Daerah

Berkomitmen Angkat Ekonomi Desa Adat, Dishub Denpasar dan Badung Dukung Aplikasi Tri Hita

10 Views
Launching Aplikasi Trihita pada Sabtu (16/5/2025) di Wantilan Desa Adat Beraban Tabanan.

TABANAN, OborDewata.com — Keseriusan Aplikasi Trihita yang dimiliki oleh PT Sentrik Persada Nusantara dalam menggerakan ekonomi desa adat, dibuktikan dengan di launchingnya Aplikasi Trihita pada Sabtu (16/5/2025) di Wantilan Desa Adat Beraban Tabanan. Dengan sudah diresmikannya aplikasi tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Badung langsung memberikan apresiasi, sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap operasional aplikasi transportasi lokal Bali, “Tri Hita”.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan S.E., menjelaskan, Aplikasi Tri Hita sejatinya berbasis kearifan lokal yang dinilai tidak hanya mampu mendongkrak kesejahteraan pengemudi (driver), tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi desa adat di Bali.

Bahkan Aplikasi Tri Hita memiliki ekosistem dana yang sehat karena keuntungannya dialirkan kembali ke desa adat, koperasi, dan aplikator lokal. Pola ini dinilai sejalan dengan upaya menjaga pariwisata serta menyokong pembiayaan kegiatan keagamaan dan budaya (yadnya) demi keharmonisan alam Bali.

“Melalui aplikasi ini, aliran dana kembali ke kearifan lokal Bali. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita di Bali. Bahkan ke depan, tidak menutup kemungkinan aplikasi ini diberi peluang bergerak pada sektor pungutan wisatawan asing di bandara untuk dikembalikan ke desa adat,” ujarnya.

Sriawan menegaskan, pentingnya aplikasi ini dari sudut pandang penataan sektor transportasi daerah dan Aplikasi Tri Hita dinilai membantu pemerintah melakukan pendataan armada, verifikasi identitas pengemudi, hingga memastikan kelayakan dan keselamatan kendaraan di jalan raya. Keberadaan angkutan ini juga diproyeksikan sebagai feeder (angkutan pengumpan) guna menjaga kapasitas jalan dari kemacetan.

“Kehadiran Tri Hita dinilai sinkron dengan Peraturan Wali Kota Denpasar mengenai Kawasan Rendah Emisi. Pemerintah mendorong agar ke depannya sarana angkutan yang tergabung dalam aplikasi ini beralih ke kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai (listrik),” harapnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Gde Rahmadi, SH., M.H., juga memberikan lampu hijau dan apresiasi tinggi terhadap aplikasi yang berbasis pada kekuatan desa adat ini.

“Pada prinsipnya kami mendukung penuh. Ini salah satu sarana untuk membuat wisatawan ke Bali menjadi lebih nyaman, sesuai dengan visi kami membangun pariwisata yang berkualitas,” ungkap perwakilan Dishub Badung.

Dishub Badung menilai presentasi platform Tri Hita sudah sangat baik karena membuka ruang lebar bagi pertumbuhan ekonomi lokal di tengah persaingan teknologi global. Pihaknya berharap manajemen aplikasi di lapangan dapat dikelola dengan profesional agar tetap kompetitif dan menciptakan iklim persaingan yang sehat dengan platform transportasi lainnya. tra/sathya