• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Makna Tamiang & Penampahan di Hari Raya Kuningan

Astra by Astra
29/04/2025
in Sosial Budaya
0
Hari suci Kuningan, jatuh pada 3 Mei 2025 dan awalnya adalah penampahan serta akhirnya manis. Arti harfiah dari kata penampahan, adalah menjadikan sesuatu hal itu terpotong atau terpangkas.

168
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kecelakaan Tunggal di Tol Bali Mandara, WNA Ausie Dibawa ke RS

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh Positif Hingga Akhir 2026

BALI, OborDewata.com  –  Dalam konteks Hindu di Bali, tamiang memiliki makna yang terkait dengan ritual dan upacara keagamaan.

Tamiang adalah salah satu jenis sesajen atau persembahan, dalam upacara keagamaan Hindu di Bali. Tamiang biasanya terdiri dari bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan biji-bijian yang menjadi sebuah struktur tertentu.

Dalam upacara Kuningan, tamiang memiliki makna sebagai simbol kesucian dan perlindungan. Tamiang sebagai sarana untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari Tuhan kepada umat manusia.

Selain itu, tamiang juga dapat melambangkan hubungan antara manusia dengan alam semesta dan Tuhan.

Dalam konteks ini, tamiang menjadi bagian penting dari ritual keagamaan yang bertujuan memelihara keseimbangan dan harmoni antara manusia dan alam semesta.

Hari suci Kuningan, jatuh pada 3 Mei 2025 dan awalnya adalah penampahan serta akhirnya manis. Arti harfiah dari kata penampahan, adalah menjadikan sesuatu hal itu terpotong atau terpangkas.

Secara makna filsafatnya yang terpotong dan terpangkas adalah hal-hal yang bersifat ahamkara, momo angkara, sifat -sifat kegelapan yang ada dalam diri sebagai umat manusia.

“Semua sifat itu harus terpangkas dengan jalan upacara ‘mabyakala’ secara nyata, tetapi secara tidak nyata kita harus mulat sarira atau koreksi diri agar tidak memunculkan sifat-sifat keraksasaan dan menjadi sifat-sifat kemanusiaan sehingga mempunyai hati nurani,” jelasnya Jero Mangku Ketut Maliarsa.

Di samping itu, menurut lontar Sundarigama arti filsafat hari suci penampahan Kuningan adalah ‘pamyakala kala malaradan’ artinya menghilangkan atau memusnahkan sifat-sifat kebinatangan/ keraksasaan yang ada pada diri manusia.

Hari suci penampahan ini, sebagai puncak para umat Hindu untuk kembali mempertahankan kemenangan Dharma melawan Adharma berupa Ahamkara atau kegelapan yang ada pada angga sarira manusia itu sendiri.

Hal ini berarti agar umat Hindu mampu nyomya bhuta kala yang ada pada diri manusia yang sering juga bernama”nyupat angga sarira”. “Pesan utama arti hari suci penampahan Kuningan adalah menciptakan situasi dan kondisi agar para umat Hindu mampu mulat sarira atau mawas diri,” jelasnya.

Makanya pada hari suci Kuningan ini, para umat Hindu mempersembahkan nasi kuning sebagai lambang kebijaksanaan dan kemakmuran dengan tujuan agar beliau-beliau melimpahkan rahmatnya berupa kesejahteraan, kesuburan, dan rezeki.

“Upacara- upakara ini sebagai wujud ucapan syukur para umat Hindu dan rasa terima kasih kepada semua yang turun dan juga sebagai wujud rasa hormat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, beserta manifestasinya karena telah melimpahkan rahmatnya,” sebut pemangku asal Bon Dalem ini.

Kalau bahasa kerennya “ngaturang suksemaning idep” sebagai umat Hindu kepada-Nya. Hari suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Kuningan, yang sering hari suci atau Tumpek Kuningan yaitu 10 hari setelah hari suci Galungan.

Dan umat Hindu dalam mempersembahkan sesajen berupa bebantenan pada pagi hari, mulai matahari terbit sampai tengah hari. Oleh karena pada pagi hari inilah kita akan mendapat pancaran kesucian dan pancaran vibrasi keheningan.

Serta pada hari suci Kuningan, palinggih juga terhias tamiang sebagai simbol ketajaman pikiran atau sebagai simbol kesucian pikiran.

Serta juga ada endongan, sebagai niyasa perbekalan untuk berperang (dalam berperang melawan Adharma ). Bahkan juga ada tamiang sebagai wujud perlindungan diri dari marabahaya.

Kolem atau pidpid sebagai lambang perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para dewa, bhatara dan hyang leluhur.

“Pelaksanaan upacara dan upakara pada hari suci Kuningan pada pagi hari, sampai tengah hari juga bermakna bahwa lewat tengah hari para dewa,bhatara ,dewa hyang pitara dan leluhur sudah kembali ke suarga loka,” sebutnya. (SHA)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: balihindukuningan
spot_img
Astra

Astra

Related Posts

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Sosial Budaya

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk
Sosial Budaya

Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk

11/10/2026
Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali
Sosial Budaya

Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali

11/10/2026
Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi  Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan
Nasional

Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

10/10/2026
Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia
Sosial Budaya

Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia

09/10/2026
Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya
Kesehatan

Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya

04/10/2026
Next Post
Kasus Tabrak Lari Dini Hari, Suardana Alami Patah Tangan

Kasus Tabrak Lari Dini Hari, Suardana Alami Patah Tangan

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

04/06/2025
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

22/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

20/10/2026
Pegadian Luncurkan ATM Emas, Dorong Masyarakat Menabung Emas

Pegadian Luncurkan ATM Emas, Dorong Masyarakat Menabung Emas

19/10/2026
Currently Playing
Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

22/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

20/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d