LifeStyle

Nuanu Bangun Sutala Market, Targetkan Masuk Lima Destinasi Gastronomi Terbaik Asia Tenggara

1724 Views

TABANAN, OborDewata.com – Nuanu Creative City memperkenalkan Sutala Market, kawasan gastronomi dan gaya hidup yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi kuliner unggulan di Bali. Dibangun di atas lahan seluas 17.000 meter persegi, kawasan ini ditargetkan masuk dalam lima besar destinasi gastronomi terbaik di Asia Tenggara dengan menghadirkan perpaduan kuliner lokal dan internasional dalam satu kawasan terpadu.

Sutala Market dijadwalkan melakukan soft launching pada kuartal IV 2026. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang publik yang menggabungkan pengalaman kuliner, budaya, kreativitas, hingga aktivitas komunitas di dalam lingkungan Nuanu Creative City.

Iklan

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan destinasi kuliner memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi kreatif dan pertukaran budaya.

Menurutnya, konsep utama Sutala Market adalah membangun kebersamaan melalui keberagaman dengan menghadirkan ruang yang dapat dinikmati seluruh kalangan, mulai dari penghuni kawasan, wisatawan, hingga masyarakat umum.

Iklan

“Kami ingin Sutala Market menjadi tempat berkumpul yang menghadirkan pengalaman kuliner terbaik sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penghuni dan pengunjung Nuanu,” ujarnya.

Sebagai proyek infrastruktur terbesar yang dikembangkan Nuanu, pembangunan Sutala Market dilakukan melalui proses riset yang panjang, termasuk dalam menentukan tenant yang akan mengisi kawasan tersebut.

Lev mengungkapkan pihaknya tidak hanya mencari satu atau dua restoran unggulan, tetapi lebih dari 30 konsep restoran terbaik agar mampu menghadirkan keberagaman kuliner dengan kualitas tinggi.

Sutala Market nantinya akan menampung lebih dari 50 tenant yang terdiri atas 34 konsep kuliner serta 22 tenant lifestyle dan ritel. Area komersial yang tersedia memiliki luas bervariasi mulai 20 hingga 262 meter persegi, sehingga dapat mengakomodasi restoran berskala besar maupun pelaku usaha kreatif independen.

Direktur Sutala Market, Conrad, menegaskan seluruh tenant diposisikan sebagai mitra jangka panjang. Karena itu, Nuanu menyiapkan berbagai skema kemitraan yang mendukung pertumbuhan bisnis para pelaku usaha.

Beberapa fasilitas yang ditawarkan di antaranya masa fit-out hingga enam bulan tanpa biaya sewa, tarif sewa dasar yang kompetitif, sistem bagi hasil, dukungan operasional dan promosi, hingga akses terhadap ekosistem Nuanu yang setiap tahun dikunjungi jutaan wisatawan.

“Kami ingin membangun destinasi bersama para tenant. Ketika mereka berkembang dan mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengunjung, maka Sutala Market juga akan tumbuh menjadi pusat gastronomi yang kuat,” katanya.

Saat ini pengembangan kawasan memasuki tahap akhir dan Nuanu membuka kesempatan bagi restoran lokal maupun internasional untuk bergabung sebelum peluncuran resmi.

Melalui proyek tersebut, Nuanu berharap dapat memperkuat posisi Bali sebagai destinasi gastronomi dunia dengan menghadirkan ruang yang memadukan inovasi kuliner, budaya lokal, serta pengalaman wisata yang berkelas internasional. (rls/tim)