• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Puluhan Babi Mati Mendadak, Virus ASF Diduga Biang Kerok

Redaksi1 by Redaksi1
Minggu, 24 Mei 2026
in Berita
0
Puluhan Babi Mati Mendadak, Virus ASF Diduga Biang Kerok
Ilustrasi - Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah kematian puluhan ekor babi ini, apakah oleh virus African Swine Fever (ASF) atau bukan.
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Obordewata.com  – Kasus kematian babi gegerkan warga di Bali. Salah satu kesedihan karena babi milik Wayan Sudiantara mati di Payangan.

Padahal anak babi itu baru berusia 50 hari, tapi kemudian mati massal. Tak sampai di sana, 9 ekor induk babi juga mati.

Kelian Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan itu, berharap pemerintah turun tangan terkait hal ini.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah kematian puluhan ekor babi ini, apakah oleh virus African Swine Fever (ASF) atau bukan.

Sebab di banjarnya sendiri, kematian babi massal ini terjadi ke lima peternak, serta peternak babi di sejumlah banjar di Kecamatan Payangan juga mengalami nasib serupa.

“Habis babi saya, babi umur 50 hari sekitar 17 ekor, babi induk 9 ekor, semua mati,” ujarnya, Jumat (22/5). Dalam menyelamatkan lingkungan setempat, Sudia memilih membakar babi-babinya yang telah mati tersebut.

Baca Juga :  Keberangkatan Ketua DPR RI Melalui VIP Room di Antar Kapolres Bandara Bersama Pejabat Terkait

“Semua yang mati sudah saya bakar. Semoga pihak terkait lakukan riset terkait virus babi. Apa ASF atau virus lain? Kerugian hingga puluhan juta,” ujarnya.

Sudia mengungkapkan, sebelum mati, babinya mengalami sejumlah gejala, suhu badan babi panas, tidak mau makan, setelah itu sesak nafas, lalu mati.

“Gejalanya berlangsung selama tiga hari sebelum mati. Semoga ada tindak lanjut dari pihak terkait, carikan solusi agar masyarakat tidak takut beternak babi,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Dwitemaja mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kematian massal babi di Banjar Susut.

Namun di sejumlah banjar di Kecamatan Payangan, memang telah ada banyak babi mati dengan gejala serupa.
Beberapa sampel babi yang mati tersebut telah diuji laboratorium, dan memang terdapat babi suspect ASF.

Penanganan ASF ini butuh keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, provinsi maupun Pemda. Saat ini, pihaknya mengimbau agar para peternak menerapkan biosafety dan biosekuriti kandang babi, yakni sebuah prosedur pencegahan masuk dan penyebaran agen penyakit.

Baca Juga :  Rahina Tumpek Landep Pura Santi Kawitan I Ratu Ngurah Agung Pasek Bandesa Panca Sanak Sapta Murti Laksanakan Piodalan

Dwitemaja mencurigai proses ASF bisa menyerang babi ini karena peternak itu sendiri.“Dari kebersihan kandang, kami melihat peternak di Gianyar sudah sangat disiplin. Namun curiga, saat peternak membeli pakan, kan ada banyak orang di situ, lalu virus itu menempel pada peternak, lalu saat ke kandang mereka tidak ganti baju dan membersihkan diri, sehingga virusnya mengenai babi peliharaannya,” duganya.

Sebelumnya, puluhan ekor babi milik peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung juga mati mendadak. Para peternak mengalami kerugian besar karena babi tersebut sudah siap panen.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disperpa Badung, I Gusti Ngurah Narendra mengatakan pihaknya di Keswan telah melakukan tindak lanjut ke lokasi bersama Puskesmas Mengwi.

Namun saat petugas turun, seluruh ternak sudah tidak ada sehingga sampel tidak dapat diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

Karena itu, pihaknya belum berani memastikan apakah kematian babi itu karena virus yang diduga Virus African Swine Fever (ASF) atau tidak. Mengingat proses pencarian sampel tidak bisa dilakukan.

Baca Juga :  Bertemu KNKT, Pj. Gubernur Bali Ajak Pemangku Kepentingan Sosialisasikan Peraturan Penerbangan Layang-Layang

Disperpa Badung kini lebih menitikberatkan langkah penanganan melalui edukasi dan penguatan sistem biosekuriti di tingkat peternak.

Sosialisasi terkait pentingnya menjaga kebersihan kandang, melakukan desinfeksi rutin, hingga membatasi lalu lintas orang, alat, dan hewan lain masuk ke area peternakan.

Selain itu, peternak juga tidak menggunakan swill feeding atau pakan sisa hotel dan restoran untuk ternak babi karena berisiko menjadi media penularan penyakit.

Narendra menegaskan pihaknya meminta peternak tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan biosekuriti. (*)

Tags: #Payanganbabimati
Previous Post

Lewat Aksi Bersih Pantai di Tabanan “MeiLaju” PLN di Sosialisakan

Next Post

Misteri Penemuan Mayat Membusuk di Kamar Kos Denpasar

Next Post
Misteri Penemuan Mayat Membusuk di Kamar Kos Denpasar

Misteri Penemuan Mayat Membusuk di Kamar Kos Denpasar

«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
play
28 Agustus 2023
play
Swacam Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile dengan fitur OCR jadi lebih cepat dan gampang
play
Persiapan odalan Pura Goa Lawah
play
Paskibra Kabupaten Tabanan, Bali.
play
Rahajeng Galungan Semeton.
play
Rahajeng Galungan Semeton
play
29 Juli 2023
play
Pemkab Karangasem lakukan Studi Banding Penguatan Media dan Komunikasi, Kabupaten Subang.
play
Rapimprov Kadin Bali Berkomitmen majukan industri pertanian di Bali.
play
Kadin Bali Komitmen Majukan Pertanian di Bali
play
Armada - Pergi Pagi Pulang Pagi (Official Karaoke)
play
Efek Cuaca Ekstrim, sebabkan tanah longsor.
play
putih sampai mati (karaoke version) tanpa vokal
play
Karaoke Lagu Wali_Emang Dasar No Vocal
«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.