KesehatanLifeStyle

Tak Ingin Berguguran, Cica Penyintas Kanker Gencarkan Edukasi Live Streaming

4824 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Pasca Radioterapi yang diikuti oleh Penyintas Kanker, Ketut Cica kali ini memasuki babak baru dengan perjuangan baru, tekadnya kali ini lebih leluasa tidak lagi harus menunggu usai radiotherapy baru memberikan pengalaman serta edukasi bahaya kanker. Ada kelegaan di dalam hatinya, ada pula kemenangan yang diselimuti kabar duka teman seperjuangan gugur berjuang melawan ganasnya serangan Kanker.

Atas dasar itulah, Ketut Cica semangatnya tumbuh bersama doa dan harapan yang ingin dibagikan ke sesama penyintas terutama bagi yang baru divonis agar tidak salah mengambil pilihan. Keprihatinan mendalam inilah yang memicu lahirnya misi kemanusiaan digital Cica. Ia menyaksikan sendiri bagaimana badai informasi palsu (hoaks) sering kali menjerumuskan pasien kanker baru ke dalam pilihan pengobatan alternatif yang keliru, hingga berujung fatal.

Iklan
QRIS CB THAILAND-INBOUND BANK BPD

“ketika penyintas sudah dikatakan kanker ya obatnya hanya jalur medis dan mengikuti saran dokter bila ingin berumur panjang dan melihat indahnya senyuman sanak family,” ujarnya ketika ditemui pada Kamis (2/7/2026).

Lewat cara yang sederhana, tanpa studio mewah, Cica menyapa dunianya dengan live streaming. Di luar dugaan, edukasi berbasis pengalaman empiris yang ia bagikan memikat perhatian banyak orang. Mulai dari kelompok lansia, anak muda, hingga anak-anak berjejal di kolom komentar siaran langsungnya. Mereka haus akan pemahaman seputar bahaya kanker, metode pencegahan, dan bagaimana cara bertahan hidup.

Iklan

Pasalnya, pasien kanker yang mulai jenuh dan lelah menghadapi prosedur medis berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, setiap penuturan Cica menjelma menjadi suplemen penambah semangat yang baru.

Ia pun tidak peduli, meskipun terkadang isi kantong dan dompet yang meronta-ronta, tekadnya tetap bulat untuk berbagi pengalaman dan memberikan sedikit pengetahuan tentang bahaya kanker. dan pencegahan kanker. Kicauan Cica pun menjadi penyemangat baru untuk para penyintas yang lelah menjalankan pengobatan yang cukup panjang.

Bagi Cica, musuh terbesar seorang penyintas bukan hanya sel kanker yang menggerogoti fisik, melainkan juga hancurnya kesehatan mental akibat lingkungan sekitar. Stigma negatif menakutkan yang masih melekat pada penyakit ini kerap kali membawa dampak sosial yang mengerikan bagi pasien.

“Para penyintas kanker selain menderita sakit fisik, batin mereka juga tersiksa akibat dikucilkan oleh keluarga. Ini sungguh sangat tragis,” ujarnya dengan nada suara yang meninggi.

Menurut pengamatannya, runtuhnya mental dan hilangnya dukungan moral dari orang-orang terdekat sering menjadi pemicu utama pasien menyerah di tengah jalan hingga akhirnya meninggal dunia. Kondisi psikologis yang depresi membuat tubuh menolak merespons pengobatan dengan baik.

“Untuk itulah saya konsisten melakukan live streaming. Saya ingin berbagi pengalaman riil, menyemangati para penyintas agar mereka tetap punya alasan untuk tersenyum, dan mendorong mereka untuk terus bersemangat menuntaskan setiap tahapan pengobatan medis,” tegasnya.

Di bawah lampu ruangan yang mulai meremang, Cica kembali menatap layar androidnya. Ia bersiap menyapa kembali para pengikutnya di lini masa. Baginya, satu ketukan tombol live streaming adalah satu peluang lagi untuk memperpanjang harapan hidup seseorang di luar sana. tra/dx