• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Penggunaan Ental Sebagai Bahan Penjor Merupakan Adaptasi Perubahan Sosial dan Teknologi

Obor Dewata by Obor Dewata
Rabu, 23 April 2025
in Sosial Budaya
0
Penggunaan Ental Sebagai Bahan Penjor Merupakan Adaptasi Perubahan Sosial dan Teknologi
ket foto: Penjor berbahan ental
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

GIANYAR, OborDewata.com – Tak sedikit Warga Hindu kini sudah beralih menggunakan penjor ental (daun aren) untuk upacara Galungan, karena dianggap lebih kuat dan tahan lama dibandingkan bahan penjor tradisional. Bahan ental juga dianggap lebih menarik dan mudah diolah, sehingga banyak yang memilihnya untuk membuat penjor yang lebih tahan lama dan indah.

Penjor sendiri merupakan bagian penting dalam upacara Galungan, simbol kesucian dan kesejahteraan, dan pemasangannya memiliki makna filosofis yang mendalam. Penggunaan ental sebagai bahan penjor merupakan adaptasi dari perubahan sosial dan teknologi, namun tetap mempertahankan makna dan fungsi penjor sebagai simbol keagamaan. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan warga perlu penggunaan penjor ental. Pasalnya, ental dinilai lebih kuat dan tahan lama dibandingkan bahan penjor tradisional, sehingga penjor yang terbuat dari ental dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak. selain itu, Penjor ental dianggap lebih menarik dan mudah diolah, sehingga dapat menciptakan penjor yang lebih indah dan artistik. Salah satu warga, Ketut Afga mengatakan sejak beberapa tahun Lalu Dirinya sudah beralih menggunakan hiasan Penjor berbahan ental. Selain praktis dan ekonomis penggunaan ental dianggap lebih awet dan Penjor akan terlihat lebih indah.

Baca Juga :  Kuningan Jangan Mebanten & Sembahyang Lewat Jam 12 Siang

“Tiang membeli hiasan Penjor yang sudah jadi dan tinggal dipasang dan harganya juga lebih terjangkau dan mudah didapat, ketimbang menggunakan janur,”  tambah, Ketut afga.

Penggunaan ental sebagai bahan penjor merupakan adaptasi dari perubahan sosial dan teknologi, namun tetap mempertahankan makna dan fungsi penjor sebagai simbol keagamaan. Namun demikian Perlu diingat bahwa ental yang diolah dengan bahan kimia (seperti formalin) untuk membuat janur yang bersih dan tahan lama memiliki efek samping. Beberapa warga mungkin lebih memilih ental yang tidak diolah dengan bahan kimia untuk menjaga keaslian dan keberkahan penjor.

Namun demikian ditengah gempuran serba praktis dalam pembuatan Penjor saat ini, tak sedikit warga juga tetap mempertahankan cara tradisional dalam membuat Penjor. seperti mempertahankan penggunaan janur kelapa dan aren sebagai hiasan penjo. Dalam kesimpulannya, beralih ke penjor ental adalah sebuah inovasi yang dapat meningkatkan kualitas penjor dan memberikan kesan yang lebih modern, tanpa kehilangan makna dan fungsi penjor sebagai simbol keagamaan. ri/sathya

Baca Juga :  Srikandi PP Bali Kibarkan Pataka, Tandakan Sikap Dukung Penuh Kegiatan Kesbangpol Bali
Previous Post

Makna Penjor di Penampahan Galungan, Tegakkan Dharma

Next Post

Usai Galungan dan Kuningan Diprediksi Jumlah Sampah Meningkat 30 Persen di Bali

Next Post
Jadwal Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Ingatkan Jangan Bawa Sampah

Usai Galungan dan Kuningan Diprediksi Jumlah Sampah Meningkat 30 Persen di Bali

Sorry, there was a YouTube error.
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.