Ekonomi Bisnis

Perkuat Infrastruktur Nusa Penida, Bank BPD Bali Salurkan Pinjaman Daerah Rp 114 Miliar ke Pemkab Klungkung

865 Views

KLUNGKUNG, OborDewata.com – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui penyaluran fasilitas kredit pinjaman daerah senilai Rp114.116.354.500. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit yang berlangsung pada Senin, (4/5/2026).

Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen bank sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pinjaman dengan jangka waktu pembiayaan hingga 31 Oktober 2029 ini akan dialokasikan untuk mendanai empat proyek strategis yang berlokasi di wilayah Nusa Penida dengan fokus pembangunan infrastruktur dan layanan publik, seperti halnya, Peningkatan Jalan Sampalan – Toya Pakeh, Rp51,92 miliar. Pembangunan Pasar Mentigi Tahap I: Rp47,83 miliar. Peningkatan Jalan Lingkaran Ceningan Rp9,5 miliar. Pembangunan Gedung CSSD RS Gema Santi: Rp4,86 miliar.

“Proyek-proyek ini memiliki dampak signifikan, tidak hanya dalam peningkatan infrastruktur, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan kesehatan, serta penguatan sektor perdagangan dan UMKM di Kabupaten Klungkung,” ujar Made Lestara Widiatmika.

Dalam penyaluran kredit ini, Made Lestara menekankan bahwa Bank BPD Bali tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola yang baik. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan fiskal daerah serta menjamin bahwa pelaksanaan proyek memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Klungkung I Made Satria ,S.H. dan Direktur Kredit Bank BPD Bali Made Lestara Widiatmika, disaksikan Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali I Wayan Sutela Negara, Direktur Bisnis Bank BPD Bali I Nyoman Sumanaya.

Acara juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, para Asisten Sekda Kabupaten Klungkung, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Klungkung terkait serta Direktur Rumah Sakit Pratama Gema Santi.

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma menyatakan sebagai bank milik daerah, Bank BPD Bali memiliki tanggung jawab mendukung program kerja pemerintah daerah dan merupakan bagian dari fungsi lembaga perbankan dalam mendukung pembangunan ekonomi di Provinsi Bali. “Fasilitas kredit ini diharapkan membantu Pemkab Klungkung merealisasikan pembangunan infrastruktur untuk digunakan masyarakat Klungkung,” katanya.

“Dengan demikian, optimalisasi pendapatan akan kembali ke daerah dalam bentuk fasilitas pinjaman seperti ini atau program untuk UMKM lainnya,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Klungkung I Made Satria menjelaskan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan layanan publik. Melalui persetujuan kredit dari Bank BPD Bali, Pemkab Klungkung memperoleh total pinjaman sebesar Rp114,11 miliar.

Pencairan kredit akan dilaksanakan secara bertahap, dimana tahap pertama akan difokuskan pada tiga proyek strategis di Nusa Penida, yakni peningkatan Jalan Sampalan–Toya Pakeh, pembangunan Jalan Lingkar Ceningan serta pembangunan Gedung CSSD RS Gema Santi senilai. Sedangkan tahap berikutnya diperuntukkan bagi Pembangunan Pasar Mentigi Nusa Penida Tahap I, yang saat ini sedang dalam proses administrasi dan teknis yang mendalam.

Bupati menekankan pinjaman ini bukan sekadar pembiayaan, melainkan bagian dari komitmen mewujudkan visi pembangunan Klungkung ke depan. Ia juga menginstruksikan seluruh OPD untuk mempercepat realisasi proyek serta memastikan transparansi dan kualitas pekerjaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui sinergi dengan Bank BPD Bali,” pungkasnya. tra/mas/sathya