• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Kaitan Panca Dewata & Panca Tan Matra di Alam Semesta Tercipta

Astra by Astra
27/04/2025
in Sosial Budaya
0
Alam semesta tercipta oleh Panca Dewata, dari unsur yang halus sampai dengan tingkat yang mempunyai wujud nyata. Panca Dewata dalam penciptaan alam semesta ini, pertama-tama melahirkan Panca Tan Matra. Bagian Panca Tan Matra, di antaranya adalah dari Brahma lahir Gandha Tanmatra.

169
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kecelakaan Tunggal di Tol Bali Mandara, WNA Ausie Dibawa ke RS

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh Positif Hingga Akhir 2026

BALI, OborDewata.com – Alam semesta tercipta oleh Panca Dewata, dari unsur yang halus sampai dengan tingkat yang mempunyai wujud nyata.

Panca Dewata dalam penciptaan alam semesta ini, pertama-tama melahirkan Panca Tan Matra. Bagian Panca Tan Matra, di antaranya adalah dari Brahma lahir Gandha Tanmatra.

Kemudian dari Wisnu lahir Rasa Tanmatra, dari Rudra lahir Rupa Tanmatra, dan dari Sadasiwa lahir Sabda Tanmatra.

“Kemudian kelima Tanmatra ini berkembang dalam wujud yang lebih konkrit, yaitu sabda wujud berupa akasa. Sparsa berupa bayu, Rupa dalam bentuk teja,” jelas Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti.

Rasa berupa apah, dan Gandha berupa pertiwi. Kemudian wujud konkrit dari pertiwi adalah bumi dan tanah. Wujud konkrit dari Teja adalah matahari, bulan, dan bintang.

Wujud konkret dari apah adalah air. Lalu wujud konkret dari bayu adalah angin. Wujud konkret dari akasa atau suara, adalah tumbuh-tumbuhan dan binatang.

“Panca Dewata memiliki peranan sebagai penjaga,” jelas beliau. Sebab Brahma berada di selatan dan bertugas sebagai penjaga bumi. Wisnu berada di utara, bertugas sebagai penjaga air. Rudra berada di barat, bertugas sebagai penjaga bintang, matahari, dan bulan.

Iswara berada di timur, sebagai penjaga udara. Sedangkan Sadasiwa berada di tengah, sebagai penjaga ether. “Semua ini adalah proses bhuana agung,” imbuh pensiunan dosen Unhi Denpasar ini.

Kemudian untuk proses bhuana alit, kata beliau, Brahma dan Wisnu menciptakan tubuh dengan menggunakan sarana tanah dan air.

Rudra menciptakan mata dari teja. Iswara menciptakan nafas dari bayu, dan Sadasiwa menciptakan suara dari akasa. “Setelah terbentuk wujud tubuh, maka atman menjelma dalam kehidupan manusia,” jelas ida rsi.

Selanjutnya Panca Dewata menempati bagian-bagian, dan menjaga serta menumbuhkan kesadaran dan menjiwainya.

Brahma menempati muladara (pernafasan), Wisnu menempati nabhi (pusar), Rudra menempati hati, Iswara menempati leher, dan Sadasiwa menempati ujung lidah.

“Dalam proses perkembangannya, manusia berperan sebagai alat melalui pertemuan laki-laki dan perempuan,” sebut beliau.

Yang menjadi benih manusia rupa suksma, dengan sifat abstrak dan gaib. Rupa suksma inilah yang menjadi sukla, berwarna manik putih kekuning-kuningan.

Sedangkan swanita keluar dari pradhana tattwa. Sukla dan swanita ini kemudian bercampur dalam rahim, hingga terwujud manusia. Atau dalam istilah lazim saat ini proses perkawinan antara pria dan wanita, untuk melahirkan keturunan.

Beliau melanjutkan, dalam konsep ajaran Ganapati Tattwa bahwa pada awal mulanya adalah kosong. Yang ada hanya Siwa dan nirguna. Keadaan itu Sukha Acintya.

Yaitu keadaan maha bahagia yang tidak terpikirkan. Kemudian terjadi evolusi, dari Sang Hyang Sukha Acintya muncullah Sang Hyang Jnana Wisesa. Atau pengetahuan yang mulia.

“Ia berbadankan alam semesta, tetapi tidak ternoda, tidak terpengaruhi oleh apapun, dan tidak terjangkau. Ia berkeadaan wisesa, maha kuasa. Ia Sang Hyang Jagat Karana,” ucap beliau.

Sebab ia memiliki ilmu pengetahuan yang maha kuasa, dan sebagai penyebab dunia atau alam semesta dengan segala isinya.

Lanjut beliau, ia menampilkan diri dalam aspek saguna. Kemudian ia menciptakan yang berkeadaan nyata (paras). Serta yang berkeadaan tidak nyata (para) dan sunia sebagai bayanganNya sendiri.

Sang Hyang Jagat Karana bersemayam dalam sunia. “Dari sini beliau mengadakan ciptaanNya berturut-turut,” jelas ida rsi.

Di antaranya adalah Ongkara Suddha, suara. Windu prana suci, yang di dalamnya terdapat nada prana jnana suddha.

Dari windu lahir Panca Dewata atau Panca Dewa Atma yaitu Brahma, Wisnu, Rudra, Iswara, dan Sang Hyang Sadasiwa.

“Kemudian dari kelima dewa tersebut maka Brahma, Wisnu dan Siwalah sebagai badan perwujudan Tuhan itu sendiri,” kata beliau.

Sedangkan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman), yang tak terpikirkan atau Acintya terlukiskan berada dalam hati dan batin yang suci yaitu Guhyalaya.

“Sedangkan untuk memuja beliau menggunakan Catur Dasaksara yaitu, Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang, Yang, Ang, Ung, Mang, Ong,” sebut ida rsi. (SHA)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: alam semestabalihinduPanca DewataPanca Tan Matrapenciptaan
spot_img
Astra

Astra

Related Posts

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana
Sosial Budaya

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana

23/08/2026
HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker
Sosial Budaya

HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker

23/08/2026
Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali
Sosial Budaya

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

22/08/2026
Menjaga Taksu Bali, DPRD Badung Godok Regulasi untuk Lindungi Seniman dan Kesakralan Budaya
Sosial Budaya

Menjaga Taksu Bali, DPRD Badung Godok Regulasi untuk Lindungi Seniman dan Kesakralan Budaya

20/08/2026
Semarak 17 Desa Adat Gesing Bergetar
Pendidikan

Semarak 17 Desa Adat Gesing Bergetar

17/08/2026
Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya
Sosial Budaya

Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

15/08/2026
Next Post
Koster Sebut Pembangunan Tol Gilimanuk Mengwi Tetap Lanjut Usai Bertemu Menteri PU

Bule Nakal, Sampah & Macet Jadi Atensi Gubernur Koster

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026
Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

29/08/2026
Currently Playing
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d