Nasional

Umat Hindu Negara Belanda Bangun Pura Pertama di Kallenkote Overijssel Netherland

Gelar upacara Ngenteg Linggih pada Hari Raya Kuningan
992 Views

BELANDA, OborDewata.com – Komunitas Hindu Bali, yang ada di Belanda akhirnya memiliki tempat ibadah atau pura sebagai tempat persembahyangan serta bertemunya sesama umat Hindu yang merantau ke negera kincir angin tersebut.

Pura Shanta Citta Bhuwana berdiri Di Taman Indonesia Kallenkote Overijssel Netherlands. Pura ini rampung dibangun pada tanggal 28 November 2024 lalu dan disusul upacara peresmian Oleh duta besar Indonesia di kerajaan Belanda sekaligus pemelaspaan kecil pada ( 30/11/ 2024).

Proses pendirian Pelinggih di Pura Shanta Citta Bhuwana bukan perkara mudah bagi komunitas Hindu di Belanda. Banyak tantangan dan hambatan yang musti dilalui. Atas inisiasi Ibu Made Aniadi dengan Taman Indonesia Kallenkote Belanda bersama Kementerian Parekraf, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Politeknik Pariwisata Bali dan ISI Bali, gagasan membangun Pura oleh komunitas Bali di Belanda dapat dicapai walaupun dibangun secara bertahap. Diawali dengan hibah Padmasana dan Pangrurah dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang langsung dikirim ke Taman Indonesia Kallenkote Belanda dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Bali Abdi Samasta. Untuk material Pelinggih menggunakan batu Padas hitam dan langsung didatangkan dari Karangasem Bali. Proses penyusunan Pelinggih berlangsung kurang dari sepuluh hari dari 18 hingga 28 November 2024. Pengerjaan dilakukan siang dan bahkan malam hari dengan menghadirkan Racana Desain, I Kadek Sosiawan, dibantu umat dan warga setempat.

Ibu Made Aniadi selaku penginisiasi pembangunan pura tersebut mengatakan setelah diresmikan pada tanggal 30 November lalu, Komunitas dan warga Hindu di Belanda, Berencana akan melakukan upacara Pamelaspas Ngenteg Linggih yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2025, bertepatan dengan hari Raya Kuningan (Tumpek Kuningan Saniscara Kliwon, Wuku Kuningan).

“Perakitan Pelinggih Di Pura Shanta Citta Bhuwana sebenarnya sudah kami Rencanakan sejak Februari 2024. Namun karena terkendala Biaya baru terealisasi bulan November 2024″ Sambung Made Aniadi”.

Pada upacara tersebut direncanakan akan mengundang gubernur Bali Wayan Koster dan mendatangkan Ida begawan dari Bali sebagai pemimpin upacara. Selain itu juga akan mengundang Duta Besar RI untuk Belanda, Wali Kota Kallenkote, Kepala Pemerintah Daerah (gemente), Kepala Taman Indonesia Kallenlote, Ketua Yayasan Bali Abdi Samasta, Kepala Komunitas Hindu Bali se Eropa, ISI Bali, dan Racana Desain.

“Jumlah Umat Hindu Di Kallenkote, Belanda Hingga saat ini baru terdata sekitar 250 Orang. Kami akan terus melakukan pendataan dan akan mengundang mereka untuk hadir pada upacara pemelaspaan Pura”Lanjut Made Aniadi.

Upakara akan Dipuput oleh Ida Bagawan dengan diiringi Topeng pajegan dari Bali serta penabuh dari komunitas Hindu Bali Belanda. Upacara akan dilakukan seharian dan penyineban di laksanakan pada
tanggal 4 Mei 2025 di pagi hari.

Perjuangan hidup komunitas Bali di negeri Belanda tidaklah mudah dilakukan, karena
perbedaan budaya yang sangat tinggi dan perjuangan hidup serta kehidupan dalam
memenuhi kebutuhan sehari-hari pada saat awal ke Belanda bukanlah hal yang mudah.

Atas dorongan hati akan ajaran dan cita-cita yang sangat tinggi, komunitas Bali bekerja
keras dan bertekad untuk mendirikan tempat suci agar menjadi tempat berkumpul sesama perantau untuk bertukar kata hati dalam keheningan di tempat yang lapang dan meneduhkan pikiran hingga akhirnya Berdirilah Pura Santha Citta Bhuwana di Kallenkote Belanda.

“Semoga semangat kami Mendirikan Tempat Ibadah Pura ini nantinya menjadi warisan bagi umat Hindu yang Tinggal dan merantau Ke Negara Kincir Angin ini” Tutup Made Aniadi. ar/sathya