TABANAN, OborDewata.com – Kabupaten Tabanan kembali menunjukkan potensinya sebagai titik kumpul berbagai komunitas. Kehadiran ratusan peserta touring Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) #6, Sabtu (29/8/2026), tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya pecinta mobil Volkswagen dari berbagai daerah, tetapi juga membawa peluang promosi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Tabanan.
Kegiatan touring mengambil rute dari Ciputra Pangkung Tibah, Kediri, menuju Desa Jatiluwih, Pura Luhur Batukau dan berakhir di Kantor Bupati Tabanan. Touring tersebut dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila mewakili Bupati Tabanan.
Sejumlah kepala perangkat daerah terkait, jajaran Ciputra Group, Ketua dan panitia VLIP #6 serta undangan lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemkab Tabanan menyambut positif dipilihnya Tabanan sebagai salah satu titik kumpul rangkaian kegiatan Volkswagen Lost in Paradise #6. Kehadiran komunitas dari berbagai daerah dinilai memberikan ruang promosi yang cukup luas bagi potensi wisata dan budaya Tabanan.
Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, kegiatan komunitas seperti touring Volkswagen dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi daerah secara langsung kepada peserta. Pengalaman yang diperoleh selama perjalanan diharapkan turut dibawa pulang dan diceritakan kepada komunitas maupun masyarakat di daerah asal peserta.
“Kami tentu menyambut baik kegiatan ini. Mudah-mudahan para peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga membawa pengalaman dan cerita yang baik tentang Tabanan, sehingga potensi wisata yang kita miliki semakin dikenal luas,” ujar Susila.
Menurutnya, rute touring yang melewati sejumlah kawasan wisata memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung kekayaan alam dan budaya Tabanan. Salah satunya Jatiluwih yang dikenal dengan lanskap persawahan terasering serta kekuatan tradisi masyarakatnya.
Selain memberikan dampak promosi, kegiatan tersebut juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat. Mobilitas peserta selama berada di Tabanan dapat mendorong aktivitas usaha di sektor akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM maupun ekonomi kreatif.
Pemkab Tabanan berharap keberadaan berbagai komunitas dapat terus diarahkan untuk ikut memperkenalkan destinasi wisata dan produk lokal. Dengan semakin banyak komunitas dari luar daerah yang berkegiatan di Tabanan, daerah tersebut berpeluang berkembang sebagai tempat bertemunya komunitas sekaligus titik awal untuk mengeksplorasi potensi wisata.
Susila juga mengingatkan agar kegiatan komunitas yang digelar di Tabanan tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan. Peserta touring diminta mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga kebersihan selama berada di kawasan wisata.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di Tabanan, dengan tetap mengedepankan tertib berlalu lintas, menjaga kebersihan lingkungan, serta ikut mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang ada di Tabanan,” katanya.
Volkswagen Lost in Paradise #6 pun menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan komunitas dapat dikolaborasikan dengan promosi daerah. Tabanan tidak hanya menjadi lokasi persinggahan, tetapi dapat berkembang sebagai titik kumpul yang mempertemukan komunitas, wisatawan dan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Dengan kekayaan alam, budaya dan destinasi wisata yang dimiliki, Tabanan diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang terbuka bagi berbagai kegiatan komunitas dan mampu memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi setiap pengunjung. (rls/tim)




















