• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Lanang Umbara Respon Kritik Presiden, Pacu Kesadaran Masyarakat Akan Sampah

Obor Dewata by Obor Dewata
Rabu, 4 Februari 2026
in Berita
0
Lanang Umbara Respon Kritik Presiden, Pacu Kesadaran Masyarakat Akan Sampah
Ket foto: Lanang Umbara.
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MANGUPURA, OborDewata.com – Presiden Prabowo Subianto menyetil penangan sampah di Bali yang mengakibatkan pantai dikotori sampah. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam padati pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin 2 Januari 2025.

Dalam tayangan slide, Presiden Prabowo menunjukkan sampah di pantai sejumlah kawasan di kabupaten Badung, termasuk sampai di Pantai Kuta.

Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Lanang Umbara turut merespon apa yang disampaikan Presiden ke 8 Republik Indonesia. Ia menilai teguran tersebut adalah bukti kasih sayang dan perhatian Presiden terhadap Pulau Dewata.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Presiden, atas kepedulian dan kecintaannya pada Pulau Bali. Teguran ini memacu dan mengingatkan kami semua untuk sadar menjaga kebersihan,” ujar Lanang Umbara

Namun, di balik ucapan terima kasih tersebut, Lanang juga membeberkan realitas lapangan yang dihadapi pemerintah daerah terkait asal-usul sampah yang membanjiri pantai.

Baca Juga :  Nakes di Puskesmas Jembrana Menjerit Soal Gaji, Simak Masalahnya 

Pada kesempatan itu, Lanang Umbara juga meluruskan bahwa tumpukan sampah yang kerap viral di media sosial bukanlah semata akibat kelalaian warga Bali. Berdasarkan data lapangan, mayoritas sampah di pesisir adalah sampah kiriman yang terbawa arus laut.

“Realita yang sesungguhnya, sampah-sampah yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan ton itu, 80 persen adalah dari pulau luar Bali yang terdekat,” jelasnya.

Sampah tersebut, lanjut Lanang, dibuang ke sungai di wilayah lain, hanyut ke laut, dan terbawa angin muson. Saat angin musin barat, sampah menumpuk di pantai wilayah barat seperti Kuta, Kedonganan, dan Canggu. Sebaliknya, saat musin timur, sampah menyasar Tanjung Benoa.

Oleh karena itu, ia meminta agar fenomena sampah lintas wilayah ini menjadi perhatian serius (concern) Pemerintah Pusat.

“Bali adalah pulau pariwisata, wajah Indonesia. Keindahan dan kebersihannya harus dijaga. Karena ini sampah lintas pulau, Pemerintah Pusat harus ikut turun tangan menanganinya,” tegasnya.

Baca Juga :  Bersatu Selesaikan Sampah Pasca Banjir, Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Fokus Bersihkan Lingkungan Terdampak

Karna ini agenda setiap Tahunya Jadi harapan Kami penyelesaian sampah di Hulu yaitu di Barat Daripada pulau Bali, sehingga kalau di Barat Pulau Bali Juga Tertangani Masalah Sampahnya dengan Baik jadi pada saat angin Barat Tdk Terlalu Banyak Sampah dr barat akan Terbawa ke Pulau Bali

𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝘁𝘂𝗻𝗱𝗮

Mengingat volume sampah kiriman yang begitu besar, Lanang menyampaikan permohonan mendesak kepada Presiden Prabowo terkait infrastruktur pembuangan.

Ia meminta rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ditunda hingga fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) benar-benar beroperasi penuh. Hal ini krusial karena pemerintah daerah terbentur aturan dalam pengadaan alat secara mandiri.

“Kami memohon kepada Bapak Presiden untuk menunda penutupan TPA Suwung hingga PSEL beroperasi. Agar sampah-sampah (kiriman) tersebut sementara dapat dibuang ke sana, dikarenakan kami tidak diperbolehkan membeli mesin incinerator sendiri,” ungkap Lanang.

Baca Juga :  Carla Greycia Berhasil Meraih Prestasi di Ajang Internasional

Tindak Tegas Pembuang Sampah

Lanang memastikan, Pemkab Badung sendiri telah bekerja keras menjaga kebersihan melibatkan TNI, Polri, Desa Adat, hingga Ormas. Regulasi ketat pun sudah diterapkan.

“Dari tingkat Banjar sampai Kecamatan, kami sudah melarang dan memberi sanksi tegas warga yang membuang sampah ke sungai,” katanya.

Ia berharap Presiden Prabowo juga menyerukan peringatan keras kepada seluruh warga negara Indonesia untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah.

“Ini butuh kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia. Jangan buang sampah ke sungai, karena akan terbawa ke laut dan menyebar ke mana saja, termasuk mengotori Bali,” pungkasnya. tra/dx

Previous Post

Teguran Presiden Dijadikan Penyemangat, Pemkab Badung Sudah Berbuat Langkah Konkrit

Next Post

Tangani Sampah di Pantai Kuta, Graha Wicaksana: Perlu Sinergi dari Berbagai Pihak

Next Post
Tangani Sampah di Pantai Kuta, Graha Wicaksana: Perlu Sinergi dari Berbagai Pihak

Tangani Sampah di Pantai Kuta, Graha Wicaksana: Perlu Sinergi dari Berbagai Pihak

Sorry, there was a YouTube error.
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.