• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Tumpek Landep: Mengasah “Landeping Idep” di Tengah Carut-Marut Sampah Bali

Obor Dewata by Obor Dewata
Jumat, 17 April 2026
in Berita
0
Tumpek Landep: Mengasah “Landeping Idep” di Tengah Carut-Marut Sampah Bali
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sabtu, 18 April 2026, krama Bali kembali merayakan hari suci Tumpek Landep. Secara tradisional, kita memberikan penghormatan pada benda-benda tajam dari logam. Namun, esensi yang jauh lebih dalam dari hari suci ini adalah ‘Landeping Idep”mengasah ketajaman pikiran agar kita mampu berpikir jernih, cerdas, dan bertindak berdasarkan Dharma.

Tahun ini, ketajaman pikiran kita benar-benar diuji oleh sebuah kenyataan pahit, drama sampah yang tak kunjung usai. Bali, yang sering dipuja sebagai surga dunia, kini tengah bergelut dengan citra buruk akibat tumpukan sampah liar yang “mengular” di tepi jalan. Pariwisata pun terancam, keluhan wisatawan asing bukan lagi sekadar desas-desus, melainkan peringatan keras bagi keberlangsungan ekonomi pariwisata pulau ini.

Pemerintah Provinsi Bali pun mulai mengambil langkah drastis. Melalui SE Nomor 9 Tahun 2025, ancaman serius ditebar. Desa adat yang tidak mengelola sampah dari sumbernya diancam penundaan bantuan keuangan. Perusahaan yang melanggar bahkan menghadapi risiko pencabutan izin usaha hingga “pengumuman publik” sebagai entitas yang tidak layak dikunjungi.

Baca Juga :  Tuntas Tata Kawasan dan Benahi Pelaksanaan IBTK, Gubernur Koster Lanjut Restorasi Total Parahyangan Besakih

Namun, apakah sanksi dan ancaman cukup untuk menyelesaikan kebuntuan ini?

Aksi para sopir truk sampah yang mendatangi Kantor Gubernur pada Kamis (16/4) lalu menunjukkan betapa gentingnya situasi di lapangan. Kebijakan yang memperbolehkan pembuangan sampah organik ke TPA Suwung setiap dua minggu sekali hanyalah solusi jangka pendek, sebuah “napas buatan” di tengah sistem yang sedang sesak.

Di sinilah makna Tumpek Landep harus relevan. Mengasah pikiran berarti berhenti saling menyalahkan dan mulai mengambil tanggung jawab dari diri sendiri. Kedewasaan krama Bali kini diuji melalui kebiasaan kecil namun berdampak besar: memilah sampah.

Memilah antara organik dan non-organik bukan sekadar urusan membuang barang sisa. Ini adalah bentuk nyata dari kecerdasan berpikir (landeping idep). Dengan memilah, kita tidak hanya mempermudah proses daur ulang, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari barang bekas dan, yang paling penting, menjamin kesehatan lingkungan hidup kita sendiri.

Baca Juga :  Banyak Promo Belanja Saat Nataru, Aprindo Bali Proyeksi Penjualan Meningkat

Jika setiap rumah tangga di Bali mampu menajamkan niatnya untuk memilah sampah dari sumbernya, maka ketergantungan kita pada TPA akan berkurang secara drastis. Lingkungan yang bersih dan sehat bukanlah hadiah dari pemerintah, melainkan hasil dari ketajaman pikiran masyarakatnya yang sadar akan harmoni alam.

Mari jadikan Tumpek Landep kali ini sebagai momentum transformasi mental. Jangan hanya senjata dan peralatan logam yang kita upacarai agar tajam, tetapi tajamkanlah kepedulian kita terhadap bumi Bali. Sebab, tanpa pikiran yang tajam untuk mengelola sampah, keindahan Bali hanya akan menjadi kenangan yang tertimbun di bawah tumpukan limbah.

Oleh: I Kadek Saputra.

 

 

 

Previous Post

PLN UP2D Bali Edukasi Listrik Aman untuk Anak-Anak sejak Dini

Next Post

Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni ditengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Next Post
Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni ditengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni ditengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
play
28 Agustus 2023
play
Swacam Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile dengan fitur OCR jadi lebih cepat dan gampang
play
Persiapan odalan Pura Goa Lawah
play
Paskibra Kabupaten Tabanan, Bali.
play
Rahajeng Galungan Semeton.
play
Rahajeng Galungan Semeton
play
29 Juli 2023
play
Pemkab Karangasem lakukan Studi Banding Penguatan Media dan Komunikasi, Kabupaten Subang.
play
Rapimprov Kadin Bali Berkomitmen majukan industri pertanian di Bali.
play
Kadin Bali Komitmen Majukan Pertanian di Bali
play
Armada - Pergi Pagi Pulang Pagi (Official Karaoke)
play
Efek Cuaca Ekstrim, sebabkan tanah longsor.
play
putih sampai mati (karaoke version) tanpa vokal
play
Karaoke Lagu Wali_Emang Dasar No Vocal
«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.