• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Punya Makna Penting, Berikut Upacara Saat Wuku Kuningan di Bali

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
03/10/2024
in Berita
0

166
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kecelakaan Tunggal di Tol Bali Mandara, WNA Ausie Dibawa ke RS

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh Positif Hingga Akhir 2026

DENPASAR, OborDewata.com – Selain hari suci Kuningan, ada beberapa hari penting dalam wuku Kuningan. Tertulis di dalam lontar Sundarigama, hari suci pada wuku Kuningan dimulai pada hari Minggu Wage Kuningan yang disebut Pamaridan Guru.

Umat Hindu meyakini, pada hari itu para dewa kembali ke surga dan meninggalkan anugerah kehidupan (amerta). Serta umur panjang kepada setiap makhluk, terutama kepada manusia oleh para dewa di dunia ini.

Oleh sebab itu, hari Pamaridan Guru juga disebut Ulihan atau pemulangan. Umat Hindu di Bali membuat sesajen berupa tipat kelanan, canang raka, wangi-wangian, patirta gocara (air suci). Sebagai ungkapan rasa bakti dan terimakasih, atas segala rahmat dan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa kepada umat manusia dan isi alam semesta.

Selanjutnya, pada Senin Kliwon Kuningan disebut Pemacekan Agung. Banyak orang percaya hari itu, merupakan hari yang cukup menyeramkan. Sehingga orang tua berpesan pada anaknya tidak main jauh, atau menaiki pohon.

Tatkala Pemacekan Agung, umat menyuguhkan sesajen berupa segehan agung di jalan masuk rumah. Dengan pula memotong ayam sumulung, atau ayam yang masih kecil. Maknanya adalah agar seluruh pasukan bhuta kala dari Sang Bhuta Galungan mundur dan kembali ke alamnya, yaitu bhutaloka.

Sehingga tidak menganggu keseimbangan dan keharmonisan alam semesta ini. Bhuta disomia dengan sesajen suci, agar energi positif kembali ke dunia ini. Perlu diketahui, bahwa Sang Bhuta Galungan adalah bagian dari Sang Hyang Kala Tiga yang turun ke bumi sebelum Galungan.

Sang Hyang Kala Tiga ini, adalah Bhuta Dungulan, Bhuta Amengkurat, dan Bhuta Galungan. Mereka bertujuan menggoda manusia, agar tidak dapat mencapai kemenangan Dharma. Untuk itulah umat Hindu di Bali mengenal yang namanya penampahan Galungan.

Tak hanya Galungan, pada saat Kuningan pun dikenal penampahan Kuningan. Yaitu pada Jumat Wage Kuningan. Pada hari itu, umat Hindu diharapkan dapat mengendalikan batin dan pikirannya. Agar tetap jernih dan suci.

Pada Sabtu Kliwon Kuningan, disebut Tumpek Kuningan atau hari raya Kuningan. Saat itu diperingati sebagai turunnya para dewa dan roh leluhur ke dunia untuk menyucikan diri. Sembari menikmati persembahan umat.

Pada hari suci Kuningan, umat Hindu akan membuat persembahan dan sesajen kepada para roh leluhur dan para dewa. Berupa nasi sulanggi, tebog, raka-raka, pasucian, canang wangi-wangian, segehan agung. Serta membuat gegantungan, tamiang, caniga, yang dipasang di tepi atap bangunan.

Ada pula sesajen untuk manusia, terdiri dari sasayut, prayascita luwih, penek kuning, daging itik putih, panyeneng, tatebus dan lain sebagainya. Hal itu bermakna untuk mengheningkan batin dan pikiran, agar tetap jernih dan suci.

Dalam lontar Sundarigama, koleksi Geria Gede Banjarangkan Klungkung, disebutkan pula bahwa saat Kuningan agar umat Hindu merenung, mengetahui, memahami hakekat diri sendiri. Guna dapat menempatkan diri, serta berperan baik dan benar dalam hidup di dunia ini.

Ada pula yang unik saat Kuningan, yakni etikanya banten harus selesai dipersembahkan sebelum siang hari. Sebab dalam lontar Sundarigama, disebutkan bahwa saat hari suci Kuningan para dewa dan roh leluhur turun ke dunia pada pagi hari. Untuk memberikan anugerah keselamatan dan kesejahteraan kepada umat.

Kemudian roh leluhur dan pada dewa kembali ke surga sebelum tengah hari. Sebab diyakini, apabila umat Hindu melakukan perayaan pada siang atau bahkan sore hari, maka tidak ada para dewa dan para roh leluhur di dunia lagi karena telah kembali ke sorga. Dengan demikian perayaan siang atau sore hari dianggap sia-sia. sha/ay

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: balihari pentinghindukuningan
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Bawa Semangat #SOYAKINBISA ke Denpasar
Berita

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Bawa Semangat #SOYAKINBISA ke Denpasar

09/10/2026
DJP Bali Limpahkan Tersangka Dugaan Pidana Pajak, Kerugian Negara Ditaksir Rp3,5 Miliar
Berita

DJP Bali Limpahkan Tersangka Dugaan Pidana Pajak, Kerugian Negara Ditaksir Rp3,5 Miliar

07/10/2026
Dari Tukang Batu Alam ke Peternak, KUR BRI Bantu Budiasa Tambah Penghasilan
Berita

Dari Tukang Batu Alam ke Peternak, KUR BRI Bantu Budiasa Tambah Penghasilan

07/10/2026
Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati
Berita

Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati

17/09/2026
Berita

Ketimpangan UMP Mengancam Pariwisata Bali: Arun Bali Peringatkan Potensi Penurunan Kelas Wisatawan

16/09/2026
Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD
Berita

Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD

20/08/2026
Next Post
Tanda Pelindung Diri, Simak Makna Tamiang Saat Kuningan

Tanda Pelindung Diri, Simak Makna Tamiang Saat Kuningan

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

04/06/2025
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

22/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

20/10/2026
Pegadian Luncurkan ATM Emas, Dorong Masyarakat Menabung Emas

Pegadian Luncurkan ATM Emas, Dorong Masyarakat Menabung Emas

19/10/2026
Currently Playing
Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

22/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

20/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d