DENPASAR, OborDewata.com – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menjalin silaturahmi dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Provinsi Bali sebagai langkah strategis dalam menyikapi kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Pertemuan yang berlangsung di Segara Bambu, Denpasar, Selasa (5/5/2026) tersebut menjadi ruang komunikasi antara aparat kepolisian dan para pedagang pasar untuk membangun kesepahaman di tengah dinamika ekonomi. Dalam kesempatan itu, IKAPPI Provinsi Bali menyatakan komitmennya untuk turut menjaga stabilitas wilayah.
Panit 2 Subdit II Polda Bali, AKP I Ketut Jayana, menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pelaku pasar dalam menjaga situasi tetap aman. “Kami mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah, khususnya dalam menyikapi kebijakan penyesuaian harga BBM agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina IKAPPI Bali sekaligus Anggota DPRD Kota Denpasar, I Gede Tommy Sumertha, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian. “IKAPPI siap bersinergi dengan Polda Bali untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, sehingga masyarakat tetap merasa aman dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi,” katanya.
Ketua IKAPPI Bali, Sudadi Murtadho, juga menekankan komitmen para pedagang dalam menjaga ketertiban. “Kami mengimbau seluruh anggota untuk tidak melakukan praktik penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar. Stabilitas pasar adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain dialog, kegiatan juga dirangkaikan dengan bakti sosial di Pasar Nyanggelan, Kota Denpasar, yang menyasar para pedagang. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat pasar.
“Melalui kegiatan sosial ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pedagang,” tambah AKP I Ketut Jayana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Polri dan para pelaku usaha pasar tradisional dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat kemitraan yang berkelanjutan serta menjaga ketahanan ekonomi di Bali. (tim/dx)



