Daerah

Saksi Mata Terkejut, Mobil Terduga Pelaku Penembakan WNA Australia Parkir Misterius di Anyelir Tabanan

894 Views
Tersangkka kasus penembakan di Badung memeragakan adegan rskonstruksi.

OborDewata.com, TABANAN- Reka adegan kasus penembakan dua warga negara Australia di vila Munggu, Badung, berlanjut ke Kabupaten Tabanan. Polisi menunjuk dua lokasi penting untuk rekonstruksi: Desa Buwit, Kecamatan Kediri, dan Jalan Anyelir VI, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Tiga tersangka asal Australia, Darcy Francesco Jenson (37), Coskunmevlut (23), dan Tupou Pasa I Midolmore (37), hadir langsung. Polres Badung memimpin jalannya adegan pada Rabu (30/7/2025).

“Kami memperagakan skenario pergantian kendaraan, pembuangan barang bukti, hingga pergerakan selanjutnya,” ujar seorang penyidik dari tim rekonstruksi.

Di Jalan Anyelir, titik terakhir rekonstruksi, para pelaku diketahui menukar mobil. Mereka juga membuang pakaian yang mereka kenakan saat beraksi. Selain itu, satu pucuk senjata api sengaja dibuang ke dalam selokan. Ketiga tersangka tiba di Jalan Anyelir sekitar pukul 14.00 WITA dengan kendaraan taktis kepolisian.

“Saya sempat melihat mobil itu menghadap ke barat pukul 6 pagi saat ke pasar. Tapi sore harinya, posisinya sudah menghadap ke timur,” kata Vika, seorang warga Jalan Anyelir VI.

Tersangka memperagakan empat adegan kunci. Pertama, mereka mendekati mobil pengganti yang sudah disiapkan di Jalan Anyelir. Kemudian, mereka berganti pakaian di dalam mobil. Setelah itu, mereka berkendara sejauh 300 meter untuk berganti pakaian lagi. Terakhir, mereka membuang tas berisi pakaian dan senjata api ke selokan sebelum pergi menuju Pelabuhan Gilimanuk. Tujuannya melarikan diri ke Surabaya, Jawa Timur.

Proses rekonstruksi ini berlangsung sekitar 30 menit. Petugas bersenjata lengkap menjaga ketat area tersebut. Kehadiran mobil dan polisi menarik perhatian warga di lingkungan padat penduduk tersebut.

“Saya kira itu mobil tamu kos lain. Baru sadar setelah polisi datang malam-malam,” tutur Vika, yang telah empat tahun bermukim di Jalan Anyelir.

Vika mengaku terkejut mengetahui mobil Suzuki XL7 putih berpelat DK 1339 FBL yang lama terparkir di depan rumahnya ternyata terkait kejahatan. Ia awalnya mengira mobil itu milik tamu penghuni kos.

Beberapa hari setelah mobil Suzuki XL7, sebuah Toyota Fortuner juga terparkir di tempat yang sama. Mobil itu juga tidak menimbulkan kecurigaan. Hal serupa diungkapkan pasangan lansia di dekat lokasi. Mereka mengira kendaraan itu milik penghuni baru.

“Kami cukup mengenal penghuni kos di sini, tetapi kami tidak pernah menyangka,” ujarnya.

Sebelum menuju Jalan Anyelir, reka adegan juga berlangsung di Desa Buwit. Di sana, dua eksekutor meninggalkan sepeda motor mereka setelah melancarkan aksinya. Kepolisian terus berupaya keras mengumpulkan semua bukti. Hal ini penting demi kelancaran proses hukum. ga