• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Bali Masih Musim Hujan, Tapi Kok Udara Panas Membara? Ini Kata BMKG

Astra by Astra
Kamis, 6 Februari 2025
in Berita
0
Bali Masih Musim Hujan, Tapi Kok Udara Panas Membara? Ini Kata BMKG
Ilustrasi udara panas di Bali.
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALI, OborDewata.com – Setelah Imlek berakhir, udara di Bali tiba-tiba langsung panas membara. Tidak ada setetes pun hujan turun dalam 2 hari terakhir.

Namun sejatinya, wilayah Bali masih memasuki musim hujan. Walau puncak musim hujan di Bali telah lewat beberapa pekan terakhir.

“Memang wilayah Bali saat ini sudah memasuki musim hujan, dan puncak musim hujan sudah terjadi pada bulan Desember dan Januari,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Wulan Wandarana,.

Pihaknya pun tidak memungkiri, fenomena teriknya paparan sinar matahari dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan tercatat suhu maksimum yang tercatat mencapai 36 derajat celcius (36 °C). “Untuk penyebab mengapa akhir-akhir ini masyarakat merasakan bahwa di wilayah Bali terasa panas, memang tercatat di beberapa stasiun di Bali untuk suhu maksimumnya mencapai 36 °C. Dan itu memang cukup panas dan berdampak pada masyarakat,” imbuh Wanda.

Baca Juga :  Kenapa Bali Terasa Lebih Dingin Akhir-Akhir Ini, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena ini penyebabnya, karena pergerakan gerak semu matahari sekarang berada di wilayah selatan dan pergerakannya dari selatan menuju equator.

“Terlihat bahwa wilayah Bali juga berada di wilayah selatan, sehingga pergerakan matahari ini berdampak sehingga membuat suhunya wilayah Bali menjadi panas,” jelasnya.

Faktor lain penyebabnya menurut Wanda, di mana saat musim hujan banyaknya awan, tetapi seperti bahwa musim hujan tidak selalu terus-terusan hujan.

Pasti ada saatnya tidak hujan sehingga pada saat tidak hujan itu, penumpukan massa awan yang ada di atas berkurang. Dampaknya menyebabkan paparan sinar matahari langsung ke permukaan bumi.

“Itu juga salah satu penyebab pada saat tidak hujan suhu yang berada di wilayah bumi itu akan lebih panas dari saat hujan,” ungkap Wanda.

Prakiraan cuaca di wilayah Bali sepekan ke depan?

Wanda mengatakan untuk satu pekan ke depan cuaca di Bali masih cerah berawan, hingga berawan dan masih berpotensi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Bali.

Baca Juga :  Giat Ibadah Gereja Ekklesia, Polres Bandara Laksanakan Pengamanan

Dan untuk berakhirnya musim hujan di Bali masih perkiraan bulan Maret dan April karena bulan Februari ini untuk intensitas hujannya masih ada.

Dengan kondisi seperti ini pihaknya mengimbau masyarakat agar waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

Untuk nelayan dan masyakarat pelaku bahari untuk memperhatikan tinggi gelombang karena tinggi gelombang perairan selatan bisa mencapai dua meter atau lebih.

“Jadi perlu waspada untuk perairan sekitar selatan Bali dan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan, selama menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berubah-ubah.

Serta selalu memperhatikan informasi dari BMKG ini khususnya peringatan dini yang selalu di-update oleh BBMKG Wilayah III Denpasar,” ucap Wanda. (SHA)

Tags: BMKGcurah hujanmusim hujanpanasudara panas
Previous Post

Fantastis! Layanan “Deposito Emas” Melalui Aplikasi Pegadaian Digital Tembus 118 Kg

Next Post

Tragis Ujung Cinta Segitiga, PIL Dibunuh Suami Sah, Tidak Terima Putus

Next Post
Tragis Ujung Cinta Segitiga, PIL Dibunuh Suami Sah, Tidak Terima Putus

Tragis Ujung Cinta Segitiga, PIL Dibunuh Suami Sah, Tidak Terima Putus

«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
play
28 Agustus 2023
play
Swacam Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile dengan fitur OCR jadi lebih cepat dan gampang
play
Persiapan odalan Pura Goa Lawah
play
Paskibra Kabupaten Tabanan, Bali.
play
Rahajeng Galungan Semeton.
play
Rahajeng Galungan Semeton
play
29 Juli 2023
play
Pemkab Karangasem lakukan Studi Banding Penguatan Media dan Komunikasi, Kabupaten Subang.
play
Rapimprov Kadin Bali Berkomitmen majukan industri pertanian di Bali.
play
Kadin Bali Komitmen Majukan Pertanian di Bali
play
Armada - Pergi Pagi Pulang Pagi (Official Karaoke)
play
Efek Cuaca Ekstrim, sebabkan tanah longsor.
play
putih sampai mati (karaoke version) tanpa vokal
play
Karaoke Lagu Wali_Emang Dasar No Vocal
«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.