Berita

Komit Perangi Sampah Bluebird Gelar Talk Show Bertema “#bluBuatBaik Waste Station”

904 Views

BALI, OborDewata.com – Perusahaan mobilitas Bluebird Group memperkuat komitmen keberlanjutan melalui program pengelolaan sampah plastik bertajuk “#bluBuatBaik Waste Station”. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi budaya perusahaan yang mewajibkan seluruh jajarannya, termasuk pengemudi, untuk mulai meninggalkan plastik sekali pakai.

General Manager Bluebird Group Bali dan Lombok, dr. I Putu Gede Panca Wiadnyana menjelaskan dalam sebuah diskusi bersama mitra strategis di Bali, bahwa edukasi lingkungan harus dimulai dengan langkah konkret yang tegas. Sejak tahun 2017, Bluebird telah menerapkan kebijakan wajib membawa botol minum sendiri (tumbler) bagi para pengemudinya.

“Segala sesuatunya harus dipaksa. Kadang-kadang harus ada punishment di belakangnya. Jika pengemudi tidak membawa tumbler, mereka tidak bisa mendapatkan mobil untuk beroperasi,” ujarnya pada Rabu (17/12/2025).

Panca mengatakan, sejatinya langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan riset internal perusahaan, konsumen saat ini, terutama generasi muda, sangat memperhatikan gaya hidup berkelanjutan. Bluebird menyadari bahwa penyedia jasa yang tidak sejalan dengan nilai-nilai lingkungan yang dianut pelanggannya akan ditinggalkan.

“Kita harus tetap relevan (stay relevant). Jika di luar perilaku masyarakat sudah berubah tapi di dalam mobil kita belum sejalan, mereka akan meninggalkan layanan kita,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor
Program pengelolaan sampah ini tidak dilakukan sendiri. Bluebird menjalin kemitraan dengan BCA Digital dan Rekosistem, platform pengelolaan sampah untuk membangun infrastruktur yang memadai. Kerja sama ini juga melibatkan seniman lokal Bali, Bli Monash, untuk memvisualisasikan kampanye lingkungan melalui karya seni.

Selain pengurangan penggunaan plastik, Bluebird juga memiliki visi “BlueSky” dan “BlueLife” serta “BlueCorps” yang bertujuan mewujudkan perusahaan dan layanan yang berkelanjutan. Program ini mengedepankan hierarki pengelolaan sampah: Eliminasi, menghapus penggunaan plastik jika memungkinkan. Substitusi, mengganti plastik dengan bahan ramah lingkungan. Manajemen SOP, mengelola limbah plastik yang tidak bisa dihindari agar tidak mencemari lingkungan.

Dukungan Pemerintah
Inisiatif ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah melalui instansi pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang bisa ditularkan ke wilayah lain di Indonesia.

Dengan lebih dari satu juta pengguna layanan setiap harinya, Bluebird optimistis gerakan ini akan memberikan dampak besar bagi ekosistem lingkungan yang lebih bersih, khususnya di wilayah Bali yang menjadi barometer pariwisata dunia. tra/dx