• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Makna Tamiang & Penampahan di Hari Raya Kuningan

Astra by Astra
29/04/2025
in Sosial Budaya
0
Hari suci Kuningan, jatuh pada 3 Mei 2025 dan awalnya adalah penampahan serta akhirnya manis. Arti harfiah dari kata penampahan, adalah menjadikan sesuatu hal itu terpotong atau terpangkas.

166
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kecelakaan Tunggal di Tol Bali Mandara, WNA Ausie Dibawa ke RS

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh Positif Hingga Akhir 2026

BALI, OborDewata.com  –  Dalam konteks Hindu di Bali, tamiang memiliki makna yang terkait dengan ritual dan upacara keagamaan.

Tamiang adalah salah satu jenis sesajen atau persembahan, dalam upacara keagamaan Hindu di Bali. Tamiang biasanya terdiri dari bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan biji-bijian yang menjadi sebuah struktur tertentu.

Dalam upacara Kuningan, tamiang memiliki makna sebagai simbol kesucian dan perlindungan. Tamiang sebagai sarana untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari Tuhan kepada umat manusia.

Selain itu, tamiang juga dapat melambangkan hubungan antara manusia dengan alam semesta dan Tuhan.

Dalam konteks ini, tamiang menjadi bagian penting dari ritual keagamaan yang bertujuan memelihara keseimbangan dan harmoni antara manusia dan alam semesta.

Hari suci Kuningan, jatuh pada 3 Mei 2025 dan awalnya adalah penampahan serta akhirnya manis. Arti harfiah dari kata penampahan, adalah menjadikan sesuatu hal itu terpotong atau terpangkas.

Secara makna filsafatnya yang terpotong dan terpangkas adalah hal-hal yang bersifat ahamkara, momo angkara, sifat -sifat kegelapan yang ada dalam diri sebagai umat manusia.

“Semua sifat itu harus terpangkas dengan jalan upacara ‘mabyakala’ secara nyata, tetapi secara tidak nyata kita harus mulat sarira atau koreksi diri agar tidak memunculkan sifat-sifat keraksasaan dan menjadi sifat-sifat kemanusiaan sehingga mempunyai hati nurani,” jelasnya Jero Mangku Ketut Maliarsa.

Di samping itu, menurut lontar Sundarigama arti filsafat hari suci penampahan Kuningan adalah ‘pamyakala kala malaradan’ artinya menghilangkan atau memusnahkan sifat-sifat kebinatangan/ keraksasaan yang ada pada diri manusia.

Hari suci penampahan ini, sebagai puncak para umat Hindu untuk kembali mempertahankan kemenangan Dharma melawan Adharma berupa Ahamkara atau kegelapan yang ada pada angga sarira manusia itu sendiri.

Hal ini berarti agar umat Hindu mampu nyomya bhuta kala yang ada pada diri manusia yang sering juga bernama”nyupat angga sarira”. “Pesan utama arti hari suci penampahan Kuningan adalah menciptakan situasi dan kondisi agar para umat Hindu mampu mulat sarira atau mawas diri,” jelasnya.

Makanya pada hari suci Kuningan ini, para umat Hindu mempersembahkan nasi kuning sebagai lambang kebijaksanaan dan kemakmuran dengan tujuan agar beliau-beliau melimpahkan rahmatnya berupa kesejahteraan, kesuburan, dan rezeki.

“Upacara- upakara ini sebagai wujud ucapan syukur para umat Hindu dan rasa terima kasih kepada semua yang turun dan juga sebagai wujud rasa hormat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, beserta manifestasinya karena telah melimpahkan rahmatnya,” sebut pemangku asal Bon Dalem ini.

Kalau bahasa kerennya “ngaturang suksemaning idep” sebagai umat Hindu kepada-Nya. Hari suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Kuningan, yang sering hari suci atau Tumpek Kuningan yaitu 10 hari setelah hari suci Galungan.

Dan umat Hindu dalam mempersembahkan sesajen berupa bebantenan pada pagi hari, mulai matahari terbit sampai tengah hari. Oleh karena pada pagi hari inilah kita akan mendapat pancaran kesucian dan pancaran vibrasi keheningan.

Serta pada hari suci Kuningan, palinggih juga terhias tamiang sebagai simbol ketajaman pikiran atau sebagai simbol kesucian pikiran.

Serta juga ada endongan, sebagai niyasa perbekalan untuk berperang (dalam berperang melawan Adharma ). Bahkan juga ada tamiang sebagai wujud perlindungan diri dari marabahaya.

Kolem atau pidpid sebagai lambang perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para dewa, bhatara dan hyang leluhur.

“Pelaksanaan upacara dan upakara pada hari suci Kuningan pada pagi hari, sampai tengah hari juga bermakna bahwa lewat tengah hari para dewa,bhatara ,dewa hyang pitara dan leluhur sudah kembali ke suarga loka,” sebutnya. (SHA)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: balihindukuningan
spot_img
Astra

Astra

Related Posts

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana
Sosial Budaya

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana

23/08/2026
HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker
Sosial Budaya

HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker

23/08/2026
Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali
Sosial Budaya

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

22/08/2026
Menjaga Taksu Bali, DPRD Badung Godok Regulasi untuk Lindungi Seniman dan Kesakralan Budaya
Sosial Budaya

Menjaga Taksu Bali, DPRD Badung Godok Regulasi untuk Lindungi Seniman dan Kesakralan Budaya

20/08/2026
Semarak 17 Desa Adat Gesing Bergetar
Pendidikan

Semarak 17 Desa Adat Gesing Bergetar

17/08/2026
Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya
Sosial Budaya

Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

15/08/2026
Next Post
Kasus Tabrak Lari Dini Hari, Suardana Alami Patah Tangan

Kasus Tabrak Lari Dini Hari, Suardana Alami Patah Tangan

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026
Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

29/08/2026
Currently Playing
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d