BIMA, OborDewata.com – Harapan masyarakat Desa Mawu, Kabupaten Bima, untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman mendapat dukungan PT Pegadaian (Persero). Melalui Program Pegadaian Peduli, Pegadaian Cabang Rasanae menyalurkan bantuan sebesar Rp275 juta untuk pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Rabu (26/8/2026).
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan jembatan yang selama puluhan tahun dinantikan masyarakat. Keberadaan Jembatan Raba Sa’u dinilai memiliki peran penting karena menjadi salah satu akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya digunakan untuk mobilitas masyarakat, akses tersebut juga menjadi jalur yang dilalui anak-anak sekolah setiap hari. Kondisi jembatan yang selama ini belum memadai membuat aspek keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian, terutama bagi pelajar yang melintasi jalur tersebut untuk pergi dan pulang sekolah.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra, Edy Purwanto, mengatakan pihaknya melihat pembangunan jembatan tersebut memiliki manfaat luas bagi masyarakat Desa Mawu.
“Pembangunan Jembatan Raba Sa’u memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Desa Mawu. Selama puluhan tahun, jembatan ini menjadi harapan masyarakat. Terlebih, akses ini juga digunakan anak-anak sekolah dalam aktivitas mereka sehari-hari,” ujar Edy.
Menurut dia, melalui Program Pegadaian Peduli, perusahaan berupaya ikut berkontribusi dalam mewujudkan fasilitas publik yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Edy berharap bantuan yang diberikan dapat memperlancar proses pembangunan hingga jembatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung proses pembangunan Jembatan Raba Sa’u sehingga nantinya masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Semoga jembatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mawu,” katanya.
Hal senada disampaikan Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae, Taufikurrahman. Ia menyebut pembangunan jembatan tersebut merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan warga.
“Jembatan ini sudah menjadi harapan masyarakat selama puluhan tahun. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah aktivitas anak-anak sekolah yang menggunakan akses ini setiap hari,” ujarnya.
Taufikurrahman berharap keberadaan jembatan yang lebih layak nantinya tidak hanya memberikan rasa aman bagi pelajar, tetapi juga mempermudah mobilitas masyarakat secara umum.
Menurutnya, akses yang baik akan berdampak terhadap berbagai aktivitas warga, mulai dari kegiatan sosial hingga perekonomian.
“Bukan hanya anak-anak sekolah, masyarakat secara umum akan merasakan manfaatnya. Aktivitas ekonomi, sosial maupun mobilitas warga akan menjadi lebih mudah,” katanya.
Penyaluran bantuan Rp275 juta tersebut menjadi bagian dari komitmen sosial Pegadaian melalui Program Pegadaian Peduli. Program ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan sarana dan prasarana yang memiliki manfaat langsung serta berkelanjutan.
Dengan dukungan tersebut, pembangunan Jembatan Raba Sa’u diharapkan segera terealisasi sehingga masyarakat Desa Mawu memiliki akses penghubung yang lebih aman dan nyaman. Bagi anak-anak sekolah, jembatan ini juga diharapkan menjadi jalur yang lebih layak untuk menunjang perjalanan mereka menuntut ilmu.
Setelah puluhan tahun menjadi harapan warga, pembangunan Jembatan Raba Sa’u kini mendapat dukungan nyata agar akses penting tersebut dapat segera dinikmati masyarakat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas mobilitas serta kehidupan warga Desa Mawu. (rls/tim)





















