Ekonomi BisnisKesehatanLifeStyle

Madina Hangatkan Pulau Dewata Lewat Minyak Kayu Putih

1124 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Pergerakan bisnis memang menggiurkan, resep utamanya adalah pantang menyerah, hal tersebut dibuktikan dengan Madina Eka Putri, Pengusaha Minyak Kayu Putih di Bali. Dimana yang hanya berawal iseng disaat era pandemi, tak disangka isengnya yang menjadi serius  memiliki kehangatan seperti Miyak Kayu Putih Madina hadir hingga sampai sekarang.

Madina menceritakan, disaat Pandemi COVID-19 yang melanda pada awal tahun 2020 menjadi lonceng kematian bagi banyak sektor usaha di Bali. Sektor pariwisata lumpuh, hotel-hotel gulung tikar, dan rantai pasokan tersendat. Hal ini pula yang dirasakan oleh Maddina, seorang pengusaha lokal yang sebelumnya bergerak di bidang supplier kebutuhan hotel seperti arang dan perlengkapan lainnya.

Iklan

Ketika bisnis hotelnya mandek total, Madina dihadapkan pada kenyataan pahit, cicilan mobil baru menanti dan roda ekonomi harus tetap berputar. Namun, bagi sebagian orang, krisis dan pantang menyerah Adalah sebuah batu loncatan. Berbekal memori masa kecil dan koneksi tanah kelahiran, Madina berhasil memutar otak dan menemukan peluang baru dari sebotol minyak herbal.

​”Awalnya cuma coba-coba, iseng karena harus putar otak agar bisnis tetap jalan,” kenang Maddina menjemput memori enam tahun lalu, ucapnya ketika ditemui pada Jumat (26/6/2026).

Iklan

Madina merupakan wanita kelahiran Ambon  sangat akrab dengan minyak kayu putih asli. Ayahnya sejak dulu selalu membawa minyak kayu putih langsung dari Maluku. Menyadari bahwa saat pandemi semua orang memburu produk kesehatan yang bisa melegakan pernapasan, ia memutuskan untuk mendatangkan minyak kayu putih murni langsung dari tempat penyulingannya di Pulau Buru, Ambon.

​Dengan modal awal sekitar Rp5 juta yang sebagian besar habis untuk ongkos kirim kargo yang mahal kala itu Madina nekat mendatangkan 40 botol pertama tanpa merk, tanpa label. Ia memanfaatkan botol kaca bekas yang ada, mulai dari botol bir besar (620 ml), botol bir kecil (300 ml), hingga botol kaca kecil.

​Ia membagikan foto produk tersebut ke teman-temannya. Tak disangka, respons yang diterima sangat luar biasa. Begitu barang datang dari kargo, Madina sendiri yang mengambil dan langsung mengantarkannya ke tangan konsumen. Hanya dalam hitungan hari, pesanan demi pesanan kembali mengalir.

Dari Botol Bir hingga Masuk ke Ranah Pemerintahan

​Seiring berjalannya waktu, permintaan pasar mulai bergeser. Pasalnya, kualitas Minyak Kayu Putih Madina kehangatannya tidak perlu diragukan lagi dikarenakan bahan utama pembuatan Minyak Kayu Putih berkualitas premium, uniknya Madina mampu mebanderol Minyak Kayu Putih dengan sangat murah dengan dikemas sangat elegan.

​10 ml: Rp25.000

​30 ml: Rp55.000

​50 ml: Rp75.000

​Strategi ini berhasil. Minyak kayu putihnya langsung diborong oleh jajaran pemerintahan di Bali. Diberi nama “Minyak Kayu Putih Maddina” sebuah nama yang simpel dan diambil dari namanya sendiri produk ini mulai dikenal luas karena khasiatnya yang kuat untuk meredakan flu, batuk, dan perut kembung.

​Madina mengakui, produknya memang berbeda dengan minyak kayu putih pabrikan yang banyak beredar di pasaran dengan wadah plastik, Maddina bersikeras menggunakan botol kaca. Minyak kayu putih murni (pure) memiliki sifat volatil (mudah menguap) yang sangat kuat. Jika menggunakan plastik, dikhawatirkan minyak akan bereaksi dan “memakan” lapisan plastik tersebut, sehingga menurunkan kualitas dan kemurniannya.

Jaminan Organik Tanpa Campuran

​Salah satu keunggulan utama dari Minyak Kayu Putih Maddina adalah garansi keasliannya. Produk ini dijamin 100% organik, hanya mengekstrak daun dan batang pohon kayu putih dengan usia yang cukup tua dan melalui proses penyulingan tradisional di Ambon, tanpa bahan pengawet atau campuran kimia apa pun. Rasa hangatnya lebih tahan lama, aromanya jauh lebih strong, dan kualitasnya tetap terjaga bahkan hingga bertahun-tahun. hal inilah yang membuat diri ssangat percaya diri dengan kualitas produknya, aman digunakan dioleskan atau diuap (diteteskan ke air panas lalu dihirup uapnya).

Menembus Pasar Internasional Lewat Kantong Turis

Kini, setelah enam tahun berjalan (2020–2026), bisnis Maddina telah mengalami peningkatan omzet hingga 50%. Dari yang awalnya hanya mengepak puluhan botol bekas, kini Maddina mampu memesan hingga 3 jeriken besar (ukuran 5 liter) sekali kirim, yang kemudian dikemas menjadi sekitar 1.000 botol kecil siap edar di rumahnya sendiri secara mandiri.

​Pemasarannya pun kini sudah merambah ke berbagai lini, mulai dari ditaruh di supermarket, restoran, spa, koperasi, hingga pusat oleh-oleh di Bali. Bahkan, aromanya sudah tercium hingga ke mancanegara. Meski terkendala regulasi ekspor antarnegara yang rumit untuk produk cairan herbal, para turis asing (bule) punya solusinya sendiri. Setiap kali berkunjung ke Bali, tidak sedikit dari mereka seperti wisatawan dari Swedia yang memborong hingga 300 botol kecil sekaligus untuk dimasukkan ke dalam bagasi pesawat sebagai buah tangan.

​”Saya cuma mau bilang terima kasih untuk orang-orang dan konsumen yang sudah membantu mempromosikan dan setia berlangganan bertahun-tahun. Ada harga, ada kualitas,” ungkap Maddina tersenyum.

​Bagi Anda yang tertarik merasakan kehangatan asli Maluku di Pulau Bali, Minyak Pagi Maddina juga membuka sistem reseller (bisa campur ukuran) dengan minimal pembelian 20 botol saja, atau melalui sistem konsinyasi di berbagai gerai mitra terdekat. tra/dx