• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Tak Ingin Punah Komang dan Ketut, 2025 Gubernur Koster Berikan Insentif

Obor Dewata by Obor Dewata
Jumat, 14 Maret 2025
in Berita
0
Tak Ingin Punah Komang dan Ketut, 2025 Gubernur Koster Berikan Insentif
ket foto: foto keluarga (ist)
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR, OborDewata.com – Gubernur Bali, Wayan Koster masukan program pelestarian nama Nyoman/Komang dan Ketut dalam tim percepatan pelaksanaan program Tahun 2025-2030. Koster mengatakan juga akan memberikan insentif untuk nama Nyoman dan Ketut.

“Nanti kita data di sekolah dikasih uang untuk buku pakaian seragam,” jelas Koster pada, Rabu 12 Maret 2025.

Pemberian insentif ini dimulai untuk Nyoman dan Ketut yang lahir pada Tahun 2025. “Iya yang lahir mulai tahun ini,” bebernya.

Untuk lebih melestarikan nama Nyoman dan Ketut, Koster memasukan Tim Perencanaan Pelestarian Nama Depan Anak untuk Nyoman/Komang dan Ketut pada 32 tim percepatan pelaksanaan program semua agenda Tahun 2025-2030.

Provinsi Bali sampai tahun 2024, Bali memiliki 57 kecamatan, 1.500 desa adat, 636 desa, dan 80 Kelurahan. Luas wilayah Bali sebesar 5.590 Km2 atau 0,1 persen dari luas wilayah Indonesia. Jumlah penduduk Bali sebanyak 4,4 juta jiwa atau hanya sekitar 1,6 persen dari penduduk Indonesia. Pertumbuhan penduduk Bali pertahun sebesar 0,66 persen cenderung melambat dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  HUT ke-20 Baladika Bali Angunggah Shanti, Gus Bota : Eratkan Persaudaraan Tebarkan Perdamaian

Sehingga lebih rendah dari pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,04 persen per tahun. Gubernur Bali, Wayan Koster, juga mengatakan ini perlu menjadi perhatian semua pihak karena menurunnya pertumbuhan penduduk Bali termasuk tergerusnya budaya Bali.

“Nama depan nyoman dan ketut hampir punah di Bali, harus kita jaga ini. Kalau enggak maka nama nyoman dan ketut itu tinggal di museum saja ke depan,” ucap, Koster. ri/sathya

Previous Post

Kelompok Ahli DPRD Bali Periode 2024-2029 Berjumlah 31 Orang, Dinilai Lebih Banyak Ketimbang Periode Lalu

Next Post

Terekam CCTV! Pelaku Perusakan Ogoh-Ogoh di Denpasar Ditangkap Polisi

Next Post
Terekam CCTV! Pelaku Perusakan Ogoh-Ogoh di Denpasar Ditangkap Polisi

Terekam CCTV! Pelaku Perusakan Ogoh-Ogoh di Denpasar Ditangkap Polisi

Sorry, there was a YouTube error.
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.