• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Punya Makna Penting, Berikut Upacara Saat Wuku Kuningan di Bali

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
03/10/2024
in Berita
0

165
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kecelakaan Tunggal di Tol Bali Mandara, WNA Ausie Dibawa ke RS

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh Positif Hingga Akhir 2026

DENPASAR, OborDewata.com – Selain hari suci Kuningan, ada beberapa hari penting dalam wuku Kuningan. Tertulis di dalam lontar Sundarigama, hari suci pada wuku Kuningan dimulai pada hari Minggu Wage Kuningan yang disebut Pamaridan Guru.

Umat Hindu meyakini, pada hari itu para dewa kembali ke surga dan meninggalkan anugerah kehidupan (amerta). Serta umur panjang kepada setiap makhluk, terutama kepada manusia oleh para dewa di dunia ini.

Oleh sebab itu, hari Pamaridan Guru juga disebut Ulihan atau pemulangan. Umat Hindu di Bali membuat sesajen berupa tipat kelanan, canang raka, wangi-wangian, patirta gocara (air suci). Sebagai ungkapan rasa bakti dan terimakasih, atas segala rahmat dan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa kepada umat manusia dan isi alam semesta.

Selanjutnya, pada Senin Kliwon Kuningan disebut Pemacekan Agung. Banyak orang percaya hari itu, merupakan hari yang cukup menyeramkan. Sehingga orang tua berpesan pada anaknya tidak main jauh, atau menaiki pohon.

Tatkala Pemacekan Agung, umat menyuguhkan sesajen berupa segehan agung di jalan masuk rumah. Dengan pula memotong ayam sumulung, atau ayam yang masih kecil. Maknanya adalah agar seluruh pasukan bhuta kala dari Sang Bhuta Galungan mundur dan kembali ke alamnya, yaitu bhutaloka.

Sehingga tidak menganggu keseimbangan dan keharmonisan alam semesta ini. Bhuta disomia dengan sesajen suci, agar energi positif kembali ke dunia ini. Perlu diketahui, bahwa Sang Bhuta Galungan adalah bagian dari Sang Hyang Kala Tiga yang turun ke bumi sebelum Galungan.

Sang Hyang Kala Tiga ini, adalah Bhuta Dungulan, Bhuta Amengkurat, dan Bhuta Galungan. Mereka bertujuan menggoda manusia, agar tidak dapat mencapai kemenangan Dharma. Untuk itulah umat Hindu di Bali mengenal yang namanya penampahan Galungan.

Tak hanya Galungan, pada saat Kuningan pun dikenal penampahan Kuningan. Yaitu pada Jumat Wage Kuningan. Pada hari itu, umat Hindu diharapkan dapat mengendalikan batin dan pikirannya. Agar tetap jernih dan suci.

Pada Sabtu Kliwon Kuningan, disebut Tumpek Kuningan atau hari raya Kuningan. Saat itu diperingati sebagai turunnya para dewa dan roh leluhur ke dunia untuk menyucikan diri. Sembari menikmati persembahan umat.

Pada hari suci Kuningan, umat Hindu akan membuat persembahan dan sesajen kepada para roh leluhur dan para dewa. Berupa nasi sulanggi, tebog, raka-raka, pasucian, canang wangi-wangian, segehan agung. Serta membuat gegantungan, tamiang, caniga, yang dipasang di tepi atap bangunan.

Ada pula sesajen untuk manusia, terdiri dari sasayut, prayascita luwih, penek kuning, daging itik putih, panyeneng, tatebus dan lain sebagainya. Hal itu bermakna untuk mengheningkan batin dan pikiran, agar tetap jernih dan suci.

Dalam lontar Sundarigama, koleksi Geria Gede Banjarangkan Klungkung, disebutkan pula bahwa saat Kuningan agar umat Hindu merenung, mengetahui, memahami hakekat diri sendiri. Guna dapat menempatkan diri, serta berperan baik dan benar dalam hidup di dunia ini.

Ada pula yang unik saat Kuningan, yakni etikanya banten harus selesai dipersembahkan sebelum siang hari. Sebab dalam lontar Sundarigama, disebutkan bahwa saat hari suci Kuningan para dewa dan roh leluhur turun ke dunia pada pagi hari. Untuk memberikan anugerah keselamatan dan kesejahteraan kepada umat.

Kemudian roh leluhur dan pada dewa kembali ke surga sebelum tengah hari. Sebab diyakini, apabila umat Hindu melakukan perayaan pada siang atau bahkan sore hari, maka tidak ada para dewa dan para roh leluhur di dunia lagi karena telah kembali ke sorga. Dengan demikian perayaan siang atau sore hari dianggap sia-sia. sha/ay

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: balihari pentinghindukuningan
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD
Berita

Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD

20/08/2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka
Berita

Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

15/08/2026
Dukung Belanja Infrastruktur 59,8 Persen DPRD Badung Ingatkan Soal Kemampuan Fiskal Daerah
Berita

Dukung Belanja Infrastruktur 59,8 Persen DPRD Badung Ingatkan Soal Kemampuan Fiskal Daerah

13/08/2026
Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama
Berita

Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama

07/08/2026
Bakar Kandang Sapi Camer, karena Hubungannya Tak Direstui
Berita

Kebakaran Rumah 2 Lantai di Seririt Diduga Akibat Gas Bocor

02/08/2026
Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan
Berita

Bunda Rai Hadiri Bina Posyandu Provinsi Bali, Perkuat Kualitas Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Tabanan

28/07/2026
Next Post
Tanda Pelindung Diri, Simak Makna Tamiang Saat Kuningan

Tanda Pelindung Diri, Simak Makna Tamiang Saat Kuningan

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026
Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

29/08/2026
Currently Playing
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d