• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, September 25, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Puluhan Babi Mati Mendadak, Virus ASF Diduga Biang Kerok

Redaksi Obor Dewata by Redaksi Obor Dewata
24/05/2026
in Berita
0
Ilustrasi - Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah kematian puluhan ekor babi ini, apakah oleh virus African Swine Fever (ASF) atau bukan.

170
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Indahnya Berdoa di Pura Santi Kawitan I Ratu Ngurah Agung Pasek Pasek Bandesa Panca Sanak Sapta Murti Tanpa Sampah Plastik

Rahina Tumpek Landep Pura Santi Kawitan I Ratu Ngurah Agung Pasek Bandesa Panca Sanak Sapta Murti Laksanakan Piodalan

Obordewata.com  – Kasus kematian babi gegerkan warga di Bali. Salah satu kesedihan karena babi milik Wayan Sudiantara mati di Payangan.

Padahal anak babi itu baru berusia 50 hari, tapi kemudian mati massal. Tak sampai di sana, 9 ekor induk babi juga mati.

Kelian Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan itu, berharap pemerintah turun tangan terkait hal ini.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah kematian puluhan ekor babi ini, apakah oleh virus African Swine Fever (ASF) atau bukan.

Sebab di banjarnya sendiri, kematian babi massal ini terjadi ke lima peternak, serta peternak babi di sejumlah banjar di Kecamatan Payangan juga mengalami nasib serupa.

“Habis babi saya, babi umur 50 hari sekitar 17 ekor, babi induk 9 ekor, semua mati,” ujarnya, Jumat (22/5). Dalam menyelamatkan lingkungan setempat, Sudia memilih membakar babi-babinya yang telah mati tersebut.

“Semua yang mati sudah saya bakar. Semoga pihak terkait lakukan riset terkait virus babi. Apa ASF atau virus lain? Kerugian hingga puluhan juta,” ujarnya.

Sudia mengungkapkan, sebelum mati, babinya mengalami sejumlah gejala, suhu badan babi panas, tidak mau makan, setelah itu sesak nafas, lalu mati.

“Gejalanya berlangsung selama tiga hari sebelum mati. Semoga ada tindak lanjut dari pihak terkait, carikan solusi agar masyarakat tidak takut beternak babi,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Dwitemaja mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kematian massal babi di Banjar Susut.

Namun di sejumlah banjar di Kecamatan Payangan, memang telah ada banyak babi mati dengan gejala serupa.
Beberapa sampel babi yang mati tersebut telah diuji laboratorium, dan memang terdapat babi suspect ASF.

Penanganan ASF ini butuh keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, provinsi maupun Pemda. Saat ini, pihaknya mengimbau agar para peternak menerapkan biosafety dan biosekuriti kandang babi, yakni sebuah prosedur pencegahan masuk dan penyebaran agen penyakit.

Dwitemaja mencurigai proses ASF bisa menyerang babi ini karena peternak itu sendiri.“Dari kebersihan kandang, kami melihat peternak di Gianyar sudah sangat disiplin. Namun curiga, saat peternak membeli pakan, kan ada banyak orang di situ, lalu virus itu menempel pada peternak, lalu saat ke kandang mereka tidak ganti baju dan membersihkan diri, sehingga virusnya mengenai babi peliharaannya,” duganya.

Sebelumnya, puluhan ekor babi milik peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung juga mati mendadak. Para peternak mengalami kerugian besar karena babi tersebut sudah siap panen.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disperpa Badung, I Gusti Ngurah Narendra mengatakan pihaknya di Keswan telah melakukan tindak lanjut ke lokasi bersama Puskesmas Mengwi.

Namun saat petugas turun, seluruh ternak sudah tidak ada sehingga sampel tidak dapat diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

Karena itu, pihaknya belum berani memastikan apakah kematian babi itu karena virus yang diduga Virus African Swine Fever (ASF) atau tidak. Mengingat proses pencarian sampel tidak bisa dilakukan.

Disperpa Badung kini lebih menitikberatkan langkah penanganan melalui edukasi dan penguatan sistem biosekuriti di tingkat peternak.

Sosialisasi terkait pentingnya menjaga kebersihan kandang, melakukan desinfeksi rutin, hingga membatasi lalu lintas orang, alat, dan hewan lain masuk ke area peternakan.

Selain itu, peternak juga tidak menggunakan swill feeding atau pakan sisa hotel dan restoran untuk ternak babi karena berisiko menjadi media penularan penyakit.

Narendra menegaskan pihaknya meminta peternak tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan biosekuriti. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #Payanganbabimati
spot_img
Redaksi Obor Dewata

Redaksi Obor Dewata

Related Posts

Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati
Berita

Gaji Pekerja Bali Ketinggalan Jauh dari Harga Pasar, Arun Bali: Mengejar KHL Harga Mati

17/09/2026
Berita

Ketimpangan UMP Mengancam Pariwisata Bali: Arun Bali Peringatkan Potensi Penurunan Kelas Wisatawan

16/09/2026
Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD
Berita

Pansus DPRD Badung Gelar Raker Serap Aspirasi, Bahas Raperda PPPUD

20/08/2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka
Berita

Satu Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Usia 81 Tahun Indonesia Merdeka

15/08/2026
Dukung Belanja Infrastruktur 59,8 Persen DPRD Badung Ingatkan Soal Kemampuan Fiskal Daerah
Berita

Dukung Belanja Infrastruktur 59,8 Persen DPRD Badung Ingatkan Soal Kemampuan Fiskal Daerah

13/08/2026
Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama
Berita

Pria Tewas Terhimpit Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama

07/08/2026
Next Post
Misteri Penemuan Mayat Membusuk di Kamar Kos Denpasar

Misteri Penemuan Mayat Membusuk di Kamar Kos Denpasar

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

25/09/2026
Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

25/09/2026
DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

Gubernur Koster Apresiasi Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo

25/09/2026
Kinerja Gemilang Tembus Skala Nasional, Bank BPD Bali Sabet Prominent Awards 2026

Kinerja Gemilang Tembus Skala Nasional, Bank BPD Bali Sabet Prominent Awards 2026

24/09/2026
Currently Playing
12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

25/09/2026
Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

25/09/2026
DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

Gubernur Koster Apresiasi Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo

25/09/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d