• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Opini

Sungguh Miris Nasib Nyoman dan Ketut Diujung Kepunahan, Ditindas Program KB

Obor Dewata by Obor Dewata
27/04/2026
in Opini
0
ket foto: I Kadek Saputra

72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: I Kadek Saputra

Sungguh sangat nikmat menyeruput kopi hitam disaat senja, sambil ditemani godoh maupun jajanan Bali, apalagi sambil mendengarkan lagu pop Bali masa kini “Emoni”, dengan judul Ketut Garing. Tetapi dalam perjalanan lagu tersebut, sontak saja terpikir nama Nyoman dan Ketut di Bali bisa punah oleh Program Keluarga Berencana (KB) milik pemerintah.

Disinilah para Krama Bali harus sadar, bahwa Program KB yang di gembor-gemborkan oleh pemerintah pusat untuk Bali, bisa dikatakan tidak tepat. Alih-alih Krama Bali sering menggaungkan Ajeg Bali, tetapi lupa akan si Nyoman, Ketut, Balik ataupun Tagel. Bukankah nama tersebut bagian dari Ajeg Bali dan bagian budaya yang sudah terpatenkan, bahkan dunia pun mengakui kalau memakai nama Nyoman, Ketut sudah pasti orang Bali. kini ciri khas nama itu akan sirna digerus oleh program KB.

Kenapa program KB tersebut sangat tidak layak di Bali? Ketika program tersebut sukses di Bali nasib kedua nama tersebut sudah dipastikan hilang. Artinya, secara halus Krama Bali jumlah penduduknya sudah dibatasi oleh KB tersebut, Krama Bali di kerdilkan oleh doktrin dua anak saja cukup. Lucunya lagi sudah Krama Bali dikerdilkan jumlah penduduk oleh KB, di peras pula perekenomiannya ke Pusat. Kita yang sibuk menjaga budaya dan tradisi, Bali sebagai penyumbang devisa terbesar untuk pusat, tetapi budaya dan tradisi kita dihancurkan oleh KB.

BacaJuga

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

Anehnya lagi Bali yang sudah di lucuti oleh Program KB, para Krama seperti terlena akan pujian pusat Bali, mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat karena berhasil mencetak rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2025. Selain pariwisata, Bali dinilai sukses dalam melestarikan budaya dan memperkuat infrastruktur, menjadikannya pusat dialog peradaban dunia. Keberhasilan ini mendorong penguatan posisi Bali sebagai destinasi wisata unggulan. Memangnya Ketika Bali berhasil dan sukses menjadikan destinasi parawisata dunia, siapa yang menikmati? Krama Bali dapat apa? Sedangkan Krama Bali namanya saja hanya sampai Made, Kadek, ataupun Nengah.

Artinya, sudah sangat jelas Pulau Bali yang dimiliki Krama Bali sudah di batasi raung Gerak-geriknya dengan program KB. Dan wajar saja kalau Krama Bali hanya menjadi penonton, sedangkan yang menikmati kue pariwisata sudah pasti para pendatang yang mempunyai persatuan yang kuat sampai-sampai memiliki Ormas. Sedangkan Kita sebagai Krama Bali sudah dibatasi berkembang biaknya cukup dua anak saja sudah cukup kata si KB.

Kalau nama Nyoman dan Ketut sudah hilang bagaimana Nasib Bali? Bali yang dikenal dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu sudah pasti akan berkurang, sebab kita dibatasi oleh KB, siapa yang akan menjaga seribu pura di Bali?. Bukan hanya itu saja, para Teruna Teruni Bali pun sibuk mencari kerja sampai keluar negeri, sehingga munculah para pendatang berbondong-bondong masuk ke Bali dan terbukti berdasarkan data BPS jumlah penduduk Bali pada 2025 diproyeksikan mencapai sekitar 4,46 juta jiwa. Pendatang menempati konsentrasi tinggi terutama di Denpasar, disusul Buleleng (55.300 orang) dan Badung (39.700 orang) itu baru yang terdata saja, belum lagi berapa penduduk siluman yang tidak terdata. Meskipun pendatang meningkat. Krama Bali harus bersyukur tetap menjadi mayoritas (sekitar 87% beragama Hindu Bali). Bisa dibayangkan bagaimana kalau Krama Bali hanya sebatas Wayan dan Kadek saja, kata kiasan Seribu Pura juga pasti akan digerus.

Memang sejatinya tujuan Program KB sangat bagus, tujuan utama program Keluarga Berencana (KB) adalah mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera dengan mengatur jumlah serta jarak kelahiran anak. Secara lebih spesifik, program ini memiliki beberapa tujuan utama bagi keluarga maupun negara. Tapi ingat kita jangan terlena, jangan bangga akan Jargon populernya dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), program KB menganjurkan setiap keluarga untuk memiliki 2 anak cukup. Para Krama harus lebih memperkuat persatuan Menyama Braya saling bantu membantu, lupakan istilah Koh Ngomong (malas bicara, malas berpendapat) Nak Mule Keto (memang sudah begitu, red) demi mempertahankan budaya nama Nyoman, Ketut. Berbelanjalah pada sesama krama, dengan kita sudah berbelanja pada Krama Bali berati kita sudah membantu meningkatkan ekonomi krama, yang sudah pasti keuntungan mereka pasti sebagian dibelanjakan untuk keperluan persembahan keagamaan, dan roda budaya akan bergerak. Jangan sampai Krama Bali “Beli Bakso Jual Tanah, sedangkan Pedagang Jual Bakso Beli” JAENN HIDUP DI BALI.

Tidak hanya disitu saja, peran Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten harus bisa menahan gerakan Jargon Dua Anak Cukup demi mempertahankan Nyoman dan Ketut. Keseriusan jangan hanya sekedar omon-omon saja, langkah Gubernur Bali, Wayan Koster pada dasarnya sudah tepat  dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 1545 Tahun 2019 tanggal 14 Juni 2019 tentang Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali, yang pada intinya memerintahkan kepada seluruh jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana agar mengkampanyekan dan mensosialisasikan Keluarga Berencana (KB) Krama Bali berdasarkan kearifan lokal yang diarahkan untuk mewujudkan manusia/Krama Bali yang unggul dan keluarga berkualitas.

Dalam intruksi tersebut, Gubernur menimbang beberapa hal yang diantaranya mengenai penghormatan atas hak reproduksi. Adapun makna yang tersurat dalam poin tersebut adalah bahwa Krama Bali berhak untuk melahirkan anak lebih dari dua orang, bahkan empat orang yang penyebutannya terdiri atas Wayan, Made, Nyoman dan Ketut atau sebutan lain sesuai dengan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur dan tetua Krama Bali.

Intruksi Gubernur ini sangat kontras dengan program Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mana telah lebih dulu mengkampanyekan program “Dua Anak Cukup” sebagai implementasi dari pengertian Keluarga Berencana yakni upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Tapi sayang kontrasnya Gubernur Bali, Wayan Koster kalah cepat dengan kendaraan BKBN yang terus mengkampanyekan hilangkan Nyoman dan Ketut dengan leluasa dengan senjatanya kata-kata mutiara Dua Anak Saja Sudah Cukup. Sebab identitas Bali tidak hanya terletak pada indahnya tebing Uluwatu atau megahnya Pura Besakih, tetapi pada denyut nadi manusianya yang bernama Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut. Jangan biarkan “Dua Anak Cukup” menjadi lonceng kematian bagi keunikan silsilah kita.

Sudah saatnya pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, lebih serius mengampanyekan KB ala Krama Bali. Jangan sampai di masa depan, nama Nyoman dan Ketut hanya bisa kita temukan dalam lirik lagu pop lama, sementara pemilik namanya sudah sirna ditelan kebijakan yang tidak tepat sasaran. (*)

 

 

Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata
Opini

Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata

28/07/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?
Opini

Dilemanya Petani Bali, Antara Tanam Padi atau Tanam Beton

25/07/2026
Indonesia Emas Tahun 2045 Hanya Impian? Menjadi Tua Sebelum Kaya
Opini

Indonesia Emas Tahun 2045 Hanya Impian? Menjadi Tua Sebelum Kaya

21/07/2026
Prof Tadjuddin: Koperasi Desa Merah Putih Untuk siapa?
Opini

Prof Tadjuddin: Koperasi Desa Merah Putih Untuk siapa?

06/07/2026
Sun Flower RSBM: Doa dan Harapan Kehidupan Baru Bagi Penyintas Kanker
Opini

Sun Flower RSBM: Doa dan Harapan Kehidupan Baru Bagi Penyintas Kanker

01/07/2026
Rekayasa Kenyamanan Termal, Membuktikan Kombinasi Material Dinding Bangunan Bisa Jadi “AC Alami”
Opini

Rekayasa Kenyamanan Termal, Membuktikan Kombinasi Material Dinding Bangunan Bisa Jadi “AC Alami”

23/05/2026
Next Post
Dari Pedagang Pasar, Suandini Sukses Layani Ratusan Transaksi Lewat BRILink

Dari Pedagang Pasar, Suandini Sukses Layani Ratusan Transaksi Lewat BRILink

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

28/07/2026
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Ketua DPRD Badung, Bersama Bupati Tinjau Penataan Pedestrian Pantai Kuta

Ketua DPRD Badung, Bersama Bupati Tinjau Penataan Pedestrian Pantai Kuta

04/07/2026
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

25/07/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

29/07/2026
Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

29/07/2026
Misteri Penemuan Mayat Membusuk di Kamar Kos Denpasar

Fakta Terduga Maling Ayam Bawa Sajam Saat Digerebek Warga

29/07/2026
Currently Playing
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

29/07/2026
Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

29/07/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com