• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Nasional

Diah Safira Prananda Membumikan “Tat Twam Asi” Saat Jiwa Seni Bung Karno Bersemi di Pesisir Sanur

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
Minggu, 1 Maret 2026
in Nasional
0
Diah Safira Prananda Membumikan “Tat Twam Asi” Saat Jiwa Seni Bung Karno Bersemi di Pesisir Sanur
Ket foto: Diah Safira Prananda.
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR, OborDewata.com – Sabtu malam di Bali Beach Convention Sanur bukan sekadar peragaan busana biasa. Di bawah pendar lampu panggung, sejarah dan filosofi luhur seolah hidup kembali. Acara bertajuk Singgasana Seni Bung Karno sukses menyulap kerinduan akan sosok Sang Proklamator menjadi sebuah mahakarya kolaborasi yang memukau ribuan pasang mata.

Diselenggarakan oleh Mahagaya Pagelaran Persona (MPP), acara ini tidak hanya memamerkan estetika, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang kemanusiaan dan kebangsaan melalui tema Tat Twam Asi.

Diah Safira Prananda, sang nakhoda di balik layar sebagai Ketua Panitia, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bukanlah tanpa alasan. Tat Twam Asi, sebuah filosofi Hindu yang berarti “Aku adalah kamu,” diterjemahkan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada seluruh makhluk hidup.

“Singgasana Seni Bung Karno hari ini temanya kita ambil dari perkataan Tat Twam Asi. Makanya koleksi-koleksi yang kita tampilkan hari ini banyak mengambil napas flora dan fauna,” ujar Safira dengan penuh semangat.

Baca Juga :  Segenap Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Badung Mengucapkan Selamat Tahun Baru Caka 1946

Pesan tersebut tertuang nyata dalam helai demi helai kain yang melenggang di atas catwalk. Motif kupu-kupu yang anggun, siluet burung yang gagah, hingga rincian bunga-bunga tropis menjadi primadona. Kesan Bali semakin kental dengan tatanan rambut model yang mengadopsi gaya perempuan Bali modern—rambut panjang berkepang yang tetap terlihat chic dan relevan dengan zaman.

Tak sekadar berjalan tegak, para model juga menyisipkan gerakan tarian Bali yang dinamis dalam setiap langkahnya. “Karena diadakan di Bali, kami ingin unsur lokalnya benar-benar terasa, mulai dari desain baju hingga koreografinya,” tambah putri dari pasangan Muhammad Prananda dan Nancy Prananda ini.

Kehadiran Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, yang didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, menambah kekhidmatan acara. Mereka menyaksikan bagaimana warisan artistik Bung Karno diinterpretasikan ulang oleh generasi muda secara kreatif.

Baca Juga :  Logo PHDI Sudah Bersertifikat Hak Merk dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham

Di balik gemerlap lampu panggung, ada denyut ekonomi yang berdetak kencang. Acara yang digagas atas arahan Mas Prananda Prabowo, Dana, dan Henky ini menjadi panggung besar bagi 72 UMKM perajin di bawah binaan Ibu Putri Suastini Koster. 22 IKM kuliner, termasuk melibatkan saudara-saudara kita dari komunitas disabilitas.

Panitia menargetkan perputaran ekonomi mencapai Rp 2,5 miliar, sebuah angka yang membuktikan bahwa seni dan budaya bisa menjadi mesin penggerak kesejahteraan rakyat yang nyata.

isu pembukaan perdana dari rangkaian Singgasana Seni Bung Karno. Ke depan, spirit “Tat Twam Asi” ini akan dibawa berkeliling ke berbagai kota besar di tanah air untuk terus menginspirasi generasi muda agar tidak lupa pada akar budayanya sendiri.

Singgasana Seni Bung Karno bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan upaya untuk memastikan bahwa jiwa seni dan keberpihakan pada rakyat kecil yang diajarkan Bung Karno tetap abadi di hati anak muda Indonesia. mas/tra

Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Hadiri Peringatan Peristiwa Bom Bali di Pantai Merusaka, Nusa Dua

 

Previous Post

Singgasana Seni Bung Karno Hidupkan Kembali ‘Napas Estetika’ Sang Proklamator

Next Post

Dewan Badung Ungkap Tri Hita Trans dalam Industri Transportasi Wisata Untungkan Driver Lokal

Next Post
Dewan Badung Ungkap Tri Hita Trans dalam Industri Transportasi Wisata Untungkan Driver Lokal

Dewan Badung Ungkap Tri Hita Trans dalam Industri Transportasi Wisata Untungkan Driver Lokal

Sorry, there was a YouTube error.
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.