Daerah

Wabup Klungkung Buka FGD Finalisasi Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi Nusa Penida

864 Views

SEMARAPURA, OborDewata.com – Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, mewakili Bupati Klungkung, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) pemaparan laporan akhir Kajian Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Inspektorat Kabupaten Klungkung, Rabu (17/12/2025).

FGD ini dihadiri oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Klungkung I Ketut Budiarta, perwakilan instansi terkait, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan kajian.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjok Surya menegaskan bahwa Kepulauan Nusa Penida memiliki posisi strategis dengan kekayaan alam, keanekaragaman hayati, budaya lokal, serta potensi pariwisata berkelas dunia. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga mengedepankan prinsip konservasi dan keberlanjutan.

“Pembangunan di Kepulauan Nusa Penida tidak bisa dilakukan dengan pendekatan konvensional. Diperlukan keseimbangan antara kepentingan manusia dan kelestarian alam. Oleh karena itu, masterplan pembangunan berbasis konservasi ini menjadi dokumen strategis yang akan menjadi pedoman arah pembangunan jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan FGD memiliki peran penting sebagai ruang pendalaman dan penyempurnaan laporan akhir kajian. Pemerintah Kabupaten Klungkung, lanjut Wabup, berkomitmen menjadikan hasil kajian tersebut sebagai acuan utama dalam perumusan kebijakan serta program pembangunan di wilayah Kepulauan Nusa Penida.

“Dokumen ini harus memiliki kualitas yang baik, rekomendasi yang jelas, serta selaras dengan regulasi dan rencana pembangunan daerah. Harapannya, FGD ini menghasilkan kesepahaman dan rekomendasi terbaik demi terwujudnya pembangunan Nusa Penida yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berbasis konservasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali I Ketut Wica menjelaskan bahwa kajian masterplan tersebut merupakan implementasi visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam kerangka Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Ia menyampaikan bahwa setelah proses kajian selama kurang lebih tiga bulan, saat ini penyusunan telah memasuki tahap akhir berupa pembahasan laporan final. Tahapan ini menjadi muara penyempurnaan hasil pemikiran seluruh pihak yang terlibat.

“Kajian ini mengintegrasikan sepuluh aspek pembangunan, mulai dari tata ruang dan penataan kawasan, infrastruktur dan konektivitas, konservasi lingkungan, pengelolaan energi dan air bersih, pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif dan UMKM, peningkatan kualitas SDM, pelestarian adat dan budaya, tata kelola pemerintahan dan digitalisasi, hingga mitigasi bencana serta adaptasi perubahan iklim,” jelasnya.

Melalui kajian tersebut, diharapkan Kepulauan Nusa Penida memiliki arah pembangunan yang terencana, berkelanjutan, serta tetap menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. tim/dx