DENPASAR, OborDewata.com – PT Bank Pembangunan Daerah (Bank BPD) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang Triwulan II 2026. Selain membukukan pertumbuhan pada berbagai indikator keuangan, bank milik Pemerintah Provinsi Bali tersebut juga resmi masuk ke dalam kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 setelah modal intinya melampaui Rp6 triliun.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengatakan pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan sekaligus memperkuat kapasitas bank untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah.

“Naiknya Bank BPD Bali ke KBMI 2 merupakan hasil penguatan permodalan yang dilakukan secara konsisten bersama para pemegang saham. Ini bukan hanya memperkuat struktur permodalan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas untuk ekspansi usaha dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Hingga Juni 2026, modal inti Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp6,064 triliun, didukung penyertaan modal pemerintah daerah sebagai pemegang saham sebesar Rp3,63 triliun. Capaian tersebut telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai klasifikasi bank berdasarkan modal inti.
Dari sisi kinerja keuangan, total aset Bank BPD Bali meningkat menjadi Rp42,74 triliun, atau tumbuh 5,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga juga mengalami kenaikan menjadi Rp35,05 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 65,31 persen dari total penghimpunan dana.
Pertumbuhan tersebut didukung transformasi digital yang terus dikembangkan melalui penguatan layanan perbankan elektronik serta integrasi sistem pembayaran di berbagai sektor, seperti rumah sakit, destinasi wisata, hingga institusi pendidikan.
Bank BPD Bali juga terus memperkuat keamanan teknologi informasi melalui pengembangan berbagai layanan digital, di antaranya BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, QRIS Cross Border, serta pengembangan fitur QRIS Tap guna memperluas kemudahan transaksi bagi nasabah.
Pada sektor intermediasi, penyaluran kredit hingga akhir Triwulan II 2026 mencapai Rp25,85 triliun, meningkat 7,08 persen secara tahunan. Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL Gross) sebesar 0,94 persen, mencerminkan penerapan manajemen risiko yang sehat.
Pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi fokus utama. Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp1,17 triliun, atau sekitar 64,55 persen dari target tahunan sebesar Rp1,8 triliun.
Selain KUR, Bank BPD Bali juga mengembangkan produk Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul, dan Maju (KUSUMA) dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp1,72 triliun. Penyaluran kredit diarahkan pada sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, hingga industri kerajinan yang mendukung penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan, Bank BPD Bali juga telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp135,27 miliar hingga Triwulan II 2026.
Kinerja positif tersebut turut mendorong pertumbuhan laba bersih perusahaan menjadi Rp755,75 miliar, meningkat 17,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp642,28 miliar. Sejumlah rasio keuangan utama juga tetap berada pada level yang sehat, di antaranya Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 30,99 persen dan Return on Assets (ROA) 4,22 persen.
Di bidang tata kelola, Bank BPD Bali juga memperoleh Sertifikat Rekognisi Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dengan predikat Good/Mature Level, sebagai pengakuan atas penerapan manajemen risiko yang dinilai matang dan sesuai standar internasional.
Tak hanya fokus pada bisnis, Bank BPD Bali juga aktif meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hingga pertengahan 2026, bank ini telah menyelenggarakan 324 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 22 ribu peserta melalui berbagai program, seperti Goes to Banjar, Goes to School, Goes to Campus, hingga edukasi bagi aparatur sipil negara, pensiunan, dan calon pekerja migran Indonesia.
Dengan penguatan permodalan, transformasi digital, serta komitmen memperluas pembiayaan produktif, Bank BPD Bali optimistis mampu memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. (rls/tim)

