Ekonomi Bisnis

Gas Melon Langka di Badung, Emak-emak Menjerit Harga Tembus Rp25.000

915 Views

BADUNG, OborDewata.com – Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg atau “gas melon” di tingkat eceran kian mencekik leher masyarakat. Di wilayah Kabupaten Badung, harga gas bersubsidi tersebut dilaporkan melejit hingga menyentuh angka Rp25.000 per tabung. Kondisi ini sontak membuat para ibu rumah tangga syok, namun terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi dapur tetap mengepul.

​Warga keluhkan harga tak wajar, Kelangkaan dan lonjakan harga yang ugal-ugalan ini menjadi keluhan utama Ketut Cica, seorang ibu rumah tangga asal Sibang. Ia mengaku sangat keberatan dengan kondisi pasar saat ini, terlebih kenaikan harga tersebut terjadi tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pemerintah maupun otoritas terkait.

​“Sudah harganya mahal, tabung gas 3 kg susah dicari. Kok sudah sampai pada kondisi harga yang tidak wajar begini pemerintah diam saja?” cetusnya dengan nada kecewa pada Minggu (8/2/2026).

​Senada dengan Cica, sejumlah warga di titik lain juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok di pangkalan resmi, sehingga mereka terpaksa berburu ke pengecer meski dengan harga yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

​Dimana kondisi di lapangan menunjukkan Stok Kosong banyak toko eceran yang memajang tabung kosong selama berhari-hari. Harga melambung dari harga normal kisaran Rp18.000 – Rp20.000, kini mencapai Rp25.000.

​Dengan naiknya harga tersebut membuat warga khawatir jika kondisi ini berlarut, harga kebutuhan pokok lainnya akan ikut terkerek naik.

​“Saya berharap pemerintah daerah dan pihak Pertamina segera melakukan operasi pasar atau sidak ke jalur distribusi untuk mencari tahu penyebab pasti kelangkaan ini, apakah karena kendala distribusi atau adanya praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” pungkas Cica. tra/dx