Ekonomi Bisnis

Stok Gas LPG 3 Kg Kota Denpasar Masih Aman

78224 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa pastikan ketersediaan, kelancaran distribusi serta keterjangkauan Gas LPG (liquefied petroleum gas) 3 Kg di Kota Denpasar. Kali ini turun langsung meninjau Operasi Pasar yang digelar Pemkot Denpasar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Pertamina di Kawasan Pasar Adat Padangsambian, Kamis (8/6/2023). Upaya tersebut dilaksanakan sebagai tindaklanjut atas kelangkaan Gas LPG yang terjadi sejak beberapa hari lalu.

Pada kegiatan yang didukung Pertamina ini turut dihadiri Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, Sales Area Manager Retail Pertamina Bali, Gusti Anggara Permana, PJS SBM I Pertamina Bali, Paris Aceriza, Ketua Iswana Migas Bali, Dewa Ananta dan Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Karisantika.

Iklan

Selain di kawasan Pasar Adat Padangsambian, operasi pasar juga tersebar di empat kecamatan se-Kota Denpasar secara serangak. Seperti halnya di Kawasan Jalan Pucuk Kecamatan Denpasar Timur, Jaba Pura Kahyangan Desa Adat Poh Gading Denpasar Utara, Kawasan Pasar Adat Padangsambian Denpasar Barat dan Wantilan Pura Dalem Suwung Batan Kendal Denpasar Selatan.

Tampak hadir Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, Sales Area Manager Retail Pertamina Bali, Gusti Anggara Permana, PJS SBM I Pertamina Bali, Paris Aceriza, Ketua Iswana Migas Bali, Dewa Ananta, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Karisantika, Camat Denpasar Barat, IB Purwanasara serta instansi terkait lainya.

Iklan

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa disela peninjauan menjelaskan, pelaksanaan operasi pasar khusus Gas LPG 3 Kg ini secara serentak menyasar empat kecamatan di Kota Denpaasar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai solusi jangka pendek terhadap masalah kelangkaan Gas LPG di Kota Denpasar. Sehingga masyarakat kedepannya tidak lagi kesulitan mendapatkan Gas LPG 3 Kg.

“Kita Pemerintah Kota Denpasar bersama TPID dan Pertamina, ingin memastikan dan memetakan sumbatan yang terjadi, dan kami mengamankan jalur distribusi hingga ke agen dan pangkalan LPG terbawah, sehingga masyarakat lebih mudah menjangkau,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, operasi pasar ini akan dilaksanakan berkelanjutan sembari melaksanakan evaluasi dan meihat perkembangan situasi di masyarakat.  Kedepanya tidak ada lagi masyarakat Kota Denpasar yang kesulitan membeli Gas LPG 3 Kg.

“Memang betul, sekali dirasa tidak cukup pelaksanaan operasi pasar ini, kedepan akan kami rancang operasi pasar khusus LPG 3 Kg lagi di lokasi berbeda, sembari melihat situasi lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan hingga lapisan terbawah, bahkan dengan operasi pasar ini pihak pertamina siap menambah quota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya

Sementara, Sales Area Manager Retail Pertamina Bali, Gusti Anggara Permana mengatakan, dalam mendukung upaya penanganan terhadap kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Kota Denpasar dan beberapa kabupaten di Bali, Pertamina Bali telah melaksanakan beberapa langkah strategis. Mulai dari memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga.

“Upaya kami untuk menetralisir kondisi yang sekarang terjadi, dimana proses produksi di SPBE berjalan lancar, per hari Selasa kemarin kita sudah tambah 50 persen penyaluran dari quota normal dan hari ini Kamis juga ditambah 50 persen lagi dari quota normal,” ujarnya

Anggara menjelaskan, secara keseluruhan khusus untuk Kota Denpasar telah dilaksanakan penambahan distribusi Gas LPG 3 Kg sebanyak 28 ribu tabung. Sedangkan penambahan untuk diseluruh wilayah Bali telah dilaksanakan sebanyak 144 ribu tabung. Hal ini untuk mengantisipasi masyarakat kabupaten penyangga Denpasar agar tidak membeli di agen wilayah Denpasar.

“Mudah-mudahan dengan ini dapat menetralkan dan mengatasi kelangkaan ini, ditambah dengan operasi pasar ini dengan kapasitas 1 truk yakni 560 tabung yang tersebar di empat kecamatan, dan jika dirasa masih kurang, akan kami tambahkan 1 truk lagi dengan kapasitas 560 tabung siap melayani masyarakat dengan HET Rp. 18 ribu,” ujarnya. eta/sathya