• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Asal-usul kampung Islam Angantiga Petang, ada sejak 400 tahun silam Didiami keturunan Bugis

Obor Dewata by Obor Dewata
Kamis, 3 April 2025
in Berita
0
Asal-usul kampung Islam Angantiga Petang, ada sejak 400 tahun silam Didiami keturunan Bugis
ket foto: Masjid Baiturrahman di Petang Badung
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BADUNG, OborDewata.com – Di kampung Angantiga,Desa Petang, Kecamatan Petang terdapat satu-satunya pemukiman warga muslim di kawasan utara Kabupaten badung dan hidup berdampingan harmonis dengan warga Bali. Pendudukannya merupakan keturunan suku Bugis yang dahulu pernah mendiami pulau serangan denpasar dan telah ada sejak 400 tahun silam.

Masjid Baiturrahman Berdiri megah di lintas Denpasar menuju petang Badung, tepatnya di Kampung Angantiga,Desa Petang Kecamatan Petang Kabupaten Badung Bali. Masjid ini merupakan tempat ibadah satu satunya bagi umat Islam yang bertempat tinggal di kampung Angantiga Petang. Masjid Baiturrahman juga pernah mengalami pemugaran dan diresmikan pada tahun 2023,oleh Bupati Badung saat itu yaitu Nyoman giri Prasta. Berdasarkan informasi yang kami himpun dari kepala kampung Islam Angantiga Petang, M, Ramsudi, bahwasannya Kampung Islam ini merupakan satu-satunya pemukiman warga muslim di kawasan utara Kabupaten badung. Penduduknya merupakan keturunan suku Bugis yang dahulu pernah mendiami pulau serangan denpasar. Hingga saat ini jumlah penduduk muslim di kampung Angantiga Petang mencapai 142 kepala keluarga.
“Mayoritas warga islam di kampung Angantiga Petang ini berwirausaha dan sangat jarang berprofesi sebagai petani”, Tambah M,Ramsudi.

Baca Juga :  Lagi Wisatawan Asing Diperkosa Oknum Ojek di Bali, Ini Tanggapan Wamenpar

Dalam salah satu lontar di Puri Carangsari bahwasannya Pihak Puri pernah Meminta warga Bugis untuk mengamankan wilayah hutan dari gangguan kejahatan maupun mistis. Dan kampung ini bahkan telah ada kurang lebih 400 tahun yang lalu. Uniknya bahwa masyarakat asli kampung yang telah berada diluar kampung ini, mudiknya malah ke kampung angantiga di badung. Sementara Banjar Angantiga dulunya bernama amantiga atau daerah yang diamankan oleh tiga tokoh dari Bugis.

Dulu kampung Angantiga merupakan hutan belantara,yang dipercaya sangat angker, dan banyak tindakan kejahatan. Waktu itu leluhur mereka masih tinggal di puri pemecutan atau puri Badung dan puri carangsari tengah mencari bantuan untuk mengamankan wilayah kampung Angantiga dan mengutus warga Bugis tersebut.

“Angantiga dulunya bernama amantiga atau daerah yang diamankan oleh tiga tokoh dari Bugis,” sambung M.Ramsudi.

Hubungan sosial antara penduduk pemeluk Agama Hindu juga terjaga dengan baik. Bahkan penduduk muslim ini mengunakan bahasa Bali untuk berkomunikasi sehari harinya. Sementara kehadiran umat Hindu Bali di wilayah Banjar Angantiga Petang, diduga sekitar 40 tahun setelah warga Bugis mendiami tempat tersebut. ri/sathya

Baca Juga :  Pemprov Bali Raih 4 Penghargaan di Stellar Workplace Award 2025
Previous Post

Ratusan Wajib Pajak Serbu Samsat Badung Pasca Libur Panjang, Layanan Drive Thru Jadi Primadona

Next Post

Gerojogan Tibu Lesung, Air Terjun Tersembunyi di Desa Yeh-Poh Karangasem

Next Post
Gerojogan Tibu Lesung, Air Terjun Tersembunyi di Desa Yeh-Poh Karangasem

Gerojogan Tibu Lesung, Air Terjun Tersembunyi di Desa Yeh-Poh Karangasem

«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
play
28 Agustus 2023
play
Swacam Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile dengan fitur OCR jadi lebih cepat dan gampang
play
Persiapan odalan Pura Goa Lawah
play
Paskibra Kabupaten Tabanan, Bali.
play
Rahajeng Galungan Semeton.
play
Rahajeng Galungan Semeton
play
29 Juli 2023
play
Pemkab Karangasem lakukan Studi Banding Penguatan Media dan Komunikasi, Kabupaten Subang.
play
Rapimprov Kadin Bali Berkomitmen majukan industri pertanian di Bali.
play
Kadin Bali Komitmen Majukan Pertanian di Bali
play
Armada - Pergi Pagi Pulang Pagi (Official Karaoke)
play
Efek Cuaca Ekstrim, sebabkan tanah longsor.
play
putih sampai mati (karaoke version) tanpa vokal
play
Karaoke Lagu Wali_Emang Dasar No Vocal
«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.