lambang kepala naga.(SHA)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: galunganpenampahanpenjor
spot_img
Astra

Astra

Related Posts

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu
Sosial Budaya

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu

23/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Sosial Budaya

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk
Sosial Budaya

Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk

11/10/2026
Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali
Sosial Budaya

Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali

11/10/2026
Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi  Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan
Nasional

Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

10/10/2026
Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia
Sosial Budaya

Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia

09/10/2026
Next Post
Penggunaan Ental Sebagai Bahan Penjor Merupakan Adaptasi Perubahan Sosial dan Teknologi

Penggunaan Ental Sebagai Bahan Penjor Merupakan Adaptasi Perubahan Sosial dan Teknologi

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

04/06/2025
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Bupati Sanjaya Terima Kunjungan Dubes RI untuk Yunani

Bupati Sanjaya Terima Kunjungan Dubes RI untuk Yunani

23/10/2026
Kemiskinan  Proporsional Turun, Jumlah Penduduk Miskin Tetap Tinggi

Nasib Pekerja Indonesia di Bawah Bayang-bayang PHK yang Terus Meningkat

23/10/2026
TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu

23/10/2026
Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader

Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader

23/10/2026
Currently Playing
Bupati Sanjaya Terima Kunjungan Dubes RI untuk Yunani

Bupati Sanjaya Terima Kunjungan Dubes RI untuk Yunani

23/10/2026
Kemiskinan  Proporsional Turun, Jumlah Penduduk Miskin Tetap Tinggi

Nasib Pekerja Indonesia di Bawah Bayang-bayang PHK yang Terus Meningkat

23/10/2026
TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu

23/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d