• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Perayaan Musik Lintas Benua, Ubud Village Jazz Festival 2025 Sukses Pukau Penonton

Redaksi Obor Dewata by Redaksi Obor Dewata
03/08/2025
in Sosial Budaya
0

164
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Demi Oplas Hidung, Pasutri di Ubud Nekat Maling Emas Rp90 Juta

Tidak Pulang Mancing, Buruh Proyek Tewas di Sungai Ayung Ubud

OborDewata.com- GIANYAR– Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 berhasil mencapai puncak perayaan di malam kedua. Festival ini kembali memikat penikmat musik jazz di jantung Lodtunduh. Dua hari penuh musik berkelas dunia menciptakan suasana riang dan intim.

“Acara ini akan terus berlanjut di tahun depan. Ini adalah idealisme kami bersama, saya dan Yuri,” ujar Anom Darsana, co-founder UVJF.

Tahun ini, UVJF 2025 fokus pada dua panggung utama. Giri Stage menampilkan pertunjukan big band dan harmoni berlapis. Subak Stage terletak di tepi sungai.

“Giri Stage kami siapkan untuk pertunjukan besar. Subak Stage menjadi panggung intim di tepi sungai,” jelasnya.

Subak Stage menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang magis. Suara musik berpadu sempurna dengan gemericik air sungai. Ini menciptakan suasana yang sangat tenang dan penuh emosi.

“Di Subak Stage, musik menyatu dengan alam. Gemericik air sungai menjadi bagian dari harmoni,” katanya.

Hari kedua festival dimulai dengan penampilan Dizzy & Wicked. Kuartet electro-jazz ini memanaskan panggung dengan membawakan lagu-lagu andalannya. Mereka membawakan “Tentative Love”, “Canggu City Bob”, hingga “Lotus Blossom”.

“Dizzy & Wicked berhasil membangkitkan semangat penonton. *Groove* modern mereka sangat enerjik,” terangnya.

East West European Jazz Orchestra kemudian mengambil alih Giri Stage. Mereka mengubah suasana menjadi pesta swing dan funk lintas benua. Penonton disuguhkan lagu seperti “Almost Like Being in Love” dan “Love for Sale”.

“East West European Jazz Orchestra membawa energi internasional. Penampilan mereka sangat memukau,” imbuh Anom.

Mereka juga membawakan lagu “Samba Para Ubud”. Lagu ini seakan ditulis khusus untuk festival. Ini memberikan sentuhan personal bagi penonton yang hadir.

“Lagu ‘Samba Para Ubud’ terasa sangat spesial. Seolah-olah diciptakan untuk festival ini,” ungkap Anom.

Energi festival berlanjut di Subak Stage. Balawan Trio tampil bersama Jiyestha. Mereka memadukan jazz fusion dengan sentuhan musik tradisional Bali.

“Balawan Trio memberikan kejutan dengan perpaduan jazz dan gamelan Bali. Itu sangat unik,” ujarnya.

Balawan, dengan *double-neck guitar* virtuoso-nya, memukau penonton. Mereka membawakan “Travelling Nusantara”, “Dagang Sate”, dan “Bali Bach”. Penonton memberikan tepuk tangan meriah tanpa henti.

“Permainan gitar Balawan sangat luar biasa. Penonton terus bertepuk tangan,” jelas Anom Darsana.

Grup ROUGE dari Prancis menyajikan nuansa liris. Mereka membawakan lagu-lagu seperti “Tempête” dan “Strawberries in the Dark”. Lagu-lagu tersebut menciptakan lanskap melodi yang dalam dan penuh emosi.

“ROUGE membawa suasana yang berbeda. Melodi lirik mereka sangat menyentuh,” kata Anom Darsana.

Jazz Traveller kembali memanggil energi *bossa* dan *swing* klasik. Mereka membawakan “G. Blues” dan “Jazz Pasar”. Penampilan mereka mengalir mulus, membuka jalan untuk Makoto Kuriya Trio.

“Jazz Traveller membawakan lagu klasik yang enak didengar. Penampilan mereka sangat halus,” terang Anom Darsana.

Maestro asal Jepang, Makoto Kuriya Trio, menghipnotis Giri Stage. Mereka membawakan “Intro Blues”, “Jive Love”, “Sakura Garden”, hingga “Cherokee”. Penampilan mereka merentangkan batas-batas musikal lintas generasi.

“Makoto Kuriya adalah maestro sejati. Penampilannya memukau semua penonton,” imbuh Anom Darsana.

Menjelang larut, Mahanada menurunkan tempo di Subak Stage. Mereka membawakan “It Could Happen to You” dan “Round Midnight”. Suasana menjadi lebih intim.

“Mahanada membawa suasana yang lebih santai. Tampilannya sangat intim,” ungkap Anom Darsana.

Mahanada juga membawakan lagu orisinalnya, “Me Myself Nada”. Ini memberikan sentuhan personal pada penutup festival. Malam itu semakin terasa emosional dan hangat.

“Lagu orisinalnya, ‘Me Myself Nada’, sangat menyentuh hati. Suasananya jadi lebih personal,” ujarnya.

Malam kedua ditutup oleh dentuman besar Galaxy Big Band. Mereka menyalakan panggung dengan “The Wind Machine” dan “Feeling Good”. Penampilan ini menutup festival dengan energi luar biasa.

“Galaxy Big Band memberikan penutup yang spektakuler. Semua penonton ikut terbakar semangat,” jelas Anom Darsana.

Mereka juga membawakan lagu “Georgia on My Mind” dan “Coffee Rumba”. Penampilan ini menggema ke seluruh langit Lodtunduh. Festival berakhir dengan penuh kegembiraan.

“Penampilan Galaxy Big Band membuat semua orang gembira. Itu penutup yang sempurna,” kata Anom Darsana.

UVJF bukan hanya tentang musik. Tahun ini, arsitek festival Klick Swantara dan Diana Surya berkolaborasi. Mereka menggandeng Kadek Armika dan komunitas Rare Angon.

“Kami ingin festival ini lebih dari sekadar musik. Kami menggandeng komunitas lokal,” terang Anom Darsana.

Kolaborasi ini menghasilkan instalasi layang-layang raksasa. Instalasi ini menjadi bagian dari arsitektur artistik festival. Layangan Janggan berukuran monumental.

“Layang-layang raksasa menjadi bagian artistik festival. Itu sangat memukau,” imbuh Anom Darsana.

Ada juga layangan Wayang yang anggun dan Barong yang megah. Layangan-layangan ini digantung di jembatan sungai Sthala. Pemandangan ini menciptakan lanskap visual yang memikat.

“Layang-layang ini tidak diterbangkan. Kami pajang sebagai instalasi seni,” ungkap Anom Darsana.

Layangan ini menjembatani tradisi Bali dengan atmosfer jazz. Suasana jazz yang bebas dan kosmopolitan berpadu indah. Ini menjadi perpaduan budaya yang unik.

“Ini adalah perpaduan tradisi Bali dan jazz. Ini sangat unik dan indah,” ujarnya.

Kesadaran ekologi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari festival. UVJF menerapkan sistem gelas deposit untuk setiap pembelian minuman. Setiap pengunjung menyimpan gelas dengan deposit Rp10.000.

“Kami ingin menjaga lingkungan. Maka kami terapkan sistem gelas deposit,” jelas Anom Darsana.

Pengunjung bisa mengambil kembali deposit mereka. Mereka hanya perlu mengembalikan gelasnya. Atau, mereka bisa membawa pulang gelas sebagai suvenir.

“Pengunjung bisa bawa pulang gelasnya sebagai suvenir. Atau uang depositnya kembali,” kata Anom Darsana.

Sistem ini berhasil menjaga area festival tetap bersih. Hampir tidak ada jejak sampah plastik. Ini memberi contoh bahwa perayaan musik dapat selaras dengan alam.

“Festival kami nyaris tanpa sampah plastik. Kami tunjukkan musik bisa ramah lingkungan,” terang Anom Darsana.

UVJF telah berlangsung selama 12 tahun. Festival ini telah menjadi ikon baru di Ubud. Musisi dari berbagai belahan dunia datang ke sini.

“Selama 12 tahun, festival ini sudah menjadi ikon Ubud. Kami datangkan musisi dari berbagai negara,” imbuh Anom Darsana.

Penyelenggara berharap akan ada lebih banyak dukungan di masa depan. Mereka ingin *jazz* idealis seperti ini terus hidup. Mereka berterima kasih kepada semua pihak.

“Kami berharap ada lebih banyak dukungan. Agar jazz idealis terus hidup,” pungkasnya. ga

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #UbudfestivaljazzUbud Village Jazz Festival
spot_img
Redaksi Obor Dewata

Redaksi Obor Dewata

Related Posts

Sembah Bakti kepada Leluhur, Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa Gelar Rangkaian Karya Pitra Yadnya Utama
Sosial Budaya

Sembah Bakti kepada Leluhur, Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa Gelar Rangkaian Karya Pitra Yadnya Utama

03/08/2026
Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Klurut di Art Center, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih untuk 30 Pelajar
Pendidikan

Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Klurut di Art Center, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih untuk 30 Pelajar

02/08/2026
Krematorium Pralina Loka Anggungan Vacum
Daerah

Krematorium Pralina Loka Anggungan Vacum

31/07/2026
Purnama Sasih Karo, Bupati Sanjaya Pimpin Persembahyangan Bersama Jajaran Pemkab Tabanan
Sosial Budaya

Purnama Sasih Karo, Bupati Sanjaya Pimpin Persembahyangan Bersama Jajaran Pemkab Tabanan

30/07/2026
Komitmen Jaga Lingkungan BRI Serahkan Bantuan 1 Unit Dump Truck ke Kodam IX/Udayana 
Sosial Budaya

Komitmen Jaga Lingkungan BRI Serahkan Bantuan 1 Unit Dump Truck ke Kodam IX/Udayana 

30/07/2026
Mogi Amor Ing Acintya Made Taro, Maestro Dongeng Bali
Sosial Budaya

Mogi Amor Ing Acintya Made Taro, Maestro Dongeng Bali

23/07/2026
Next Post
Wahyu Eko Bebas dari Lapas Tabanan Berkat Amnesti Presiden

Wahyu Eko Bebas dari Lapas Tabanan Berkat Amnesti Presiden

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

28/07/2026
Ketut Widiana Karya Jabat Dirut PT Jamkrida NTT

Ketut Widiana Karya Jabat Dirut PT Jamkrida NTT

09/07/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Terpilih Jabat Ketua DPD GPEI Gung Adit, Jadikan Bali Perluas Akses Pasar Ekspor Produk Unggulan Lokal

Terpilih Jabat Ketua DPD GPEI Gung Adit, Jadikan Bali Perluas Akses Pasar Ekspor Produk Unggulan Lokal

06/08/2026
Bantuan Mobil Penyelamatan Pangan, Bali Perkuat Gerakan Stop Boros Pangan

Bantuan Mobil Penyelamatan Pangan, Bali Perkuat Gerakan Stop Boros Pangan

06/08/2026
Gubernur Koster Tetapkan Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Didorong Gunakan PLTS Atap

Gubernur Koster Tetapkan Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Didorong Gunakan PLTS Atap

06/08/2026
Buduh Game, Siswa SD Tega Tikam Ibu Kandung Hingga Tewas

Tebas Istri & Mertua Pakai Pedang, Pelaku Riwayat ODGJ

06/08/2026
Currently Playing
Terpilih Jabat Ketua DPD GPEI Gung Adit, Jadikan Bali Perluas Akses Pasar Ekspor Produk Unggulan Lokal

Terpilih Jabat Ketua DPD GPEI Gung Adit, Jadikan Bali Perluas Akses Pasar Ekspor Produk Unggulan Lokal

06/08/2026
Bantuan Mobil Penyelamatan Pangan, Bali Perkuat Gerakan Stop Boros Pangan

Bantuan Mobil Penyelamatan Pangan, Bali Perkuat Gerakan Stop Boros Pangan

06/08/2026
Gubernur Koster Tetapkan Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Didorong Gunakan PLTS Atap

Gubernur Koster Tetapkan Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Didorong Gunakan PLTS Atap

06/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

%d