BADUNG, OborDewata.com — Suasana khidmat dan penuh rasa bakti menyelimuti rangkaian upacara Pitra Yadnya (Pelebon) almarhum Jro Mangku Gede I Wayan Tang pada Jumat (7/8/2026).
Puncak karya pengabenan yang diselenggarakan secara utama ini ditandai dengan persiapan pementangan Bade megah setinggi kurang lebih 11 meter yang disesuaikan dengan proporsi layon (jenazah) almarhum.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa, yang merupakan putra dari almarhum Jro Mangku Gede I Wayan Tang, menyampaikan bahwa rangkaian upacara hari ini diawali dengan prosesi munggah tumpang salu, pemerasan, hingga penyiapan peranti sejangkep, lembu, dan sarana pangebekan.
”Meskipun semasa hidup almarhum orang tua tidak pernah meminta upacara yang besar, ini adalah wujud bakti dan penghormatan terakhir kami dari anak, menantu, cucu, hingga kompiang. Beliau adalah sosok Jro Mangku Gede yang mengabdikan hidupnya, sehingga sudah sepatutnya kami memberikan pengaturan yang terbaik,” ujar I Wayan Disel Astawa di sela-sela persiapan karya, Jumat (7/8/2026).
Prosesi pengiringan layon menuju setra (pemakaman) dijadwalkan melibatkan sinergi dari 6 banjar adat. Arak-arakan akan dikawal oleh pementasan Tari Tekok Jago di barisan depan, diikuti Lembu, Bade, serta diiringi alunan Tabuh Bleganjur, Gender, dan Angklung. Para cucu dan kompiang almarhum yang telah dewasa juga akan turut naik mengiringi Bade dan Lembu menuju setra.
Mengingat ketinggian Bade yang mencapai 11 meter, pihak keluarga bersama pecalang dan pihak terkait telah melakukan rekayasa lalu lintas menjadi satu arah.
Selain itu, penanganan teknis seperti pemotongan dan penataan kabel di sepanjang rute menuju setra juga telah dilakukan guna memastikan perjalanan rombongan berjalan aman dan lancar.
Setelah prosesi pembakaran jenazah di setra yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam, rombongan keluarga akan langsung melanjutkan ritual nganyut ke segara (laut).
Rangkaian dilanjutkan dengan persiapan upacara Nyekah dan Mepaspath yang direncanakan berlangsung pada Minggu (9/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Disel Astawa juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa dan bantuan, mulai dari krama desa adat, para penabuh, penari santi, hingga para tokoh masyarakat dan pejabat yang hadir, seperti Bupati Badung, Ketua DPRD Badung, Puri Mengwi, Pesametonan Tangkas Kori Agung, hingga Ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Made Muliawan Arya (De Gadjah).
”Saya mewakili keluarga besar mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan seluruh krama dan para undangan. Harapan kami seluruh Puncak Karya besok dapat berjalan dengan lancar, damai, dan shanti,” pungkasnya. tra/dx




















