• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Nasional

Wujudkan Pariwisata Tertib, Transportasi Online di Bali Didorong Gunakan Sistem ‘Tri Hita Trans’ Berbasis Desa Adat

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
Senin, 9 Maret 2026
in Nasional
0
Wujudkan Pariwisata Tertib, Transportasi Online di Bali Didorong Gunakan Sistem ‘Tri Hita Trans’ Berbasis Desa Adat
Ket foto: Komang Takuaki Banuartha.
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR, OborDewata.com – Polemik antara transportasi online dan angkutan lokal di kawasan desa wisata menemui titik terang baru. Muncul usulan kuat dari pengusaha oleh pengusaha Transportasi, Komang Takuaki Banuartha, agar seluruh pengemudi transportasi online beralih menggunakan platform Tri Hita Trans. Langkah ini dinilai sebagai solusi cerdas untuk menghapus diskriminasi kendaraan online yang selama ini sering dilarang masuk ke wilayah desa tertentu.

Ia menilai Tri Hita Trans mampu menghapus sekat diskriminasi. Pasalnya, Aplikasi ini sangat transparansi dan inklusivitas. Jika semua transportasi wisatawan, baik lokal maupun online, bernaung dalam satu sistem yang terintegrasi, tidak akan ada lagi istilah “wilayah terlarang” bagi plat kuning maupun plat hitam yang berizin.

“Tujuannya bagus, agar tidak ada lagi gesekan di lapangan. Semua transportasi wisatawan wajib bergabung dalam satu wadah yang diakui desa dan pemerintah,” ujarnya ketika dihubungi pada Senin (9/3/2026).

Baca Juga :  Dugaan Penipuan Investasi Properti Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

Kondisi transportasi di Bali saat ini dinilai cukup memprihatinkan dari sisi regulasi keselamatan. Banyak ditemukan praktik di mana pengemudi hanya bermodalkan, SIM A (Tanpa izin angkutan umum/khusus). Kemampuan menyetir dasar. Kemampuan bahasa Inggris seadanya (“Yes/No”).

“Tanpa adanya Uji KIR yang berkala dan izin resmi angkutan wisata, keselamatan penumpang menjadi taruhannya. Praktik “yang penting jalan” inilah yang membuat citra transportasi di Bali terkesan berantakan dan tidak profesional,” tegasnya.

Selain faktor keselamatan, isu kebocoran pajak menjadi perhatian utama. Banyak angkutan wisata yang hanya bernaung di bawah yayasan atau paguyuban.

Hadirnya platform lokal Tri Hita Trans diharapkan mampu menjadi penengah dalam masalah perang harga. Selama ini, ketimpangan harga antara platform global dan lokal sering memicu konflik. Dengan sistem ini, diharapkan terjadi keselarasan harga yang kompetitif namun tetap menjaga kualitas layanan.

“Jika kita bisa bersaing secara kualitas dan harga yang selaras, maka semua pemain transportasi di Bali dapat berjalan beriringan. Wisatawan akan memilih berdasarkan kualitas layanan, bukan sekadar mencari yang termurah namun mengabaikan keamanan,” pungkas Banuartha. tra/dx

Baca Juga :  Bupati Tabanan Tanggapi Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Dewan Terhadap 4 Ranperda Kabupaten Tabanan

 

 

 

 

 

 

 

Previous Post

Gubernur Koster Dukung Komunitas Driver Online Berbasis Desa Adat di Nusa Dua

Next Post

Perkuat Pendidikan Teologi, Putu Parwata Buka Rakornas PERUATI 2026

Next Post
Perkuat Pendidikan Teologi, Putu Parwata Buka Rakornas PERUATI 2026

Perkuat Pendidikan Teologi, Putu Parwata Buka Rakornas PERUATI 2026

Sorry, there was a YouTube error.
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.