Mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari kecerdasan buatan (AI), robotika, teknologi kesehatan dan umur panjang (longevity), hingga pendidikan dan kewirausahaan, konferensi ini menghadirkan 18 pembicara internasional. Di antaranya fisikawan teoretis sekaligus penulis buku terlaris Dr. Michio Kaku, pendiri XPRIZE Peter Diamandis, pengusaha Indonesia Merry Riana, serta pendiri sekaligus CEO Genius Group Roger James Hamilton.
Berlangsung di Labyrinth Convention Center dan Labyrinth Dome, Nuanu Creative City, forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara sekaligus membahas peluang dan tantangan yang muncul akibat pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam salah satu sesi utama, Peter Diamandis memaparkan perkembangan teknologi yang semakin cepat serta potensi perubahan besar yang akan terjadi di berbagai sektor kehidupan. Sementara Dr. Michio Kaku mengakhiri rangkaian acara melalui diskusi bersama Roger James Hamilton.
Pengusaha Indonesia Merry Riana turut memberikan perspektif mengenai masa depan pendidikan di Indonesia. Sejumlah sesi lainnya membahas perkembangan robotika, industri properti, serta dinamika dan tantangan menjalankan usaha di Bali.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan penyelenggaraan forum tersebut sejalan dengan visi Nuanu sebagai kawasan yang mempertemukan individu dari berbagai latar belakang dan keahlian untuk saling bertukar pemikiran.
“Mempertemukan orang-orang dengan beragam pemikiran dan keahlian, baik pembicara maupun peserta, merupakan salah satu tujuan utama Nuanu dibangun. Kami ingin menciptakan ruang bagi orang-orang untuk saling bertukar gagasan dan berdiskusi,” ujar Lev Kroll.
Menurutnya, ruang kolaborasi seperti Genius Future Summit penting untuk mendorong masyarakat terus belajar, mempertanyakan berbagai hal, dan memahami perubahan dunia melalui perspektif yang lebih luas.
Selain menghadirkan pembicara internasional, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan perkembangan berbagai proyek dan program di lingkungan Nuanu Creative City. Melalui sesi Nuanu Forum, Direktur Genius Group Angela Stead, Project Manager Nuanu Social Fund Auditya Sari, serta Venue Manager Magic Garden Ni Komang Sri Junisabtika memaparkan perkembangan kawasan, program pemberdayaan masyarakat, dan berbagai inisiatif yang sedang dijalankan.
Pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam konferensi tersebut. Pembahasan diarahkan pada bagaimana teknologi dan kewirausahaan dapat mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja serta kebutuhan keterampilan di masa mendatang.
Topik ini juga berkaitan dengan kolaborasi Nuanu Creative City bersama Genius Group (NYSE American: GNS), yang mencakup pengembangan Genius City sebagai kawasan pendidikan dan kewirausahaan di Nuanu. Kerja sama tersebut juga melibatkan penerapan model pendidikan Genius School dan program Genius Apprentice di ProEd Global School.
Pendiri sekaligus CEO Genius Group, Roger James Hamilton, menilai sistem pendidikan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Menurutnya, generasi muda membutuhkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk menciptakan masa depannya sendiri.
“Dunia berubah begitu cepat, terutama dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru. Namun, sebagian besar sistem pendidikan kita masih mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi dunia yang sudah tidak lagi relevan,” kata Roger.
Ia menjelaskan, pengembangan Genius City diarahkan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang terhubung langsung dengan dunia usaha, kewirausahaan, dan teknologi. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mewujudkan gagasan menjadi karya nyata.
Pada hari terakhir penyelenggaraan, sejumlah pembicara dan tamu VIP juga berkesempatan mengunjungi beberapa fasilitas di kawasan Nuanu, termasuk kampus ProEd di Nuanu dan Luna Beach Club.
Nuanu Creative City sendiri merupakan kawasan kreatif seluas 44 hektare di pesisir Tabanan yang mengintegrasikan pendidikan, seni dan budaya, kesehatan, kebugaran, alam, serta hunian dan gaya hidup. Kawasan ini dikembangkan sebagai ekosistem yang mempertemukan kreativitas, inovasi, dan berbagai kegiatan masyarakat.
Melalui Genius Future Summit 2026, Nuanu memperluas perannya sebagai ruang pertemuan komunitas internasional untuk membahas perkembangan teknologi, pendidikan, dan kewirausahaan. Forum ini sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat. (rls/bby)




















