• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Nasional

Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
09/06/2026
in Nasional, Politik
0
ket foto: Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A.

183
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

No Content Available

Yogyakarta, OborDewata.com – Hiruk pikuk pembangunan di Indonesia. Alih-alih sepenuhnya mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera sesuai mandat Pembukaan UUD 1945, ternyata fakta di lapangan menunjukkan indikasi kuat terjadinya fenomena “pembangunan yang mematikan”. Atas dasar itulah Guru Besar UGM, dan juga Pakar Sosiologi, sekaligus Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A., menilai konsep ini merujuk pada corak pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi yang mengorbankan kesejahteraan, hak, hingga lingkungan hidup masyarakat demi keuntungan sepihak.

Menurutnya, dasar Pembangunan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup manusia secara menyeluruh, bukan sekadar hanya melihat angka pertumbuhan ekonomi. Pandangan modern pun menegaskan keberhasilan pembangunan wajib diukur dari aspek pemerataan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.

“Jika pembangunan mengorbankan manusia atau alam demi pertumbuhan semata, maka itu disebut sebagai pembangunan yang mematikan atau tidak berkelanjutan,” ujarnya ketika dihubungi pada Selasa (9/6/2026).

Tadjuddin mengungkapkan, berdasarkan teoritis dari pemikir Johan Galtung dan Arturo Escobar mengenai kekerasan struktural akibat pembangunan yang timpang. Sejatinya kompilasi data nasional, terdapat lima indikator utama yang menunjukkan bagaimana proyek pembangunan di Indonesia berdampak fatal bagi masyarakat bawah, dimana hilangnya lahan pertanian dan wilayah tangkap nelayan. Ia pun menilai alih fungsi lahan menjadi biang kerok salah satu pemicu utama ambruknya sektor agraria.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam periode 2013–2019, rata-rata luas sawah di Indonesia menyusut sekitar 110.759 hektare per tahun. Imbasnya, hasil sensus pertanian 2023 menunjukkan jumlah unit usaha pertanian turun 7,42% (berkurang 2,35 juta unit) dibandingkan tahun 2013. Kajian akademik mengonfirmasi penyempitan ini memicu hilangnya mata pencaharian petani dan penurunan ketahanan pangan. Begitu juga pada sektor maritim akibat proyek reklamasi dan pencemaran. Di Kamal Muara, Jakarta Utara, penelitian tahun 2025 menemukan nelayan tradisional mengalami penurunan wilayah tangkap hingga 70% dan kejatuhan pendapatan mencapai 75%.

“Kalau dilihat pada Teluk Jakarta, kerugian ekonomi nelayan diperkirakan menembus Rp94,7 miliar per tahun. Kasus lain seperti penambangan pasir laut di Pulau Kodingareng (Makassar) dan tumpahan minyak di Cilacap juga dilaporkan merusak ekosistem laut, alhasil para nelayan mengalami penurunan drastic hasil tangkapnya,” bebernya.

Tidak hanya itu saja, Tadjuddin menilai eforia pembangun membuat pedagang keci kalang kabut. Dimana proyek infrastruktur berskala besar seperti jalan tol, stasiun, hingga penataan kota kerap menggusur pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku ekonomi mikro. Proses relokasi sering kali mengabaikan aspek strategis tempat usaha baru. Fenomena ini terlihat jelas pada kasus relokasi PKL ke Blok G Pasar Tanah Abang (2013–2014) serta relokasi Serambi Ampel di Surabaya, di mana para pedagang mengeluhkan penurunan omzet dan hilangnya pelanggan tetap. Dalam sosiologi, kondisi ini disebut marginalisasi akibat pembangunan.

Dengan adanya fenomena tersebut membuat ketimpangan sosial yang melebar. Dimana pembangunan yang berjalan dinilai lebih banyak menguntungkan kelompok bermodal besar dan investor. BPS mencatat Rasio Indonesia pada periode 2020–2024 bertahan di angka 0,381–0,388. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia berada pada tingkat ketimpangan pengeluaran kelas menengah dengan distribusi yang tidak merata, mengonfirmasi bahwa kelompok miskin tidak mendapat manfaat yang sebanding dari kemajuan ekonomi. Tak tanggung-tanggung efek dari masifnya pembangunan membuat krisis ekologia dan deforestasi. Akibatnya eksploitasi lahan telah mencapai tahap mengkhawatirkan.

“Krisis ekosistem di Indonesia saat ini meliputi deforestasi Kehilangan kawasan hutan hingga ±433.751 hektare pada tahun 2025. Pencemaran air sebanyak 70,7% sungai di Indonesia berstatus tercemar sedang. Pencemaran Udara tingkat partikel udara PM2.5 Indonesia menyentuh ±35,5 μg/m³ pada 2024,” ungkapnya seraya menambahkan kebakaran hutan yang melanda jutaan hektare lahan sepanjang 2019–2024 bersama ekspansi tambang dan perkebunan ikut memicu kepunahan keanekaragaman hayati serta meningkatkan frekuensi bencana banjir dan tanah longsor.

Tidak hanya sampai disitu saja dampak pembangunan pun melebar, terjadi penggusuran paksa dan ancaman kesehatan. Hal tersebut dibuktikan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mendokumentasikan maraknya pelanggaran hak masyarakat adat dan lokal. Pada periode 2015–2018 terdapat 495 titik penggusuran di Jakarta. Mayoritas kasus, termasuk 80-81% penggusuran pada kurun waktu 2017–2018 dilakukan sepihak tanpa musyawarah yang memadai, melanggar standar HAM internasional. Konflik serupa terulang pada tahun 2025 dalam proyek pembangunan di Tanjung Aan (Lombok Tengah) dan Palembang, di mana warga dipaksa pindah tanpa kompensasi yang adil.

Dari sisi keselamatan, bencana industri seperti Semburan Lumpur Lapindo di Sidoarjo sejak 2006 menjadi bukti nyata bagaimana kelalaian proyek mampu menenggelamkan lebih dari 10 desa dan memaksa 40.000 jiwa mengungsi, disertai munculnya gangguan kesehatan kronis akibat paparan gas beracun.

“Seluruh rangkaian data tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah. Pembangunan nasional mendesak untuk dievaluasi total agar tidak terus berjalan sebagai malapetaka yang mematikan masyarakat, melainkan kembali pada khitah konstitusi untuk memajukan kesejahteraan umum yang berkeadilan,” pungkasnya. tim/tra/dx/sathya

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #pembangunan #hakrakyat #indonesia
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader
Politik

Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader

23/10/2026
Dampingi Presiden RI V Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Pemprov Bali dan BRIN Dorong Sinergi Penanganan Pesisir
Nasional

Dampingi Presiden RI V Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Pemprov Bali dan BRIN Dorong Sinergi Penanganan Pesisir

12/10/2026
Musda PUTRI Bali Siap Digelar, Inda Trimafo Calon Tangguh Pimpin Periode 2026–2030
Daerah

Musda PUTRI Bali Siap Digelar, Inda Trimafo Calon Tangguh Pimpin Periode 2026–2030

12/10/2026
Kelangkaan BBM dan LPG Ancam Pariwisata Bali, Demokrat Minta Pemerintah Pusat Berikan Atensi Khusus
Nasional

Kelangkaan BBM dan LPG Ancam Pariwisata Bali, Demokrat Minta Pemerintah Pusat Berikan Atensi Khusus

12/10/2026
Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi  Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan
Nasional

Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

10/10/2026
KPK Beri Penghargaan Bali Sebagai Daerah Teraktif Dukung SPI Pendidikan 2026
Nasional

KPK Beri Penghargaan Bali Sebagai Daerah Teraktif Dukung SPI Pendidikan 2026

06/10/2026
Next Post
DPRD Badung Made Sunarta Hadiri Peluncuran Beasiswa Nak Badung

DPRD Badung Made Sunarta Hadiri Peluncuran Beasiswa Nak Badung

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

04/06/2025
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

06/11/2026
Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

06/11/2026
OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun, Bidik Industri Lebih Tangguh dan Inklusif

OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun, Bidik Industri Lebih Tangguh dan Inklusif

06/11/2026
Wagub Giri Prasta Pastikan Bedah Rumah di Jembrana Berkualitas, Warga Terima Bantuan Rp75 Juta

Wagub Giri Prasta Pastikan Bedah Rumah di Jembrana Berkualitas, Warga Terima Bantuan Rp75 Juta

06/11/2026
Currently Playing
Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

06/11/2026
Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

06/11/2026
OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun, Bidik Industri Lebih Tangguh dan Inklusif

OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun, Bidik Industri Lebih Tangguh dan Inklusif

06/11/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d