• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Alas Metapa Jadi Destinasi Wisata Religi di Bangli, Adalah Lokas Bertapa Dalem Tarukan

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
Minggu, 13 Oktober 2024
in Berita
0
Alas Metapa Jadi Destinasi Wisata Religi di Bangli, Adalah Lokas Bertapa Dalem Tarukan
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANGLI, OborDewata.com – Berbicara Bali memang tidak bisa lepas dari citra sebagai destinasi wisata.

Tak hanya wisata alam dan berbagai wahana serta akomodasi, namun Bali juga kaya akan wisata spiritual atau wisata religi.

Sebab ada ribuan pura di Pulau Dewata, yang tersebar di setiap penjuru hingga ke pelosok. Satu diantaranya adalah wisata panglukatan, di mana airnya dari sumber mata air bawah tanah hingga dari batu.

Alas Metapa, merupakan salah satu di antara wisata religi yang wajib saat ke Bali. Dengan sekitar 11 pancoran di lokasi malukat, destinasi ini adalah saksi bisu tempat bertapanya Dalem Tarukan.

Lokasinya terletak di lembah Alas Tapa, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli. Airnya dingin dan sejuk, sesuai dengan kontur alam di sana yang memang masuk dataran tinggi.

Apalagi dekat dengan wilayah Besakih dan Kintamani. Wayan Suyasa, tokoh Desa Peninjoan, mengaku tidak tahu pasti sejak kapan lokasi panglukatan ini telah ada.

“Namun di pugar dan di tata ulang lagi oleh desa bersama subak setempat tahun 2018,” sebutnya.Lokasi ini, kata dia, telah ada turun-temurun dan oleh para tetua atau panglingsir menjadi cerita di sana.
“Bahkan sudah ada sejak zaman Ida Dalem Tarukan, dan beliau konon sering bertapa atau beryoga di sini,” sebutnya.
Secara umum, ia menyebutkan bhatara-bhatari yang berstana di sana salah satunya adalah Ida Dewi Danu.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak Karya Piodalan di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes Tabanan

Kemudian lebih spesifik, dari masing-masing 11 pancoran di lokasi malukat juga ada yang berstana di sana. Di antaranya ada Tirta Bulan, Tirta Julit, Tirta Alas Metapa, Tirta Surya, Tirta Barong, dan sebagainya.

Destinasi wisata spiritual ini di buka setiap hari, namun di tengah situasi pandemi tentu di batasi dengan protokol kesehatan.

Tata cara malukat, mulai dari pancoran paling barat sesuai dengan yang sudah ada di papan tulis. “Kalau baru pertama kali datang, bisa menghaturkan pejati. Namun bawa canang juga tidak masalah, yang penting ikhlas,” ujarnya.

Kemudian canang lainnya di haturkan di setiap pancoran yang ada sembari malukat. Ada kolam mata air di sebelah lokasi pancoran panglukatan, dan kolam itu di sengker oleh aparat desa.

Tujuannya, kata dia, untuk keamanan pengunjung serta menjaga kesakralan dan kesuciannya. Sebab di dalam kolam yang jernih itu, merupakan sumber mata air suci dan bagian dari Alas Metapa.

Baca Juga :  Gunakan Visual Dewa Siwa di Latar Musik DJ, Club Atlas Bisa Dijerat Pasal Penodaan Agama

Apalagi di beberapa bagian kolam, terdapat bagian yang cukup dalam sehingga berbahaya jika ada anak kecil yang main di dekat sana.

“Di dalam kolam ada klebutan yang sangat dalam,” tegasnya. Secara pasti ia belum tahu ukuran dalamnya, hanya saja di beberapa tempat bambu ukuran 8 meteran habis saat di masukkan ke dalam kolam itu.

Pantangannya, apabila pamedek dalam keadaan cuntaka tentu di larang memasuki area suci ini.

“Apalagi banyak sosok suci yang berstana di lokasi tersebut, seperti sosok naga dan pertapa lingsir di sana secara niskala,” ujarnya.

Di dekat lokasi juga ada campuhan, atau pertemuan beberapa aliran sungai. Seperti sungai Banyumas, Julit dan sebagainya.

Ia berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan dan kesucian pura, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga sopan-santun.

Berdasarkan informasi bahwa Alas Metapa memang di jadikan lokasi bertapa atau beryoga oleh para ahli spiritual sejak zaman dahulu.

Baca Juga :  Ucapan Syukur Koster Usai Dilantik, Ratusan Karangan Bunga Hiasi Kantor Gubernur Bali

Sebab konon para tokoh spiritual masa lampau, percaya dengan rajin bertapa atau yoga mampu meningkatkan spirit dan energi baik sehingga bisa moksa.
Banyak orang yang datang dan percaya, bahwa malukat ke Alas Metapa ini mampu menolak bala dan memberi kesejahteraan.

Sehingga mata air ini juga untuk melasti, nunas tirta dan sebagainya. Karena air di sana di percaya berkhasiat, maka banyak warga yang membawa air tersebut pulang ke rumah.

Tentunya jika mencari air harus menggunakan kamen dan selendang, membawa jerigen bersih dan tidak dalam kondisi cuntaka.

Sebelas pancoran di sana, berasal dari mata air sungai yang berbeda-beda, yang kemudian menjadi satu aliran lokasi panglukatan.

Di antaranya seperti Tirta Alas Tapa, Tirta Bulan, Tirta Matahari, Tirta Parasmalam, Tirta Dedari, Tirta Banyumas, Tirta Barong, Tirta Sudamala, Tirta Tunggang, Tirta Blutbut, Tirta Mampeh. Tata cara malukat, dimulai dari pancoran sebelah barat dan berakhir di timur.sha/ay/dx

Previous Post

Liga 1 Persib Bandung vs Persebaya Surabaya Tanpa Penonton, Simak Alasannya

Next Post

Bangli Bergetar, 5 Ribu Massa Siap Coblos Koster-Giri

Related Posts

Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan
Berita

Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan

Selasa, 28 Juli 2026
Genta yang Bertalu dan Air Mata Bahagia Eka Gita Kirana Menuju Pelaminan
Berita

Chiming Bells and Happy Tears: Ni Putu Eka Gita Kirani Steps Into Married Life

Senin, 27 Juli 2026
Genta yang Bertalu dan Air Mata Bahagia Eka Gita Kirana Menuju Pelaminan
Berita

Genta yang Bertalu dan Air Mata Bahagia Eka Gita Kirana Menuju Pelaminan

Senin, 27 Juli 2026
Konsep Otomatis
Berita

Lansia 70 Tahun Hilang di Bangli, Pencarian Sekala dan Niskala

Kamis, 23 Juli 2026
Pisah Sambut Camat Kuta, Dihadiri Ketua DPRD Badung dan Anggota DPRD Badung Dapil Kuta
Berita

Pisah Sambut Camat Kuta, Dihadiri Ketua DPRD Badung dan Anggota DPRD Badung Dapil Kuta

Selasa, 28 Juli 2026
Kasus HIV/AIDS di Klungkung Melonjak, Didominasi Kelompok Usia Muda
Berita

Darurat HIV/AIDS di Indonesia, Kini Makin Membidik Pelajar

Rabu, 22 Juli 2026
Next Post
Bangli Bergetar, 5 Ribu Massa Siap Coblos Koster-Giri

Bangli Bergetar, 5 Ribu Massa Siap Coblos Koster-Giri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

Selasa, 28 Juli 2026
Bupati Tabanan Salurkan Bantuan Beras PPKM Untuk Masyarakat – 2021

Bupati Tabanan Salurkan Bantuan Beras PPKM Untuk Masyarakat – 2021

Rabu, 28 Juli 2021
Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Selasa, 28 Juli 2026
Pemilik Usaha Pembuang Limbah Cemari Sungai di Denpasar Disanksi Denda Rp. 2,5 Juta

Pemilik Usaha Pembuang Limbah Cemari Sungai di Denpasar Disanksi Denda Rp. 2,5 Juta

Rabu, 13 April 2022
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Selasa, 28 Juli 2026
Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata

Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata

Selasa, 28 Juli 2026
Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan

Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan

Selasa, 28 Juli 2026
Genta yang Bertalu dan Air Mata Bahagia Eka Gita Kirana Menuju Pelaminan

Chiming Bells and Happy Tears: Ni Putu Eka Gita Kirani Steps Into Married Life

Senin, 27 Juli 2026
Currently Playing
Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Selasa, 28 Juli 2026
Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata

Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata

Selasa, 28 Juli 2026
Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan

Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan

Selasa, 28 Juli 2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com