MATARAM, OborDewata.com – Kopi Tujak atau Kopi Tumbuk asal Cakranegara Barat, Lombok tidak menyebabkan asam lambung, bahkan Kopi Tujak yang merupakan binaan Bank BPD Bali Cabang Mataram, ternyata memiliki varian kopi yang bisa menggairahkan vitalitas pria, ditambah lagi dengan proses pembuatan Kopi Tujak tersebut masih menggunakan kayu bakar. Karena proses pengolahan Kopi Tujak yang masih alami sehingga memiliki aroma yang khas, Kopi Tujak pun dikenal hingga ke mancanegara.
Pemilik Kopi Tujak, H Moh Najamudin, mengakui usaha yang digarapnya, akibat dirinya pensiun dari Dinas Kehutanan. Karena tidak ingin vakum akhirnya pihaknya memutuskan untuk memiliki usaha Kopi, sejalan waktu Kopi Tujak pun mulai digemari banyak orang, akhirnya pihak memutuskan untuk mencari kredit di Bank BPD Bali untuk meningkatkan produktifitasnya. Dengan dicairkannya kredit Kopi Tujak hasilnya pun tidak main, dalam sebulan seorang pensiunan H Moh Najamudin mampu memproduksi Kopi Tujak sebanyak 50 kg.
“Banyak orang luar lombok bahkan hingga ke luar negeri yang memesan bubuk kopi di kami, untuk dijual kembali dengan memakai brandnya mereka. Sedangkan kami kalau menjual sudah dengan kemasan, kami jual dengan brand Kopi Tujak,” ucapnya ketika dikunjungi di Jalan Pejanggik no54 C, Kr Jangkong RT 01, Kelurahan Cakranegara Barat, Lombok pada Sabtu (25/6/2022).
Najamudin mengakui, dalam menjual Kopi Tujak bervariasi kopi robusta per 1 Kg dibanderol Rp100.000, sedangkan kopi arabica per 1 Kg Rp125.000. Bahkan dirinya menjamin kalau kopi miliknya memiliki rasa tersendiri. Bahkan Najamudin sendiri mempunyai kopi khusus membangkitkan vitalitas pria, yang berbahan dari biji kopi tunggal. Jadi ketika diminum kopi lanang tersebut dijamin stamina gairah pria semakin meningkat. Tidak hanya kopi lanang saja, Kopi Tujuk pun juga mempunyai varian rasa lainya berupa kopi rempah. Dimana kopi rempah tersebut digabungkan dengan bumbu rempah, seperti jahe merah dan cabe liar.
“Varian kopi saya macam-macam dan berkhasiat seperti Kopi Lanang, Kopi Rempah memiliki rasa tersendiri, bahkan dipasaran pun banyak peminatnya,” ungkapnya.
Najamudin pun bersyukur, dengan sudah menjadi kreditur Bank BPD Bali banyak mengalami perubahan, produksi Kopi Tujuk maupun penjualannya semakin meningkat. Bahkan untuk memperkuat rasa, pihaknya akan mengambil bahan baku dari luar Lombok. “Dengan saya sudah menjadi kreditur Bank BPD Bali banyak inovasi, sebab saya harus membuat pasar sendiri, dan serta mempunyai rasa yang khas. Dan saya harap Bank BPD Bali bisa memfasilitasi kami untuk memiliki mesin grinder kopi, untuk lebih meningkatkan produktifitas kami,” harapnya. sathya

