• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Berkomitmen Majukan Perekonomian Kabupaten Buleleng Bank BPD Bali Gelar High Level Meeting

Obor Dewata by Obor Dewata
Jumat, 26 Juli 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Berkomitmen Majukan Perekonomian Kabupaten Buleleng Bank BPD Bali Gelar High Level Meeting
Penyerahan KKI
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BULELENG, OborDewata.com – Guna menyamakan persepsi untuk membangun digitalisasi ekonomi maju di Kabupaten Buleleng, maka Bank BPD Bali menggelar High Level Marketing (HLM) dengan tema Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng pada Selasa sore (24/7/2024). Dalam acara tersebut, merupakan sebagai pelaksanaan koordinasi dan evaluasi terkait dengan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta meningkatkan implementasi ETPD di lingkungan Pemkab Buleleng.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana yang menjadi narasumber mengatakan, dengan adanya High Level Marketing diharapkan Kabupaten Buleleng perkembangangan ekonominya bisa menjadi makin pesat pertumbuhannya dibandingkan dengan kabupaten daerah lainnya. Lihad mengatakan, pada dasarnya berbicara era digital sejatinya banyak kendala yang harus diselesaikan secara bersama-sama, untuk itulah kebijakan Pemkab Buleleng terus mendorong dan terus mengembangkan era digitalisasi secara meluas sampai ketingkat dasar, sebab era digitalisasi untuk Kabupaten Buleleng harus segera terealisasi tidak ada istilah tawar menawar lagi.

“Suka atau tidak suka, siap maupun tidak siap kita harus menguasai digitalisasi, kalau tidak kita bisa mengikutinya kita akan tertinggal. Sebab dengan masuknya digitalisasi sudah dipastikan memunculkan mind set yang baru dan pola kerja yang sangat baru, dan dipastikan ketika sudah masuk era digitalisasi tetapi pemikiran atau mind set masih kompensional,” ujarnya.

Untuk itulah Lihadnyana menekankan komitmen kuat seluruh pihak sebagai spirit, upaya perluasan dan percepatan digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah juga harus didukung penguatan literasi kepada masyarakat sebagai target sistem elektronifikasi keuangan.

“Sehingga, terjadi interaksi dua arah. Jangan sampai sistem yang dibangun, aplikasi yang dibangun lebih dominan kepada kita sebagai user. perlu adanya upaya meliterasi terhadap buyer kita. Karena ini harus dua arah,” tandas Lihadnyana pada acara HLM-ETPD Kabupaten Buleleng, di Ballroom The Grand Villandra Hotel.

Lihadnyana menekankan, pentingnya melakukan literasi kepada masyarakat sebagai target pengguna sistem elektronifikasi keuangan. Sehingga, terjadi interaksi dua arah dalam upaya perluasan akses keuangan dengan partisipasi masyarakat.

Baca Juga :  Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

“Jangan sampai sistem yang dibangun, aplikasi yang dibangun lebih dominan kepada kita sebagai pengguna. Perlu adanya melitansi terhadap pembeli kita. Karena ini harus dua arah,” tegasnya.

Pihaknya juga memaparkan bahwa tujuan mempercepat dan meluaskan penggunaan transaksi keuangan digital, tidak akan berhasil tanpa pemahaman yang baik dari masyarakat.

Karena itu, perlu dibuat strategi khusus agar masyarakat atau target pengguna memahami sistem yang ada. Menurutnya, pada hakikatnya, Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), khususnya elektronifikasi transaksi keuangan ialah mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Dengan digitalisasi, seluruh jejak transaksi keuangan akan terekam dengan lebih akurat. “Maka wujud dari pada gerakan, kebijakan, program TP2DD yang salah satunya elektronifikasi transaksi keuangan daerah itu dalam rangka kita memberikan, tidak hanya efisiensi, tapi transparansi dan akuntabilitas,” ungkapnya.

Elektronifikasi transaksi keuangan yang dimungkinkan dalam era digital saat ini, merupakan sebuah sarana. Sebuah alat yang bisa dimanfaatkan untuk juga meningkatkan pendapatan asli daerah. Namun, selain meningkatkan pendapatan daerah, juga memberikan peluang lebih besar dalam mewujudkan keterbukaan kepada masyarakat. Utamanya bagaimana anggaran daerah dipergunakan.

“Kalau kita bicara pajak dan retribusi, yakinkan masyarakat bahwa pajak yang dibayarkan oleh rakyat oleh masyarakat pasti kita akan kelola dengan baik. pasti kita akan kembalikan secara transparan, secara utuh,” kata Lihadnyana.

Dalam penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Daerah saat ini, yang merupakan perintah pemerintah pusat di dalam penguatan upaya P2DD, Lihadnyana menyampaikan perlunya dilakukan sosialisasi kepada pedagang. Diketahui dalam penggunaan KKI Daerah, akan dikenakan potongan 0,3 persen dari total jumlah transaksi.

Contohnya dalam hal belanja operasional pemerintah daerah, dalam melakukan transaksi dengan UMKM dalam rangka mendorong penggunaan dan konsumsi produk lokal, UMKM harus mengetahui dengan baik sehingga mau mendukung program KKI daerah.

“Kalaupun itu menjadi sebuah kewajiban, perlu ada sosialisasi. Dalam Undang-Undang pembebanan masyarakat, setiap ada pembebanan kepada masyarakat perlu dilakukan sosialisasi,” tegas Lihadnyana.

Baca Juga :  Harga Coklat menaik, Alam Ganjar Ajak Generasi Z Berkebun

Sementara Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gde Setia Yasa, S.Kom., M.M., menjelaskan sejatinya dalam dukungan Bank BPD Bali untuk digitalisasi daerah sudah mempersiapkan Digitalisasi Chanel, dalam penerapan seluruh produk digital dan elektronik Bank BPD Bali meliputi Mobile Banking, Internet Banking, Laku Pandai, Automatic Teller Machine (ATM), ATM Recycle Machine (CRM) serta produk digital lainnya. selanjutnya Penguatan Ekosistem Digital, merupakan transformasi transaksi penerimaan dan pendapatan daerah Bali sebagai subject expert matter dalam elektronifikasi sistem transaksi, dan pembayaran berbasis digital untuk mendukung transfaransi pembayaran serta mendukung inklusi keuangan daerah yang diharapkan dapat menunjang peningkatan perekonomian daerah Bali. Dilanjutkan Sinergitas Bisnis, yang bertujuan interoperability dengan melakukan kerjasama melalui penerapan transaksi pembayaran digital bagi UMKM, BPR, Koperasi, LPD, Merchant, E-Commerce dan pihak ketiga lainnya sebagai penunjang pendapatan fee based. Dan selanjutnya Digital Culture, dimana Bank BPD Bali menerapkan program untuk peningkatkan kinerja dan penguatan budaya kerja serta peningkatan corporate branding untuk mengakomodir tren perubahan pasar dan pasca pandemi Covid-19.

“Dalam mendukung kemajuan digitalisasi pengembangan daerah kami terus bertransformasi mengikuti kemajuan teknologi digitalisasi,” ucapnya.

Setia Yasa menjelaskan, pada dasarnya fungsi kehadiran Bank BPD Bali pada Pemkab Buleleng sebaga fungsi penyelenggara sistem pembayaran yang pastinya sudah memiliki standarisasi yang baik dengan fasilitas yang baik juga, seperti halnya dalam pembayaran pajak PBB melalui sistem e-paymant Bank BPD Bali yang sangat menguntungkan ketika masyarakat bertransaksi.

Ekosistem digital yang sudah dibangun dengan Pemda Buleleng tidak bersifat eksklusif sehingga penerimaan daerah dapat dilakukan melalui channel pembayaran di luar channel Bank BPD Bali sehingga akses masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak, restribusi dan pendapatan lainnya dapat dilakukan melalui layanan perbankan nasional dan agen Bank yang ada sudah melalukan kerjasama dengan Bank BPD Bali .

Baca Juga :  Penambahan Penyertaan Modal ke BPD Bali, Gubernur Koster: Jaga Keberlanjutan Ekonomi dan Memperkuat Peran Bank Daerah

“Dengan adanya kaloborasi layanan digital penerimaan pemda melalui Bank BPD Bali memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran ,” jelasnya,

Ditambahkan Setia Yasa dalam KKI (Kartu Kredit Indonesia) Bank BPD Bali untuk Kabupaten Buleleng dalam penerapannya mempunyai beberapa fase tahapan yang sangat mudah digunakan yakni, fase pertama penggunaan KKI melalui kanal pembayaran QRIS yang terintegrasi dengan MB PPTK. Sedangkan fase kedua, bisa melalui kanal pembayaran menggunakan kartu fisik yang terintregasi dengan Mobile Banking pada fase pertama, dengan jumlah kartu fisik 2 kartu untuk pembelian barang, jasa dan perjalanan dinas, saat ini sedang proses phase 3 pengembangan KKI Tokenisasi  untuk pembayaran online

Atas kepercayaan Pemerintah Daerah, Bank BPD Bali  mendukung  akselerasi digitalisasi pengeluaran dan penerimaan pemerintah daerah termasuk juga menyiapkan infrastruktur dan aplikasi yang bisa digunakan bersama seluruh Bali sehingga seluruh pemda akan memiliki layanan dan channel yang sama 

Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi acara HLM yang langsung dipimpin oleh Pj Bupati Buleleng bahkan menjadi narasumber langsung, dan setiap hasil dari HLM sendiri itu harus ada hasil yang diterapkan dan solusi yang tepat untuk kemajuan ekonomi digital di Kabupaten Buleleng. “Kita juga melihat potensi digitalisasi di Kabupaten Buleleng ini sangat bagus dan sangat bisa untuk ditingkatkan terus menerus, dan hal tersebut dibuktikan peningkatan mercahant QRIS di Buleleng yang terus meningkat, dan saya harap juga untuk Bank BPD Bali untuk terus meningkatkan Merchant QRISnya dan terus memberikan literasi kepada masyarakat Buleleng,” ucapnya.

Dalam akhir acara High Level Marketing tersebut ditandai dengan penyerahan Kartu Kredit Indonesi (KKI) dengan disaksikan oleh Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gde Setia Yasa, S.Kom., M.M., Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan. sathya/dx

Previous Post

Pasca Daftar Cabup di Golkar, PDIP Tabanan Usulkan Pemecatan I Nyoman Mulyadi

Next Post

OJK Inisiasi Peningkatan Inklusi Keuangan Kelompok Tani dan UMKM Bali

Next Post
OJK Inisiasi Peningkatan Inklusi Keuangan Kelompok Tani dan UMKM Bali

OJK Inisiasi Peningkatan Inklusi Keuangan Kelompok Tani dan UMKM Bali

«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
play
28 Agustus 2023
play
Swacam Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile dengan fitur OCR jadi lebih cepat dan gampang
play
Persiapan odalan Pura Goa Lawah
play
Paskibra Kabupaten Tabanan, Bali.
play
Rahajeng Galungan Semeton.
play
Rahajeng Galungan Semeton
play
29 Juli 2023
play
Pemkab Karangasem lakukan Studi Banding Penguatan Media dan Komunikasi, Kabupaten Subang.
play
Rapimprov Kadin Bali Berkomitmen majukan industri pertanian di Bali.
play
Kadin Bali Komitmen Majukan Pertanian di Bali
play
Armada - Pergi Pagi Pulang Pagi (Official Karaoke)
play
Efek Cuaca Ekstrim, sebabkan tanah longsor.
play
putih sampai mati (karaoke version) tanpa vokal
play
Karaoke Lagu Wali_Emang Dasar No Vocal
«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.