Olahraga

Jaring Bibit Potensial, 343 Atlet Pelajar Ikuti Kejuaraan Silat Bupati Tabanan Cup 2026

888 Views

TABANAN, OborDewata.com – Sebanyak 343 atlet pelajar dari tingkat SD hingga SMA atau sederajat bertarung dalam Kejuaraan Silat Bupati Tabanan Cup 2026 yang resmi dibuka pada Kamis (9/4) di GOR Debes. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tabanan menjadikan ajang rutin ini sebagai wadah utama menjaring bibit-bibit pesilat potensial untuk menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi mendatang. Kejuaraan yang sudah berlangsung ke sekian kalinya ini dibuka Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, dan akan berlangsung sampai 12 April 2026.

Ketua IPSI Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan persiapan strategis menyambut Porsenijar tingkat provinsi pada Juli 2026 dan Porprov Bali 2027. Pihaknya berupaya menjaga agar pencak silat tetap menjadi olahraga pilihan utama di kalangan generasi muda. “Jadi kami ingin memastikan bahwa pencak silat masih menjadi olahraga yang favorit di lingkungan sekolah. Di masyarakat Tabanan,” tegasnya. Eka Putra menambahkan, bela diri silat merupakan cabang olahraga yang konsisten menyumbangkan medali emas bagi Tabanan.

Selain fokus pada prestasi, pendidikan etika dan pelestarian seni budaya juga menjadi nilai penting yang diajarkan kepada para pesilat muda. “Anak-anak ini diajarkan bagaimana menjaga silat sebagai warisan budaya. Ada pendidikan bela diri, seninya, bahkan etikanya,” pungkasnya. Ratusan pesilat tersebut berasal dari puluhan sekolah dari SD sampai SMA di seluruh wilayah Tabanan.

Sekretaris Panitia Kejuaraan Silat Bupati Tabanan Cup 2026, I Made Dwi Agung Sastrawan, mengungkapkan bahwa kejuaraan tersebut mempertandingan 51 kelas pertandingan. Seluruh kelas pertandingan itu dibagi lagi ke dalam puluhan kategori sesuai jenjang usia peserta. “Secara keseluruhan peserta kejuaraan ini sebanyak 343 orang atlet yang berasal dari 79 sekolah yang ada di Tabanan,” ujar Agung.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, saat memberikan sambutan dan membuka kejuaraan meminta agar keberadaan pencak silat di tengah masyarakat bukan sekadar keterampilan bela diri, melainkan warisan budaya yang menanamkan disiplin dan karakter.           Ia berharap kejuaraan ini menjadi batu loncatan bagi para atlet untuk berprestasi di level yang lebih tinggi.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Dirga. mang/tra