• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

De Gadjah: Kasus Dugaan Intimidasi Bukan Main-main Intruksikan Tim Hukum Lanjut Lapor ke Bawaslu Pusat

Obor Dewata by Obor Dewata
Rabu, 16 Oktober 2024
in Berita
0
De Gadjah: Kasus Dugaan Intimidasi Bukan Main-main Intruksikan Tim Hukum Lanjut Lapor ke Bawaslu Pusat
De Gadjah saat menghadiri simakrama di Banjar Gaduh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Selasa (15/10/2024). (foto/ mas).
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TABANAN, OborDewata.com – Terkait dihentikannya adanya dugaan kasus intimidasi di Pilkada Tabanan 2024 oleh Bawaslu Tabanan. Calon Gubernur Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah, langsung angkat bicara mengintruksikan tim hukumnya untuk segera melanjutkan laporan ke Bawaslu Pusat, Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) dan pihak berwajib. pasalnya, adanya dugaan kasus intimidasi tidaklah main-main harus serius ditanggapi.

De Gadjah, menegaskan pelaporan ini bukanlah langkah main-main. “Kami berkomitmen untuk membuat politik yang santun, riang gembira, tanpa intimidasi dan sejenisnya. Tindakan ini penting untuk memastikan bahwa setiap pihak mematuhi peraturan yang berlaku,” ujarnya, usai menghadiri simakrama di Banjar Gaduh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Selasa (15/10/2024).

“Tim kuasa hukum kami, Legal Advokat Gadjah Agus Suradnya (LAGAS), akan segera melaporkan kasus dugaan intimidasi itu ke DKPP, Bawaslu Pusat dan aparat penegak hukum. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh salah satu pendukung calon bupati terhadap seorang pembuka agama. Tindakan mereka jelas-jelas mencederai demokrasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Revolusi Dapur Bali: APJI Gandeng Teknologi Jerman dan Distributor Raksasa Modernisasi Industri Boga

Sementara itu, sejumlah perwakilan masyarakat mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait intimidasi dan intervensi dalam proses demokrasi. Mereka menilai politik cara lama dengan memaksakan kehendak, memaksa memenangkan salah satu paslon masih terjadi hingga saat ini.

“Ini bukan hanya tentang kami, tetapi juga tentang ketenangan dan keamanan masyarakat secara keseluruhan dalam berdemokrasi. Kami ingin memilih dengan hati nurani tanpa ada paksaan atau ancaman. Demokrasi di Tabanan harus damai dan santun,” tambah seorang warga. dx/sathya

Previous Post

Sambangi Puri Mengwi, Koster Disambut Pekikan Lantang “Maju Terus”

Next Post

GEMPAR Penemuan Tulang Manusia di SDN 3 Banjar Tegal Buleleng

Next Post
GEMPAR Penemuan Tulang Manusia di SDN 3 Banjar Tegal Buleleng

GEMPAR Penemuan Tulang Manusia di SDN 3 Banjar Tegal Buleleng

[embedyt] https://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=PL5Tsb8nnC5-P8mrpfvhq6BXUN-eU39a64&layout=gallery[/embedyt]
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.