• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Pemkab Tabanan Tepis Isu Miris RTLH, Tekankan Data Faktual dan Penguatan Ekonomi Warga

Redaksi1 by Redaksi1
Jumat, 28 November 2025
in Berita
0
Pemkab Tabanan Tepis Isu Miris RTLH, Tekankan Data Faktual dan Penguatan Ekonomi Warga
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TABANAN, OborDewata.com — Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan bahwa penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya terus berjalan secara terukur. Pernyataan ini disampaikan Plt. Kepala Dinas PUPRPKP, I Made Dedy Darmasaputra, menyusul viralnya unggahan dan pemberitaan mengenai kondisi rumah warga yang dinilai belum tersentuh bantuan.

Dedy menjelaskan, berdasarkan pendataan resmi, terdapat 4.575 RTLH di Kabupaten Tabanan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Dari jumlah tersebut, 916 unit membutuhkan pembangunan baru, sedangkan 3.659 unit lain masuk kategori peningkatan kualitas bangunan.

“Penilaian RTLH tidak sesederhana yang terlihat di media sosial. Ada banyak indikator teknis yang harus dipenuhi, sehingga data tidak bisa dipotong-potong,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama lima tahun terakhir, Pemkab Tabanan telah menangani 1.116 unit RTLH melalui pembangunan baru maupun perbaikan kualitas. Program tersebut didukung oleh berbagai sumber pendanaan, termasuk APBD Kabupaten, BSPS, APBD Provinsi, serta bantuan CSR dari perbankan.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin Usaha PT Dana Mandiri Sejahtera

Menurut Dedy, persoalan RTLH tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbaiki fisik bangunan. Akar masalahnya adalah kondisi ekonomi keluarga penerima, yang mayoritas masih berada pada kelompok kurang mampu.

“Solusi jangka panjang adalah memperkuat ekonomi masyarakat. Pemerintah terus mendorong UMKM, menggerakkan ekonomi desa, dan melibatkan warga dalam kegiatan produktif. Jika ekonomi keluarga membaik, mereka akan mampu memperbaiki rumahnya secara mandiri,” ujarnya.

Pemkab Tabanan berharap masyarakat melihat persoalan RTLH melalui data dan fakta, bukan sekadar narasi media sosial. Pendekatan sinergis antara pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi disebut menjadi kunci peningkatan kualitas hidup warga secara berkelanjutan. (tim/dx) 

Previous Post

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Polda Bali Silaturahmi dengan IKAPPI Bali

Next Post

Pemprov Bali Raih Penghargaan “Daerah Peduli Perlindungan Konsumen 2025” dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Next Post
Pemprov Bali Raih Penghargaan “Daerah Peduli Perlindungan Konsumen 2025” dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Pemprov Bali Raih Penghargaan “Daerah Peduli Perlindungan Konsumen 2025” dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

[embedyt] https://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=PL5Tsb8nnC5-P8mrpfvhq6BXUN-eU39a64&layout=gallery[/embedyt]
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.